Mobil Kena Abu Vulkanik, Begini Cara Membersihkannya

Jumali
Jumali Senin, 07 September 2026 21:27 WIB
Mobil Kena Abu Vulkanik, Begini Cara Membersihkannya

Hujan abu vulkanis akibat letusan Gunung Anak Krakatau/BNPB

Harianjogja.com, JOGJA— Hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dapat menimbulkan masalah pada kendaraan. Jika abu yang menempel pada mobil dibersihkan dengan cara yang keliru, permukaan bodi, kaca, filter udara, hingga komponen mesin berisiko mengalami kerusakan.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga setelah mengalami episode erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat yang terdampak hujan abu untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker.

Abu vulkanik memiliki sifat abrasif dan dapat masuk melalui berbagai celah kendaraan. USGS menyebut abu dapat menggores kaca depan, mempercepat korosi pada permukaan kendaraan, menyumbat sistem filtrasi udara, serta meningkatkan keausan komponen mesin dan transmisi.

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak memperlakukan abu vulkanik seperti debu jalanan biasa.

Empat Bagian Mobil yang Rentan Terkena Abu Vulkanik

1. Bodi dan Cat Mobil

Jangan langsung mengelap bodi kendaraan yang masih dipenuhi abu dalam kondisi kering.

Partikel abu yang berada di antara kain dan permukaan cat dapat menimbulkan goresan ketika kendaraan digosok. USGS juga menyarankan agar abu tidak dibersihkan dengan cara menyikat permukaan kendaraan karena dapat menyebabkan goresan.

Langkah yang lebih aman adalah membilas abu terlebih dahulu dengan air sehingga material yang menempel dapat terangkat sebelum permukaan dilap.

Abu juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menempel pada bodi. Kontak abu dengan kelembapan dapat meningkatkan risiko korosi pada sejumlah permukaan dan komponen eksterior kendaraan.

2. Kaca Depan dan Wiper

Kaca depan menjadi salah satu bagian yang harus mendapat perhatian khusus.

Jangan mengaktifkan wiper ketika kaca masih tertutup abu kering. Partikel yang terjebak di antara karet wiper dan kaca dapat menggores permukaan kaca dan meninggalkan bekas yang sulit diperbaiki.

Sebelum menggunakan wiper, bersihkan kaca dan karet wiper terlebih dahulu. Jika sedang berkendara dan abu kembali menempel, gunakan cairan pembersih kaca serta air secukupnya dan hindari mengandalkan wiper pada permukaan yang kering.

Risiko tersebut semakin penting diperhatikan karena goresan pada kaca depan dapat mengganggu pandangan pengemudi.

3. Filter Udara dan Mesin

Abu vulkanik yang masuk ke sistem pemasukan udara dapat menyumbat filter. Dalam kondisi paparan berat, material tersebut juga dapat masuk ke mesin dan meningkatkan keausan komponen bergerak.

USGS menyebut filter udara harus tetap terpasang ketika kendaraan digunakan. Jika filter tidak dapat langsung diganti, filter tertentu dapat dibersihkan dengan meniupkan udara dari sisi bersih menuju sisi kotor. Namun, cara tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti spesifikasi filter serta kendaraan.

Untuk kendaraan modern, pemilik sebaiknya merujuk buku manual atau meminta pemeriksaan bengkel apabila kendaraan terpapar abu dalam jumlah besar. Filter yang rusak atau terlalu kotor sebaiknya diganti.

Paparan abu juga membuat interval perawatan oli perlu mendapat perhatian lebih. USGS merekomendasikan penggantian oli dan filter oli lebih sering pada kendaraan yang beroperasi dalam kondisi abu sangat berat. Untuk paparan abu yang sangat pekat, panduan tersebut mencantumkan interval sekitar 80-160 kilometer, sedangkan pada kondisi abu lebih ringan intervalnya sekitar 800-1.600 kilometer.

Interval tersebut merupakan panduan khusus untuk kondisi paparan abu dan bukan pengganti rekomendasi servis dari produsen kendaraan.

4. Rem dan Komponen Bergerak

Abu juga dapat masuk ke bagian kendaraan yang memiliki celah atau komponen bergerak.

USGS menyebut sistem rem dan rakitan rem termasuk bagian yang rentan terhadap abrasi serta penyumbatan akibat abu. Karena itu, kendaraan yang digunakan dalam kondisi sangat berdebu membutuhkan pemeriksaan dan pembersihan rem lebih sering.

Komponen seperti transmisi juga dapat mengalami peningkatan keausan apabila partikel abu masuk ke dalam sistem. Sejumlah seal pada komponen hidraulis pun dapat mengalami keausan lebih cepat akibat paparan abu.

Jika kendaraan sempat digunakan di area dengan paparan abu berat, pemeriksaan di bengkel menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan hanya membersihkan bagian luarnya.

Cara Membersihkan Mobil yang Terkena Abu Vulkanik

1. Jangan Langsung Mengelap Abu Kering

Kesalahan yang paling mudah dilakukan adalah mengambil kain lalu mengusap seluruh bodi kendaraan.

