Fitur OTA Mobil Listrik Disebut Bisa Jadi Celah Serangan Siber
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
Ilustrasi mobil listrik
Harianjogja.com, JOGJA—Popularitas kendaraan listrik terus meningkat di berbagai negara seiring dorongan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Namun di balik kemajuan teknologi tersebut, para pakar keamanan siber mulai mengingatkan adanya risiko baru yang tidak dimiliki kendaraan konvensional.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan teknologi over-the-air (OTA), yakni sistem pembaruan perangkat lunak yang memungkinkan mobil menerima update tanpa harus datang ke bengkel. Fitur ini memang memberikan kemudahan bagi pengguna karena perbaikan sistem, peningkatan performa, hingga penambahan fitur dapat dilakukan secara jarak jauh melalui jaringan internet.
Di sisi lain, konektivitas yang tinggi tersebut juga membuka peluang munculnya ancaman keamanan siber apabila sistem perlindungan tidak dirancang secara optimal.
Analis senior dari S. Rajaratnam School of International Studies, Gabriel Lim, dikutip dari CNBC Internasional menilai ketergantungan kendaraan listrik terhadap pembaruan OTA menghadirkan tantangan keamanan yang lebih kompleks dibandingkan kendaraan konvensional.
Menurutnya, risiko yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pencurian data pribadi pengguna, tetapi juga kemungkinan pengambilalihan sistem kendaraan oleh pihak yang tidak berwenang.
Jika skenario terburuk terjadi dan kendaraan dapat dikendalikan dari jarak jauh, dampaknya tidak hanya membahayakan pengemudi serta penumpang, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan publik dalam skala yang lebih luas.
Kekhawatiran serupa sebelumnya juga disampaikan American Enterprise Institute (AEI). Dalam laporan yang diterbitkan pada Mei lalu, lembaga tersebut menyoroti pentingnya memperkuat perlindungan keamanan pada sektor otomotif yang semakin terhubung dengan jaringan digital.
AEI merekomendasikan sejumlah langkah, termasuk peninjauan keamanan tambahan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan kendaraan modern. Lembaga tersebut juga mendorong transparansi yang lebih besar kepada konsumen terkait jenis data yang dikumpulkan kendaraan.
Perhatian terhadap keamanan kendaraan listrik juga mulai muncul di sejumlah negara Eropa. Pemerintah Inggris melalui Departemen Transportasi menyatakan sedang mengkaji berbagai potensi risiko yang berkaitan dengan teknologi kendaraan terkoneksi.
Kajian tersebut dilakukan bersama Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris untuk memastikan perkembangan kendaraan modern tidak menimbulkan ancaman baru terhadap keamanan publik.
Sementara itu, Denmark dan Norwegia juga mulai meningkatkan pengawasan setelah ditemukan potensi kerentanan keamanan pada sejumlah armada bus listrik yang menggunakan teknologi pembaruan perangkat lunak jarak jauh.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman keamanan siber tidak hanya menyasar kendaraan pribadi, tetapi juga dapat berdampak pada sistem transportasi publik yang mengandalkan konektivitas digital.
Teknologi OTA sendiri sebenarnya telah digunakan sejak lebih dari satu dekade lalu. Salah satu pionir penerapannya adalah Tesla melalui Model S yang diperkenalkan pada 2012. Sejak saat itu, semakin banyak produsen otomotif mengadopsi sistem serupa karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan purnajual dan mempercepat distribusi pembaruan perangkat lunak.
Meski menawarkan berbagai keuntungan, para pakar menilai keamanan harus menjadi prioritas utama seiring meningkatnya kompleksitas sistem kendaraan modern.
Bagi pengguna mobil listrik, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko serangan siber:
1. Perbarui software secara rutin dan jangan abaikan notifikasi dari pabrikan.
2. Gunakan kata sandi yang kuat untuk akun ponsel dan aplikasi yang terhubung ke mobil.
3. Hati-hati terhadap akses jarak jauh, batasi siapa saja yang bisa mengakses fitur-fitur mobil.
4. Lindungi data pribadi, jangan menyimpan informasi sensitif di dalam mobil tanpa enkripsi.
Dengan memahami risiko dan mengambil langkah pencegahan, pengemudi bisa tetap menikmati kemudahan teknologi OTA tanpa harus mengorbankan keamanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi fenomena sekolah yang kekurangan murid. Lokasi sekolah hingga stigma sekolah favorit menjadi sorotan.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.
Program kompor listrik gratis untuk rumah tangga masuk RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pengurangan subsidi energi dan impor LPG.
Target PAD retribusi parkir Kulonprogo naik menjadi Rp1,187 miliar pada 2026. Dishub optimistis tercapai dengan sistem kontrak pengelolaan parkir.