Fardhan Rainanda Joe ke Final BAJC 2026!
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Ilustrasi mobil listrik
Harianjogja.com, JOGJA—Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Rusia telah menjadi pemicu lonjakan permintaan mobil listrik asal China. Kelangkaan bensin dan solar yang memicu antrean panjang serta kenaikan harga membuat banyak pengendara beralih ke kendaraan listrik dan hybrid untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.
Serangan Ukraina yang semakin intensif terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir telah mengganggu pasokan bensin dan solar. Kondisi tersebut memaksa pemerintah setempat memberlakukan pembatasan distribusi BBM di sebagian besar wilayah Rusia. Harga bensin eceran di sejumlah daerah bahkan telah naik hingga menjadi salah satu yang tertinggi di Eropa, menurut perhitungan Reuters.
Mobil Listrik China Jadi Primadona
Meskipun pasar kendaraan listrik di Rusia selama ini tumbuh lambat karena jarak antarkota yang sangat jauh, cuaca ekstrem, serta keterbatasan stasiun pengisian daya, krisis BBM kini mulai mengubah perilaku konsumen. Pendiri EN Cars, diler mobil di Moskwa yang menjual berbagai merek kendaraan listrik asal China, Yevgeniy Zabelin, mengatakan penjualan mobil listrik melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.
"Sejak situasi bahan bakar menjadi rumit, permintaan meningkat berkali-kali lipat," ujarnya dikutip dari Reuters.
Menurut Zabelin, sebelum krisis BBM, diler hanya mampu menjual dua hingga tiga mobil listrik setiap bulan. Kini, jumlah tersebut meningkat menjadi dua hingga tiga unit setiap hari. Kenaikan permintaan terjadi baik untuk model berharga terjangkau maupun premium.
China Diuntungkan, Namun Stok Terbatas
Direktur Eksekutif lembaga riset otomotif Rusia Autostat, Sergei Udalov, mengatakan penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid memang meningkat, tetapi masih terbatas karena produsen dan importir belum siap menghadapi lonjakan permintaan akibat krisis BBM. Akibatnya, stok kendaraan belum mencukupi untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Namun, ia memperkirakan penjualan akan meningkat signifikan apabila krisis berkepanjangan.
"Apabila krisis ini berlanjut, penjualan akan tumbuh signifikan dalam waktu dekat, dan China akan menjadi pihak yang paling diuntungkan," katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa produsen mobil listrik China memiliki peluang besar untuk menguasai pasar Rusia di tengah keterbatasan pasokan dari negara lain dan tingginya kebutuhan akan kendaraan hemat energi.
Bagi konsumen Rusia, peralihan ke mobil listrik menjadi pilihan rasional di tengah ketidakpastian pasokan BBM. Meskipun infrastruktur pengisian daya masih terbatas, biaya operasional yang lebih rendah dan ketersediaan model-model China yang terjangkau menjadi daya tarik utama. Namun, tantangan seperti jarak tempuh dan ketersediaan stasiun pengisian masih menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Krisis ini menjadi momentum bagi industri otomotif Rusia untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan konsumen, sekaligus membuka peluang besar bagi produsen kendaraan listrik asal China untuk memperluas pangsa pasar mereka di negara beriklim ekstrem tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Trailer film Operasi Pesta Copet resmi dirilis. Dibintangi Iqbaal Ramadhan, film ini tawarkan aksi unik di tengah festival musik.
Kemnaker menyelidiki rumor PHK karyawan TikTok dan Tokopedia. Pemerintah pastikan telusuri fakta sebelum ambil langkah resmi.
Kecelakaan tragis di Thailand menewaskan 10 biksu setelah ditabrak mobil yang dikemudikan anak 11 tahun. Ini kronologi lengkapnya.
Perlindungan pekerja film di Jogja masih lemah. Raperda Perfilman DIY diharapkan atur kesejahteraan, BPJS, dan akses bioskop.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.