Sebelum Beli Mobil Listrik, Cek Dulu Biaya Ganti Baterainya

Jumali
Jumali Senin, 31 Agustus 2026 11:57 WIB
Sebelum Beli Mobil Listrik, Cek Dulu Biaya Ganti Baterainya

Ilustrasi mobil listrik

Harianjogja.com, JOGJA— Harga pembelian dan jarak tempuh bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil listrik. Calon pemilik juga perlu menghitung biaya kepemilikan dalam jangka panjang, termasuk potensi biaya penggantian baterai.

Baterai menjadi salah satu komponen paling mahal pada kendaraan listrik. Kontribusinya diperkirakan mencapai 40% hingga 60% dari total harga jual mobil.

Meski kerusakan baterai tidak selalu membuat seluruh battery pack harus diganti, biaya komponennya tetap perlu menjadi pertimbangan. Besarnya biaya sangat bergantung pada merek, model, kapasitas baterai, teknologi yang digunakan, hingga metode perbaikannya.

Dirangkum dari berbagai sumber, di Indonesia, estimasi biaya penggantian baterai mobil listrik cukup beragam. Untuk sejumlah model, biayanya berada di kisaran Rp100 juta, sementara pada model tertentu dapat menembus lebih dari Rp500 juta.

Wuling Air ev

Wuling Air ev menjadi salah satu mobil listrik dengan estimasi biaya baterai yang relatif lebih rendah.

Wuling menyebut harga baterai Air ev berada di kisaran Rp100 juta. Untuk varian Long Range, mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 26,7 kWh.

Sementara itu, varian dengan baterai 17,3 kWh diperkirakan memiliki biaya penggantian sekitar Rp80 juta hingga Rp100 juta.

Wuling juga memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 120.000 kilometer untuk Air ev.

Hyundai Ioniq 5

Berbeda dengan sejumlah model yang menggunakan pendekatan penggantian satu pack, Hyundai Ioniq 5 memiliki baterai yang terdiri dari beberapa modul.

Hyundai pernah menyebut harga satu modul baterai berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta. Artinya, apabila kerusakan hanya terjadi pada bagian tertentu, pemilik tidak selalu harus mengganti seluruh baterai.

Namun, apabila seluruh battery pack perlu diganti, estimasinya jauh lebih besar. Biaya untuk Ioniq 5 disebut sekitar Rp300 jutaan untuk varian Standard Range dan Rp400 jutaan untuk varian Long Range.

Hyundai memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer.

Jaecoo J5 EV

Jaecoo J5 EV juga memiliki estimasi biaya baterai yang cukup besar jika dibandingkan dengan harga kendaraannya.

Biaya penggantian baterai J5 disebut berada di kisaran Rp174 juta termasuk pemasangan. Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 60,9 kWh dengan garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer.

Sebagai gambaran, harga Jaecoo J5 varian Standard berada di angka Rp279,9 juta, sedangkan varian Premium dibanderol Rp309,9 juta.

Dengan demikian, biaya baterai menjadi salah satu komponen yang patut diperhitungkan calon pembeli ketika menghitung biaya kepemilikan mobil listrik tersebut.

Untuk model lain, Jaecoo J7 SHS-P atau PHEV memiliki baterai 18,3 kWh dengan estimasi biaya penggantian sekitar Rp106 juta. Sementara J8 SHS-P dengan baterai 34,4 kWh diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp160 juta jika baterainya diganti.

Toyota bZ4X

Toyota bZ4X menjadi salah satu mobil listrik dalam daftar dengan estimasi biaya baterai paling tinggi.

Biaya penggantian baterainya pernah disebut mencapai sekitar Rp540 juta. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan estimasi baterai pada beberapa model mobil listrik lain yang beredar di Indonesia.

Toyota bZ4X menggunakan baterai berkapasitas 71,4 kWh, sedangkan versi produksi lokal memiliki kapasitas 73,1 kWh.

Meski demikian, Toyota memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer. Garansi tersebut menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan calon pemilik sebelum memikirkan potensi biaya penggantian baterai. 

BYD

BYD dengan teknologi Blade Battery juga menjadi salah satu merek yang perlu diperhitungkan.

Estimasi biaya penggantian Blade Battery generasi terbaru berada di kisaran Rp70 juta hingga Rp120 juta, bergantung pada kapasitas dan model kendaraan.

