Thom Haye Langsung Pimpin Top Assist Piala AFF 2026
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
Ilustrasi./freepik
Harianjogja.com, JOGJA—LinkedIn, platform profesional dan pencarian kerja terbesar di dunia, tengah menjadi perhatian otoritas Amerika Serikat. Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, membuka penyelidikan terhadap perusahaan milik Microsoft tersebut terkait dugaan praktik pemasangan lowongan kerja palsu atau yang dikenal dengan istilah ghost jobs.
Penyelidikan ini menjadi sorotan karena menyangkut jutaan pencari kerja yang mengandalkan LinkedIn untuk menemukan peluang karier. Otoritas Texas menilai praktik tersebut berpotensi menyesatkan pengguna, terutama mereka yang membayar layanan Premium dengan harapan memperoleh akses lebih baik terhadap peluang kerja yang tersedia.
Berdasarkan dokumen resmi yang dirilis Kantor Jaksa Agung Texas, investigasi difokuskan pada dugaan bahwa sebagian lowongan yang tampil di platform tersebut sebenarnya sudah tidak aktif atau tidak benar-benar ditujukan untuk proses perekrutan. Untuk mendalami dugaan itu, otoritas telah menerbitkan Civil Investigative Demand (CID) kepada LinkedIn guna memperoleh berbagai dokumen dan data internal perusahaan.
Dugaan Ghost Jobs Jadi Sorotan
The Independent mengungkapkan, fenomena ghost jobs bukan isu baru dalam dunia rekrutmen digital. Istilah ini merujuk pada lowongan yang dipublikasikan meskipun perusahaan tidak memiliki kebutuhan nyata untuk merekrut karyawan dalam waktu dekat atau bahkan tidak berniat mengisi posisi tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Kantor Jaksa Agung Texas menyebut sejumlah studi independen memperkirakan antara 20% hingga 33% lowongan kerja daring berpotensi masuk kategori ghost jobs. Jika benar terjadi, praktik tersebut dapat membuat pencari kerja menghabiskan waktu dan tenaga untuk melamar pekerjaan yang sebenarnya tidak tersedia.
Otoritas Texas juga menyoroti kemungkinan keterkaitan antara banyaknya lowongan yang ditampilkan dengan pemasaran layanan Premium LinkedIn.
Layanan Premium Ikut Disorot
LinkedIn selama ini menawarkan sejumlah layanan berbayar, termasuk Premium Career dan Premium Business. Layanan tersebut menjanjikan berbagai fitur tambahan seperti visibilitas lebih tinggi kepada perekrut, analisis kandidat, hingga akses informasi yang lebih lengkap terkait proses perekrutan.
Menurut dokumen investigasi, pelanggan Premium membayar sekitar US$39,99 hingga US$69,99 per bulan. Otoritas Texas mempertanyakan apakah pengguna mendapatkan nilai yang dijanjikan apabila sebagian lowongan yang tersedia ternyata tidak mencerminkan peluang kerja yang benar-benar aktif.
Atas dasar itu, penyelidikan juga diarahkan untuk menilai apakah terdapat pelanggaran terhadap Texas Deceptive Trade Practices Act atau undang-undang perlindungan konsumen di negara bagian tersebut.
LinkedIn Membantah Tuduhan
Menanggapi investigasi tersebut, LinkedIn menegaskan bahwa tujuan utama platformnya adalah membantu pencari kerja menemukan pekerjaan yang sesuai.
Perusahaan menyatakan kebijakan internal mereka mewajibkan setiap lowongan yang dipublikasikan bersifat autentik dan ditampilkan secara akurat. LinkedIn juga mengaku telah menyediakan sejumlah indikator seperti waktu respons perusahaan dan status peninjauan kandidat agar pengguna dapat mengetahui apakah sebuah lowongan masih aktif atau tidak.
Selain itu, perusahaan menyebut terus berinvestasi pada fitur verifikasi untuk lowongan pekerjaan, perekrut, serta halaman perusahaan guna meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap informasi yang tersedia di platform.
Belum Ada Gugatan Resmi
Meski investigasi telah berjalan, hingga kini belum ada gugatan resmi maupun putusan hukum yang menyatakan LinkedIn melakukan pelanggaran.
Penyelidikan masih berada pada tahap pengumpulan informasi dan pemeriksaan dokumen. Hasil investigasi nantinya akan menentukan apakah otoritas Texas menemukan cukup bukti untuk melanjutkan perkara ke tahap hukum berikutnya.
Kasus ini menjadi salah satu penyelidikan terbesar terhadap platform rekrutmen digital dalam beberapa tahun terakhir. Jika terbukti ada pelanggaran, hasilnya berpotensi memengaruhi praktik perekrutan daring dan transparansi lowongan kerja di berbagai platform digital lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli
Seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Simak daftar 9 instansi penyelenggara, syarat umum, dan persiapan yang perlu dilakukan calon peserta.