Cara tersebut berisiko menyeret partikel abrasif di atas permukaan cat dan kaca. Sebaiknya, singkirkan abu menggunakan air terlebih dahulu.

USGS merekomendasikan penggunaan air untuk membilas abu dari kendaraan. Pemilik kendaraan juga perlu membersihkan bagian mesin, radiator, serta area penting lainnya apabila terkena paparan abu.

Untuk bagian kelistrikan dan area pemasukan udara, proses pembersihan perlu dilakukan secara hati-hati agar abu dan air tidak justru masuk ke komponen yang sensitif.

2. Bersihkan Kaca Sebelum Menyalakan Wiper

Setelah kendaraan terkena hujan abu, jangan langsung masuk ke mobil dan menyalakan wiper.

Bersihkan terlebih dahulu kaca depan serta karet wiper. Pastikan tidak ada partikel kasar yang masih tertinggal sebelum wiper digunakan.

Langkah sederhana ini penting karena abu yang berada di antara kaca dan wiper dapat menghasilkan goresan permanen.

3. Periksa atau Ganti Filter Udara

Filter udara menjadi salah satu komponen yang paling cepat terdampak ketika kendaraan digunakan di area dengan konsentrasi abu tinggi.

Jika paparan cukup berat, periksa kondisi filter setelah kendaraan digunakan. Jangan mengoperasikan kendaraan tanpa filter udara karena justru dapat memungkinkan lebih banyak partikel masuk ke mesin.

Untuk pembersihan menggunakan udara bertekanan, USGS memberikan panduan agar udara diarahkan dari sisi bersih ke sisi kotor. Jika pemilik kendaraan ragu terhadap jenis filter atau teknik pembersihannya, pemeriksaan di bengkel lebih disarankan.

4. Perhatikan Kondisi Oli

Paparan abu dalam jumlah besar membuat pemilik kendaraan perlu lebih memperhatikan kondisi oli dan filter oli.

Partikel abu yang masuk ke mesin dapat meningkatkan keausan komponen. Karena itu, kendaraan yang beroperasi dalam kondisi abu berat mungkin memerlukan penggantian oli lebih sering dibandingkan interval normal.

Namun, jangan menjadikan angka 160 kilometer sebagai aturan universal untuk semua kendaraan. Interval tersebut berasal dari panduan USGS untuk kondisi paparan abu yang sangat berat dan perlu disesuaikan dengan tingkat paparan serta rekomendasi teknis kendaraan.

5. Gunakan Sirkulasi Udara Dalam

Saat harus berkendara di wilayah yang masih dipenuhi abu, gunakan mode sirkulasi udara dalam atau recirculation jika tersedia.

Mode tersebut membantu mengurangi masuknya udara luar yang mengandung abu ke dalam kabin. USGS juga mencantumkan penggunaan sirkulasi internal sebagai salah satu langkah untuk mengurangi masuknya debu atau abu ke kendaraan.

Meski demikian, jika kondisi jalan dipenuhi abu hingga mengurangi jarak pandang, keputusan paling aman adalah tidak berkendara kecuali benar-benar diperlukan. Abu yang beterbangan dapat mengurangi visibilitas dan membuat permukaan jalan licin.

Kapan Mobil Perlu Dibawa ke Bengkel?

Tidak semua kendaraan yang terkena abu membutuhkan perbaikan besar. Namun, pemeriksaan profesional sebaiknya dilakukan apabila kendaraan terpapar abu dalam jumlah banyak atau digunakan berulang kali di kawasan terdampak.

Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain filter udara, oli dan filter oli, sistem rem, radiator, komponen kelistrikan, serta bagian mesin yang memiliki saluran masuk udara.

Pemeriksaan juga penting apabila setelah terpapar abu kendaraan mengalami penurunan tenaga, suara mesin berubah, indikator peringatan menyala, pengereman terasa berbeda, atau sistem pendinginan tidak bekerja seperti biasanya.

Jangan menunggu kerusakan menjadi parah hanya karena bagian luar mobil sudah terlihat bersih.

Lindungi Mobil Selama Abu Masih Berpotensi Turun

Selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dipantau dan statusnya berada pada Level III, pemilik kendaraan di wilayah terdampak perlu mengantisipasi kemungkinan hujan abu kembali terjadi. Badan Geologi masih meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu lebat.

Jika memungkinkan, parkir kendaraan di tempat tertutup. Car cover juga dapat digunakan ketika kendaraan harus berada di luar ruangan, tetapi abu yang sudah menempel tetap perlu dibersihkan dengan teknik yang benar.

Intinya, jangan menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa. Material tersebut dapat bersifat abrasif, menyumbat filter, masuk ke bagian kendaraan yang bergerak, dan meningkatkan keausan sejumlah komponen.

Semakin berat paparan abu, semakin penting pemeriksaan dan perawatan kendaraan dilakukan lebih cepat. Untuk kerusakan atau komponen yang tidak dapat ditangani sendiri, pemilik kendaraan sebaiknya menyerahkannya kepada teknisi atau bengkel yang memahami prosedur pembersihan kendaraan setelah paparan abu vulkanik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online