BYD M6 DM Menggila, Penjualan Mobil PHEV Indonesia Pecah Rekor

Jumali
Jumali Rabu, 15 Juli 2026 09:47 WIB
BYD M6 DM Menggila, Penjualan Mobil PHEV Indonesia Pecah Rekor

BYD M6 DM / BYD

Harianjogja.com, JOGJA—Pasar mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) Indonesia mengalami lonjakan luar biasa pada Juni 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer atau wholesales mencapai 2.402 unit, tertinggi sejak segmen PHEV berkembang di Tanah Air.

Capaian tersebut melonjak tajam dibandingkan Mei 2026 yang hanya mencatatkan 512 unit. Artinya, pasar PHEV tumbuh hampir lima kali lipat hanya dalam waktu satu bulan.

Lonjakan penjualan ini tidak bisa dilepaskan dari kehadiran BYD M6 DM yang mulai dikirim ke jaringan dealer pada Juni 2026. Mobil keluarga berteknologi plug-in hybrid tersebut langsung mencatatkan penjualan 1.825 unit pada bulan pertama distribusi.

Angka tersebut membuat BYD M6 DM menguasai sekitar 76 persen total pasar PHEV nasional sepanjang Juni. Dominasi ini sekaligus mengubah peta persaingan yang sebelumnya dikuasai sejumlah model dari Chery.

Sebelum BYD M6 DM hadir, Chery Tiggo 8 CSH menjadi model PHEV paling laris di Indonesia. Pada Mei 2026, kendaraan tersebut membukukan penjualan 234 unit dan memimpin pasar. Namun situasinya berubah drastis setelah pemain baru masuk.

Pada Juni 2026, Chery Tiggo 8 CSH harus puas berada di posisi kedua dengan penjualan 251 unit. Meski secara angka mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, kenaikan tersebut belum mampu menandingi laju BYD M6 DM.

Posisi ketiga ditempati Jetour T1 i-DM yang mencatatkan 97 unit. Selanjutnya Chery Tiggo 9 CSH membukukan 73 unit, disusul Wuling Evision PHEV sebanyak 55 unit.

Di kelompok berikutnya terdapat Geely Starray dengan penjualan 45 unit dan Wuling Darion PHEV sebanyak 35 unit.

Sementara segmen premium masih dihuni sejumlah merek global dengan volume terbatas. Lexus RX 450h+ membukukan lima unit, Jaecoo J8 SHS tiga unit, Jaecoo J7 SHS dua unit, serta Volvo XC60 PHEV dua unit.

Data tersebut menunjukkan bahwa pasar PHEV Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya didominasi model SUV premium atau menengah, kini konsumen mulai melirik kendaraan keluarga berteknologi elektrifikasi yang menawarkan kapasitas besar dan harga lebih kompetitif.

Keberhasilan BYD M6 DM juga menjadi indikasi bahwa konsumen Indonesia semakin menerima teknologi kendaraan elektrifikasi yang masih memungkinkan penggunaan bahan bakar konvensional sebagai pendukung perjalanan jarak jauh.

Teknologi PHEV dianggap menjadi solusi transisi menuju kendaraan listrik murni karena menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dibanding battery electric vehicle (BEV). Pengguna dapat mengandalkan tenaga listrik untuk penggunaan harian, namun tetap memiliki mesin bensin saat membutuhkan perjalanan jauh tanpa khawatir terhadap ketersediaan stasiun pengisian daya.

Jika tren ini berlanjut, persaingan pasar PHEV diperkirakan akan semakin ketat pada semester kedua 2026. Sejumlah produsen otomotif asal China, Jepang, hingga Eropa diketahui tengah memperluas lini kendaraan elektrifikasi mereka di Indonesia.

Dengan semakin banyak pilihan model dan meningkatnya minat konsumen, segmen PHEV berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan pasar kendaraan ramah lingkungan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

PeringkatModelPenjualan
1BYD M6 DM1.825 unit
2Chery Tiggo 8 CSH251 unit
3Jetour T1 i-DM97 unit
4Chery Tiggo 9 CSH73 unit
5Wuling Evision PHEV55 unit
6Geely Starray45 unit
7Wuling Darion PHEV35 unit
8Lexus RX 450h+5 unit
9Jaecoo J8 SHS3 unit
10Jaecoo J7 SHS2 unit
11Volvo XC60 PHEV2 unit

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online