Haier Siapkan Produk Rumah Pintar Berbasis AI untuk Pasar Indonesia

Newswire
Newswire Kamis, 16 Juli 2026 17:17 WIB
Haier Siapkan Produk Rumah Pintar Berbasis AI untuk Pasar Indonesia

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, QINGDAO—Produsen peralatan rumah tangga asal China, Haier, bersiap memperluas portofolio produknya di Indonesia melalui peluncuran berbagai perangkat premium berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Produk-produk tersebut akan diperkenalkan secara bertahap sebagai bagian dari strategi perusahaan memperkuat posisinya di pasar Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar.

Vice President of Haier Smart Home Overseas, Zhang Qingfu, mengatakan perusahaan telah memasuki era AI sehingga pengembangan teknologi pintar menjadi fokus utama dalam lini produknya, termasuk untuk pasar Indonesia.

"Saat ini kami telah memasuki era kecerdasan buatan atau AI. Kami memiliki berbagai produk serta produk rumah pintar berbasis AI dan akan meluncurkan seluruh produk tersebut di Indonesia secara bertahap," kata Zhang di kantor pusat Haier di Qingdao, Provinsi Shandong, Kamis.

Indonesia Jadi Pasar Strategis Haier

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian besar dari Haier. Zhang menegaskan perusahaan telah membangun fondasi bisnis melalui fasilitas produksi dan jaringan distribusi guna melayani kebutuhan konsumen di Tanah Air.

"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami. Kami telah mendirikan pabrik serta perusahaan distributor di Indonesia untuk membantu kami melayani konsumen di Indonesia," tambah Zhang.

Haier mulai beroperasi di Indonesia sejak 2011 setelah mengakuisisi bisnis Sanyo Electric beserta seluruh operasionalnya di Indonesia. Langkah tersebut diikuti dengan pendirian PT Haier Electrical Appliances Indonesia (HEI).

Sejak 2012, perusahaan mengoperasikan pabrik di kawasan EJIP Industrial Park, Cikarang, dengan menggunakan merek AQUA. Fasilitas tersebut memproduksi berbagai peralatan rumah tangga, mulai dari lemari es, air conditioner (AC), mesin cuci, cold chain freezer, hingga televisi dengan kapasitas produksi mencapai 2 juta unit. Pada April 2026, HEI juga mencatat pencapaian produksi unit ke-10 juta.

AC Jadi Andalan untuk Pasar Indonesia

Menurut Zhang, pendingin udara atau AC menjadi salah satu produk unggulan Haier di Indonesia karena disesuaikan dengan karakteristik iklim tropis yang memiliki suhu tinggi dan tingkat kelembapan besar.

"Indonesia memiliki tingkat kelembapan yang tinggi dan suhu yang panas. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat membutuhkan AC, tetapi mereka juga membutuhkan berbagai fungsi tambahan misalnya konsumen membutuhkan fungsi antibakteri," ungkap Zhang.

Ia menjelaskan AC Haier menjadi produk pertama yang menghadirkan fitur pembersihan mandiri (self cleaning) serta sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV).

"Fitur-fitur tersebut menjadi pembeda produk kami bagi konsumen. Ketika kami pertama kali meluncurkan produk-produk tersebut, perusahaan lain belum memilikinya. Dengan fitur pembersihan mandiri, AC dapat membersihkan dirinya sendiri sehingga pengguna tidak perlu meminta orang lain untuk melakukan pembersihan atau perawatan," jelas Zhang.

Kuasai 10 Persen Pangsa Pasar

Haier mencatat telah menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar peralatan rumah tangga besar di Indonesia pada 2025. Capaian tersebut sekaligus menempatkan perusahaan sebagai merek asal China dengan pangsa pasar terbesar di segmennya.

Untuk memperbesar pangsa pasar, perusahaan terus mengembangkan produk yang menyesuaikan kebutuhan konsumen Indonesia.

Selain AC, Haier juga mengembangkan lemari es dengan teknologi full-space freshness, yang dirancang menjaga kesegaran bahan makanan di seluruh ruang penyimpanan.

"Selain mengembangkan AC dengan fitur pembersihan mandiri, kami juga mengembangkan berbagai produk lemari es dengan teknologi yang kami sebut sebagai 'full-space freshness', yaitu teknologi untuk menjaga kesegaran di seluruh ruang lemari es," tambah Zhang.

Haier juga menawarkan lemari es seri Horizon berkapasitas sekitar 700 liter, yang ditujukan bagi keluarga beranggotakan sekitar lima orang sehingga mampu menyimpan sayuran, buah-buahan, dan berbagai bahan makanan dalam jumlah besar.

"Melalui produk-produk semacam itu, kami memperoleh reputasi yang baik dari para pelanggan," ungkap Zhang.

Perkuat Distribusi dan Kontribusi Sosial

Selain fokus pada inovasi produk, Haier mengaku aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan program yang berkaitan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

"Jadi, kami tidak hanya memberikan manfaat kepada konsumen, tetapi juga berkontribusi kepada masyarakat secara lebih luas," kata Zhang.

Zhang mengungkapkan tantangan terbesar selama mengembangkan bisnis di Indonesia adalah kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau sehingga distribusi produk memerlukan strategi tersendiri.

"Karena itu, transportasi dan logistik menjadi tantangan. Kami berusaha membangun lebih banyak pusat distribusi atau pusat distribusi regional. Kami menggunakan jaringan gudang agar dapat memasok produk kepada konsumen dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah," jelas Zhang.

Ia berharap pemerintah Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, bersama pemerintah China dapat terus menciptakan iklim usaha yang kondusif.

"Hal yang dapat kami lakukan adalah memanfaatkan lingkungan bisnis yang baik tersebut untuk memperluas bisnis, membangun lebih banyak fasilitas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat dan perekonomian lokal," kata Zhang.

Haier Catat Pendapatan Rp683 Triliun

Haier Group berdiri pada 1984 di Qingdao, Provinsi Shandong, setelah Zhang Ruimin mengambil alih perusahaan Qingdao General Refrigerator Factory.

Pada 2025, Haier membukukan pendapatan global sebesar 300 miliar RMB atau sekitar Rp683 triliun, dengan laba bersih mencapai 19,55 miliar RMB, meningkat 4,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan juga telah mengakuisisi sejumlah merek internasional, antara lain GE Appliances di Amerika Serikat, Fisher & Paykel di Selandia Baru, serta Candy di Eropa.

Di pasar domestik China, Haier menguasai pangsa penjualan luring sebesar 47,7 persen untuk lemari es, 47,4 persen untuk mesin cuci, dan 32,5 persen untuk pemanas air berdasarkan data GfK.

Selain merek utama Haier, perusahaan juga memiliki merek premium Casarte untuk segmen kelas atas di China serta merek Leader yang menyasar pasar massal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online