Jadwal Hylo Open 2026 Dimulai Hari Ini, Indonesia Kirim 10 Wakil
Indonesia mengirim 10 wakil ke Hylo Open 2026 di Jerman. Jonatan Christie berstatus juara bertahan, sedangkan Sabar/Reza unggulan pertama ganda putra.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah peta ketenagakerjaan global secara signifikan. Jika sebelumnya otomatisasi lebih banyak mengancam pekerjaan yang bersifat rutin dan manual, kini giliran profesi kerah putih dengan gaji tinggi yang menghadapi tekanan besar.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan teknologi, keuangan, hingga jasa profesional. Langkah efisiensi yang semula dianggap sebagai respons sementara terhadap kondisi ekonomi kini berkembang menjadi strategi jangka panjang untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas.
Data yang dihimpun Janco Associates berdasarkan statistik Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan tingkat pengangguran di sektor teknologi informasi mencapai 3,8% pada April 2026, naik dibandingkan 3,6% pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa pasar tenaga kerja di sektor teknologi mulai mengalami tekanan yang lebih besar.
Sejumlah perusahaan teknologi raksasa secara terbuka mengakui bahwa pemanfaatan AI menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebijakan pengurangan tenaga kerja. Meta, misalnya, memangkas sekitar 10% karyawannya atau setara dengan 8.000 pekerja dalam upaya meningkatkan efisiensi perusahaan.
Langkah serupa juga dilakukan sejumlah perusahaan lain. Nike mengurangi sekitar 1.400 karyawan atau 2% dari total tenaga kerjanya, dengan sebagian besar berasal dari posisi yang berkaitan dengan teknologi. Snap juga memangkas sekitar 1.000 pekerja atau 16% dari total karyawan yang dimiliki.
Di saat yang sama, sektor telekomunikasi dan pengolahan data dilaporkan kehilangan sekitar 342.000 pekerjaan atau turun sekitar 11%. Angka tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah yang setara dengan pekerjaan yang hilang.
Tekanan juga dirasakan sektor keuangan. Tingginya suku bunga global dan melambatnya aktivitas investasi membuat banyak perusahaan melakukan penyesuaian biaya secara agresif. Aktivitas merger, akuisisi, hingga penawaran saham perdana (IPO) yang menurun berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja di perusahaan investasi dan konsultan bisnis.
Akibatnya, posisi analis investasi, konsultan manajemen, hingga sejumlah jabatan strategis dengan gaji tinggi mulai menghadapi risiko pengurangan tenaga kerja. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika profesi tersebut menjadi salah satu pekerjaan paling diminati karena menawarkan kompensasi besar dan prospek karier yang menjanjikan.
Perubahan paling besar terjadi karena kemampuan AI yang semakin berkembang. Teknologi ini kini mampu melakukan berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga profesional terlatih. Mulai dari analisis data, penyusunan laporan, riset pasar, pengolahan dokumen hukum, hingga pemrograman tingkat dasar dan menengah dapat dilakukan secara otomatis dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi.
Banyak perusahaan menilai penggunaan AI memungkinkan mereka mempertahankan produktivitas meskipun jumlah tenaga kerja dikurangi. Dalam beberapa kasus, perusahaan bahkan dapat memangkas ukuran tim secara signifikan tanpa mengurangi output pekerjaan.
Kepala Eksekutif Janco Associates, Victor Janulaitis, menilai ketidakpastian ekonomi membuat banyak perusahaan menahan perekrutan baru.
"Mengapa mereka harus merekrut spesialis AI untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan?" ujarnya, dikutip dari Wall Street Journal.
Dampak perubahan ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga psikologis. Pekerja dengan pendapatan tinggi umumnya memiliki pola pengeluaran yang menyesuaikan dengan tingkat penghasilannya. Ketika kehilangan pekerjaan, mereka sering menghadapi tekanan finansial yang lebih besar karena harus tetap memenuhi berbagai kewajiban, mulai dari cicilan properti, kendaraan, hingga biaya pendidikan anak.
Selain itu, proses mencari pekerjaan baru bagi profesional senior cenderung lebih sulit dibandingkan pekerja level awal. Banyak perusahaan enggan merekrut kandidat yang dianggap terlalu berpengalaman atau memiliki ekspektasi gaji tinggi.
Kondisi tersebut membuat banyak profesional mulai mempertimbangkan langkah baru untuk bertahan di pasar kerja. Reskilling dan upskilling menjadi pilihan yang semakin penting agar keterampilan mereka tetap relevan dengan kebutuhan industri yang berubah cepat akibat perkembangan AI.
Perubahan ini menunjukkan bahwa era kecerdasan buatan bukan hanya menghadirkan peluang baru, tetapi juga menuntut adaptasi yang lebih cepat dari para pekerja. Mereka yang mampu mengembangkan keterampilan baru dan berkolaborasi dengan teknologi berpotensi bertahan, sementara mereka yang tidak beradaptasi menghadapi risiko semakin tertinggal dalam persaingan pasar kerja global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia mengirim 10 wakil ke Hylo Open 2026 di Jerman. Jonatan Christie berstatus juara bertahan, sedangkan Sabar/Reza unggulan pertama ganda putra.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memberikan apresiasi kepada 140 rancangan usaha siswa SMA dan SMK melalui Pameran
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.
Delhi membatasi kendaraan di bawah standar emisi BS6 hingga Januari 2027. Kebijakan India bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk menekan polusi.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia ditunda akibat cuaca buruk. Pertandingan dijadwalkan ulang pada 28 dan 31 Oktober 2026.