Daftar Startup AI Paling Bernilai 2026: DeepSeek Kalahkan Open AI?

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 08:57 WIB
Daftar Startup AI Paling Bernilai 2026: DeepSeek Kalahkan Open AI?

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik


Harianjogja.com, JOGJA—DeepSeek semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan baru dalam industri kecerdasan buatan global. Startup AI yang berbasis di Hangzhou, China, tersebut kini diperkirakan memiliki valuasi sekitar 350,88 miliar yuan atau setara Rp929 triliun.

Estimasi valuasi itu muncul setelah sebuah dana investasi menggelontorkan dana sebesar 2,9 miliar yuan untuk memperoleh kepemilikan saham tidak langsung di perusahaan tersebut. Informasi tersebut menjadi salah satu gambaran publik yang langka mengenai nilai perusahaan dan komposisi investor DeepSeek yang selama ini dikenal tertutup.

Perusahaan manufaktur koper asal China, Anhui Korrun, mengungkapkan dalam laporan kepada bursa bahwa dana investasinya telah mengakuisisi sekitar 0,8265% saham tidak langsung di DeepSeek. Berdasarkan nilai transaksi tersebut, valuasi perusahaan AI itu diperkirakan mencapai 350,88 miliar yuan.

Nilai tersebut menempatkan DeepSeek sebagai startup AI dengan valuasi tertinggi di China saat ini. Reuters melaporkan, perusahaan itu berhasil melampaui sejumlah pesaing domestik seperti Moonshot AI maupun Zhipu AI yang juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Di panggung global, DeepSeek kini masuk dalam jajaran startup AI paling bernilai di dunia. Meski masih berada di bawah perusahaan-perusahaan Amerika Serikat seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI, pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa China semakin mampu bersaing dalam industri teknologi yang selama ini didominasi Silicon Valley.

Perjalanan DeepSeek menuju posisi saat ini berlangsung sangat cepat. Nama perusahaan mulai menarik perhatian dunia setelah meluncurkan model AI V3 dan R1 yang menawarkan kemampuan tinggi dengan biaya pengembangan yang relatif lebih rendah dibandingkan banyak pesaingnya.

Kemunculan model-model tersebut mematahkan anggapan bahwa perusahaan teknologi China akan kesulitan mengejar ketertinggalan akibat pembatasan ekspor chip canggih yang diterapkan Amerika Serikat.

Alih-alih melambat, tekanan tersebut justru mendorong lahirnya inovasi baru. DeepSeek menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan teknologi China berupaya mengembangkan teknologi AI secara lebih efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Selama bertahun-tahun, DeepSeek memilih berkembang tanpa mengandalkan pendanaan investor eksternal. Operasional perusahaan sebagian besar ditopang oleh High-Flyer, hedge fund kuantitatif yang didirikan oleh pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng.

Namun strategi tersebut mulai berubah. Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan persaingan yang semakin ketat di industri AI, perusahaan mulai membuka diri terhadap investasi dari luar.

Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kapasitas pusat data, meningkatkan kemampuan komputasi, serta memperbaiki kompensasi dan fasilitas bagi para talenta teknologi yang menjadi aset utama perusahaan.

Laporan sebelumnya menyebutkan DeepSeek tengah menjajaki penggalangan dana hingga 50 miliar yuan dari sejumlah investor besar, termasuk Tencent dan CATL. Jika rencana tersebut terealisasi, valuasi perusahaan diperkirakan dapat meningkat hingga mendekati 400 miliar yuan.

Bahkan sejumlah sumber industri menyebut putaran pendanaan berikutnya berpotensi mendorong nilai perusahaan menuju level 500 miliar yuan.

Tidak hanya mencari tambahan modal, DeepSeek juga dikabarkan mulai menyiapkan langkah menuju pasar modal. Perusahaan disebut tengah mempersiapkan pencatatan saham di Shanghai STAR Market dan menargetkan proses penawaran umum perdana saham atau IPO dalam waktu dekat.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pendanaan dalam industri AI terus meningkat. Persaingan tidak lagi hanya soal kualitas model kecerdasan buatan, tetapi juga kemampuan perusahaan membiayai infrastruktur yang sangat mahal, mulai dari chip, pusat data, hingga perekrutan talenta terbaik.

Meski valuasi yang beredar saat ini masih berupa estimasi berdasarkan transaksi saham tidak langsung dan belum menjadi nilai resmi perusahaan secara keseluruhan, angka tersebut tetap mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek DeepSeek.

Jika strategi ekspansi, pendanaan, dan rencana IPO berjalan sesuai target, DeepSeek berpotensi menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam industri AI global dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi China, keberhasilan DeepSeek juga memiliki makna strategis. Perusahaan tersebut menjadi simbol bahwa negara itu masih mampu melahirkan inovasi teknologi kelas dunia meskipun menghadapi berbagai pembatasan dari negara-negara Barat.

Persaingan AI global pun memasuki babak baru. Dominasi perusahaan Amerika Serikat masih sangat kuat, tetapi kemunculan DeepSeek menunjukkan bahwa peta persaingan dapat berubah lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak pihak.

StartupNegaraValuasi (US$ Miliar)
OpenAIAmerika Serikat300
AnthropicAmerika Serikat178
xAIAmerika Serikat120
DatabricksAmerika Serikat55
DeepSeekChina60
Moonshot AIChina18
MiniMaxChina15,2
Zhipu AIChina13
Mistral AIPrancis12,7

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online