Subaru Akui Tertinggal dan Siap Hidupkan Mobil Sport Lagi

Jumali
Jumali Senin, 27 Juli 2026 10:37 WIB
Subaru Akui Tertinggal dan Siap Hidupkan Mobil Sport Lagi

Subaru Solterra - Subaru

Harianjogja.com, JOGJA—Subaru akhirnya memberi secercah harapan bagi para penggemar mobil performa yang selama beberapa tahun terakhir menanti kembalinya identitas sport khas merek asal Jepang tersebut.

Di tengah dominasi kendaraan elektrifikasi dan regulasi emisi yang semakin ketat, Subaru mengambil langkah strategis dengan membentuk unit khusus yang berfokus pada pengembangan kendaraan berkarakter menyenangkan untuk dikendarai.

Carscoops mengungkapkan, keputusan ini menjadi sinyal penting bahwa Subaru tidak ingin terus kehilangan identitas yang selama puluhan tahun melekat kuat pada nama-nama legendaris seperti WRX STI, Legacy GT, hingga Forester XT.

Langkah tersebut muncul setelah banyak penggemar menilai Subaru perlahan menjauh dari akar performanya. Hilangnya model STI dari jajaran produk global menjadi salah satu keputusan yang paling banyak menuai kritik. Di sisi lain, generasi terbaru WRX dianggap lebih dewasa dan nyaman digunakan sehari-hari, tetapi kehilangan sebagian karakter agresif yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Best Car melaporkan, Chief Technical Officer Subaru, Tetsuro Fujinuki, secara terbuka mengakui bahwa perusahaan perlu melakukan perubahan besar dalam pendekatan pengembangan produk.

Menurutnya, Subaru Global Newsroom, metode lama yang selama ini digunakan sudah tidak cukup untuk menjawab kebutuhan pasar dan ekspektasi penggemar otomotif modern.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pengakuan paling jujur yang pernah disampaikan petinggi produsen otomotif Jepang mengenai kondisi internal perusahaan.

Sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi, Subaru membentuk Product Innovation Headquarters yang di dalamnya terdapat unit khusus bernama Sports Vehicle Planning Office. Divisi inilah yang nantinya bertanggung jawab memastikan unsur kesenangan berkendara tetap menjadi bagian penting dari setiap pengembangan produk baru.

Keberadaan divisi tersebut dinilai sebagai perubahan signifikan. Selama ini banyak mobil konsep performa Subaru mendapat sambutan positif dari publik, tetapi tidak pernah berlanjut ke tahap produksi massal. Akibatnya, Subaru kerap dianggap kalah agresif dibanding para pesaingnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, rival-rival Subaru justru tampil semakin berani menghadirkan mobil sport bermesin bensin. Toyota sukses mencuri perhatian melalui GR Corolla dan GR Yaris. Honda mempertahankan reputasi Civic Type R sebagai salah satu hot hatch terbaik dunia. Sementara Hyundai mengejutkan pasar lewat lini performa N yang berkembang pesat.

Di tengah persaingan tersebut, absennya STI membuat Subaru kehilangan salah satu senjata terkuatnya dalam membangun citra merek.

Padahal, sejarah Subaru di dunia reli telah menciptakan basis penggemar yang sangat loyal. Warna biru khas Subaru dengan livery emas STI masih menjadi simbol yang dikenang banyak pencinta otomotif hingga saat ini.

Meski pembentukan Sports Vehicle Planning Office belum berarti generasi baru WRX STI akan segera diluncurkan, langkah ini menunjukkan perubahan arah yang cukup jelas. Subaru tampaknya ingin memastikan bahwa mobil performa tetap memiliki tempat dalam strategi jangka panjang perusahaan.

Bagi para penggemar, keputusan tersebut menjadi alasan untuk kembali optimistis. Setelah bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian, kini ada sinyal bahwa Subaru mulai mendengarkan suara komunitas yang selama ini merindukan hadirnya mobil-mobil bertenaga dengan karakter khas yang pernah menjadikan merek tersebut disegani di jalan raya maupun lintasan reli.

Kini perhatian tertuju pada langkah berikutnya. Apakah Subaru benar-benar akan menghadirkan penerus STI yang mampu bersaing dengan para rival modern, atau divisi baru ini hanya menjadi awal dari transformasi yang lebih besar? Jawabannya mungkin belum datang dalam waktu dekat, tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, masa depan mobil sport Subaru terlihat kembali menjanjikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online