Untuk BYD Atto 3 dan Dolphin, estimasi biaya penggantian baterai disebut berada di kisaran Rp120 juta hingga Rp200 juta.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas dan model kendaraan memiliki pengaruh besar terhadap biaya baterai, sehingga tidak tepat jika seluruh mobil listrik dianggap memiliki biaya penggantian yang sama.

Mengapa Harga Baterai Bisa Berbeda?

Biaya penggantian baterai mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh kapasitas dalam satuan kWh.

Desain battery pack, teknologi sel yang digunakan, ketersediaan suku cadang, jaringan servis, serta kebijakan produsen turut memengaruhi harga.

Ada pula kendaraan yang memungkinkan teknisi mengganti modul tertentu tanpa mengganti keseluruhan pack. Metode tersebut tentu dapat menekan biaya ketika kerusakan hanya terjadi pada bagian tertentu.

Secara umum, beberapa faktor yang perlu diperhatikan calon pembeli adalah:

FaktorPengaruh terhadap biaya
Kapasitas bateraiSemakin besar kapasitas, potensi biaya penggantian semakin tinggi
Teknologi bateraiJenis baterai dapat memengaruhi harga komponen
Merek dan suku cadangKetersediaan komponen dan jaringan servis berpengaruh terhadap biaya
Metode penggantianPenggantian modul dapat lebih murah dibandingkan satu pack penuh
GaransiKerusakan yang memenuhi ketentuan garansi dapat ditanggung produsen

Garansi Jadi Hal Penting Sebelum Membeli

Besarnya angka penggantian baterai seharusnya tidak langsung membuat calon pembeli khawatir. Pasalnya, sejumlah produsen memberikan perlindungan baterai dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Rata-rata produsen mobil listrik di Indonesia memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer, meski ketentuan dapat berbeda pada setiap merek dan model.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya menanyakan durasi garansi. Tanyakan pula kondisi apa saja yang ditanggung, batas kapasitas baterai yang menjadi dasar klaim, prosedur pengajuan garansi, serta apakah produsen menyediakan opsi penggantian modul.

Informasi tersebut dapat menjadi pembeda penting ketika membandingkan dua mobil listrik dengan harga jual yang relatif berdekatan.

Cara Menjaga Umur Baterai Mobil Listrik

Pemilik juga dapat melakukan sejumlah kebiasaan untuk membantu menjaga kondisi baterai dalam jangka panjang.

Untuk penggunaan sehari-hari, pengisian daya hingga sekitar 80% dapat menjadi pilihan apabila sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Baterai juga sebaiknya tidak dibiarkan benar-benar kosong secara terus-menerus.

Pengisian AC dapat digunakan untuk kebutuhan rutin, sementara pengisian cepat atau fast charging digunakan sesuai kebutuhan dan rekomendasi produsen.

Suhu juga perlu diperhatikan. Parkir kendaraan di tempat yang terlalu panas dalam waktu lama dapat memberikan beban tambahan pada sistem baterai.

Yang tidak kalah penting, pemilik perlu mengikuti panduan perawatan yang diberikan produsen karena karakter dan sistem pengelolaan baterai setiap kendaraan dapat berbeda.

Jangan Hanya Hitung Harga Mobil

Besarnya biaya baterai menunjukkan bahwa membeli mobil listrik tidak cukup hanya dengan membandingkan harga jual dan jarak tempuh.

Garansi baterai, kapasitas, teknologi, jaringan servis, serta metode perbaikan perlu masuk dalam perhitungan biaya kepemilikan.

Angka Rp100 juta, Rp300 juta, bahkan Rp540 juta yang muncul dalam estimasi di atas juga bukan berarti pemilik otomatis harus membayar sebesar itu ketika baterai mengalami masalah.

Selama kerusakan memenuhi ketentuan garansi, biaya perbaikan atau penggantian dapat ditanggung produsen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, sebelum memutuskan membeli mobil listrik, calon konsumen sebaiknya meminta informasi resmi mengenai harga baterai, masa garansi, cakupan perlindungan, serta ketersediaan layanan perbaikan.

Dengan begitu, keputusan membeli mobil listrik tidak hanya didasarkan pada harga kendaraan saat keluar dari dealer, tetapi juga mempertimbangkan biaya kepemilikan dan risiko pengeluaran dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online