Rem Belakang Motor Bunyi, Jangan Diabaikan, Ini Penyebabnya

Jumali
Jumali Selasa, 14 Juli 2026 11:57 WIB
Rem Belakang Motor Bunyi, Jangan Diabaikan, Ini Penyebabnya

Ilustrasi/Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Rem belakang merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi membantu mengurangi kecepatan hingga menghentikan kendaraan. Karena perannya yang vital, setiap perubahan pada sistem pengereman perlu mendapat perhatian, termasuk munculnya suara tidak biasa saat rem digunakan.

Bunyi berdecit, berderit, atau suara gesekan yang muncul dari rem belakang sering kali menjadi indikasi adanya masalah pada komponen pengereman. Jika dibiarkan, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memengaruhi efektivitas pengereman.

Dilansir dari laman Honda, salah satu penyebab yang paling sering ditemukan adalah kampas rem yang sudah aus. Ketika lapisan kampas semakin menipis, gesekan antara kampas dan cakram atau tromol menjadi tidak normal sehingga memunculkan suara saat tuas atau pedal rem ditekan.

Selain itu, debu dan kotoran yang menumpuk di area pengereman juga dapat memicu bunyi. Pasir, lumpur, atau partikel debu dari jalanan bisa masuk ke sela-sela komponen rem dan menyebabkan gesekan yang menghasilkan suara berdecit.

Kondisi cakram atau tromol yang kotor juga tidak boleh diabaikan. Permukaan yang terkena oli, gemuk, atau kotoran dapat mengganggu proses pengereman sehingga menimbulkan bunyi sekaligus mengurangi daya cengkeram rem.

Pada beberapa kasus, suara dari rem belakang muncul akibat cakram yang tidak lagi rata. Cakram yang bergelombang, melengkung, atau mengalami keausan tidak merata membuat kampas rem bergesekan secara tidak sempurna. Akibatnya, muncul suara saat proses pengereman berlangsung.

Kualitas kampas rem juga berpengaruh terhadap munculnya bunyi. Penggunaan kampas rem yang tidak sesuai spesifikasi atau berbahan kurang baik dapat meningkatkan risiko suara berdecit sekaligus mempercepat keausan komponen lainnya.

Faktor pemasangan juga perlu diperhatikan. Kampas rem yang dipasang kurang presisi atau terdapat komponen yang longgar dapat memunculkan getaran saat pengereman. Getaran tersebut kemudian menghasilkan suara yang mengganggu.

Pada sistem rem cakram, kaliper yang macet menjadi salah satu penyebab yang cukup sering terjadi. Piston kaliper yang tidak bekerja normal membuat kampas rem terus menempel pada cakram meskipun rem tidak digunakan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bunyi, tetapi juga mempercepat keausan kampas dan cakram.

Kurangnya pelumasan pada beberapa bagian tertentu juga dapat memicu suara saat pengereman. Komponen seperti pin geser pada kaliper membutuhkan pelumas khusus agar dapat bergerak dengan lancar. Ketika bagian tersebut kering atau macet, suara gesekan bisa muncul saat rem digunakan.

Selain berbagai faktor teknis tersebut, usia komponen yang sudah tua juga berperan besar. Komponen pengereman yang telah digunakan dalam waktu lama umumnya mengalami penurunan kualitas sehingga performanya tidak lagi optimal dan lebih rentan menimbulkan bunyi.

Karena itu, pengendara disarankan segera melakukan pemeriksaan apabila rem belakang mulai mengeluarkan suara yang tidak biasa. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi kerusakan lebih awal sekaligus mencegah risiko kecelakaan akibat menurunnya kinerja pengereman.

Perawatan sederhana seperti membersihkan area rem, memeriksa ketebalan kampas, memastikan kondisi cakram tetap baik, serta melakukan servis berkala dapat membantu menjaga sistem pengereman tetap bekerja optimal dan bebas dari bunyi yang mengganggu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online