Indonesia Bidik Jadi Pusat Pertumbuhan Ekosistem AI di Kawasan

Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini Minggu, 19 Juli 2026 17:37 WIB
Indonesia Bidik Jadi Pusat Pertumbuhan Ekosistem AI di Kawasan

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan. Target tersebut didukung penyusunan National AI Roadmap, penguatan infrastruktur digital, pengembangan talenta, hingga kolaborasi internasional untuk mempercepat transformasi teknologi nasional.

Komitmen itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri rangkaian kegiatan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di Shanghai, China.

Indonesia Ingin Berperan Aktif dalam Pengembangan AI

Dalam pidatonya pada High-Level Meeting of WAICO Founding State, Sabtu (18/7/2026), Airlangga menegaskan bahwa kecerdasan buatan kini telah menjadi bagian penting dalam transformasi teknologi global.

Menurutnya, AI tidak hanya mengubah struktur perekonomian dunia, tetapi juga memengaruhi daya saing negara serta arah kedaulatan teknologi.

Karena itu, Indonesia tidak ingin sekadar menjadi pasar maupun pengguna teknologi, melainkan ikut mengambil peran dalam membangun ekosistem AI global.

"Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan kecerdasan buatan ini. Kami adalah arsitek aktif dari garda terdepan era digital," kata Airlangga dalam High-Level Meeting of WAICO Founding State, Sabtu (18/7/2026).

Pemerintah Siapkan National AI Roadmap

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah tengah menyusun National AI Roadmap sebagai pedoman pengembangan kecerdasan buatan di Indonesia.

Dokumen tersebut akan menjadi acuan pembangunan ekosistem AI nasional yang mencakup pengembangan infrastruktur digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.

Airlangga menilai fondasi tersebut diperlukan agar Indonesia mampu bersaing dalam perkembangan teknologi global.

Didukung Pengguna Internet dan Infrastruktur Data

Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal yang besar untuk mengembangkan industri AI.

Hingga 2026, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 235 juta orang atau setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81%.

Selain itu, penguatan ekosistem digital juga ditopang keberadaan 182 pusat data yang telah beroperasi di berbagai wilayah.

Sebanyak 94 pusat data berada di Jakarta, sementara 16 fasilitas lainnya berlokasi di Batam.

Menurut Airlangga, meningkatnya kebutuhan layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan akan mendorong permintaan kapasitas pusat data sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor digital.

Perkuat Kolaborasi Semikonduktor dan AI

Selain memperkuat infrastruktur, pemerintah juga membangun kerja sama strategis di bidang semikonduktor dan AI bersama ARM Holdings sejak Februari 2026.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri semikonduktor sekaligus mendukung pengembangan AI sebagai salah satu pilar digitalisasi nasional.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% pada 2026, pemerintah optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan AI di kawasan sekaligus berkontribusi terhadap tata kelola AI global melalui WAICO.

"Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara," tutur Airlangga.

Negara Pendiri WAICO

Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Keanggotaan tersebut mencakup negara-negara di Asia Tenggara, anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), BRICS, serta sejumlah negara dari Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online