AS Larang Impor Robot Humanoid dan Robot Kaki Empat dari China!

Jumali
Jumali Kamis, 30 Juli 2026 11:57 WIB
AS Larang Impor Robot Humanoid dan Robot Kaki Empat dari China!

Bendera China dan Amerika Serikat. Ilustrasi/Canva

Harianjogja.com, JOGJA—Amerika Serikat (AS) resmi melarang impor robot humanoid dan robot berkaki empat buatan asing untuk model-model baru. Kebijakan yang diumumkan oleh Federal Communications Commission (FCC) pada Selasa (29/7/2026) ini dinilai berisiko terhadap keamanan nasional AS. Langkah ini langsung memicu kecaman dari China, yang menjadi salah satu produsen utama robot jenis tersebut.

Robot Humanoid dan Berkaki Empat Masuk Daftar Berbahaya

Dilansir dari BBC, FCC memasukkan robot humanoid dan robot berkaki empat ke dalam Covered List, yaitu daftar produk dan layanan yang dianggap dapat membahayakan keamanan nasional AS . Menurut FCC, robot buatan luar negeri berpotensi dimanfaatkan oleh pihak asing untuk memata-matai warga AS, meningkatkan kemampuan badan intelijen negara lain, hingga mengambil alih kendali robot dari jarak jauh. Lembaga tersebut juga mengkhawatirkan risiko serangan siber yang dapat mengeksploitasi robot untuk melakukan pengawasan maupun aktivitas berbahaya lainnya.

Selain robot, FCC juga melarang impor inverter listrik baru buatan luar negeri, yakni perangkat yang banyak digunakan di data center dan sistem panel surya . Inverter listrik dinilai berpotensi digunakan perusahaan asing untuk mematikan sistem dari jarak jauh, mencuri data, atau memfasilitasi pengawasan oleh pemerintah asing melalui serangan siber.

Larangan Berlaku untuk Model Baru, China Mengecam

Larangan ini hanya berlaku untuk model-model baru yang diproduksi di luar AS. Robot yang sebelumnya telah memperoleh izin FCC masih dapat diimpor maupun diperdagangkan . Kebijakan ini menjadi babak baru dalam persaingan teknologi antara AS dan China, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Menanggapi larangan itu, Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa pihaknya sejak lama menentang praktik AS yang dianggap mempolitisasi isu perdagangan dan menjatuhkan sanksi dengan alasan yang tidak berdasar. China juga meminta AS menghentikan upaya mendiskreditkan perusahaan-perusahaan asal Negeri Tirai Bambu.

"Kami mendesak AS meninggalkan pola pikir hegemoninya, berhenti mencemarkan nama baik perusahaan China, dan menghentikan ancaman sanksi," demikian pernyataan Kedutaan Besar China . Beijing juga memperingatkan akan mengambil langkah yang diperlukan apabila kebijakan tersebut dinilai merugikan kepentingan China.

Dampak dan Konteks Persaingan Teknologi

Larangan ini terjadi di tengah persaingan teknologi yang semakin sengit antara AS dan China. Selama beberapa tahun terakhir, AS telah membatasi ekspor chip semikonduktor canggih ke China untuk menghambat pengembangan teknologi AI dan modernisasi militernya . Di sisi lain, China terus mempercepat pengembangan robot humanoid yang mulai digunakan di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga layanan rumah tangga. Sejumlah produsen robot China seperti Unitree, UBTech, dan AgiBot juga gencar memasarkan produknya ke pasar global, bersaing dengan perusahaan Amerika seperti Tesla milik Elon Musk dan Boston Dynamics.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online