Bonceng Anak Naik Motor? Pastikan 4 Hal Ini Demi Keselamatan

Jumali
Jumali Rabu, 12 Agustus 2026 06:57 WIB
Bonceng Anak Naik Motor? Pastikan 4 Hal Ini Demi Keselamatan

Ilustrasi pemotor berboncengan menyamping./Istimewa-Honda


Harianjogja.com, JOGJA— Sepeda motor masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia. Setiap pagi, jutaan orang tua mengantar anak-anak mereka ke sekolah dengan menaiki dua roda. Namun, di balik kemudahan dan kepraktisan ini, ada tanggung jawab besar yang sering kali terabaikan: memastikan keselamatan buah hati saat dibonceng.

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memiliki kondisi fisik yang belum sempurna. Kemampuan menjaga keseimbangan, kekuatan otot, hingga kesiapan mental menghadapi guncangan di jalan masih terbatas. Karena itu, membonceng anak bukanlah sekadar "duduk di belakang" tetapi membutuhkan persiapan matang dan perhatian ekstra.

Berikut empat tips penting yang wajib diperhatikan orang tua sebelum membawa anak naik motor. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Pastikan Kaki Anak Sudah Menapak Footstep

Ini adalah syarat mutlak yang sering diabaikan. Anak sebaiknya baru dibonceng di jok belakang ketika kedua kakinya sudah mampu menapak dengan baik pada footstep sepeda motor. Mengapa ini penting?

"Posisi kaki yang menggantung dapat mengurangi keseimbangan tubuh anak dan meningkatkan risiko saat sepeda motor berbelok, bermanuver, maupun melintasi jalan yang tidak rata," jelas Ludhy.

Kaki yang menapak dengan mantap membantu anak menjaga pusat gravitasinya, terutama saat motor bergerak dinamis. Jika kaki anak masih menjuntai, setiap guncangan atau tikungan akan membuat tubuhnya mudah oleng dan berisiko terjatuh.

2. Pastikan Anak Mampu Berpegangan dengan Benar

Posisi berkendara yang aman adalah anak duduk di belakang pengendara dengan menghadap ke depan. Namun, duduk saja tidak cukup. Anak harus mampu memeluk atau berpegangan pada tubuh pengendara dengan baik.

Ini penting untuk menjaga stabilitas saat terjadi akselerasi mendadak maupun pengereman mendadak. Jika anak tidak bisa memegang erat, tubuhnya akan tersentak ke depan atau ke belakang, meningkatkan risiko cedera. Orang tua perlu memastikan anak memahami cara berpegangan yang benar dan memiliki kekuatan cukup untuk melakukannya sepanjang perjalanan.

3. Pastikan Anak Siap Saat Naik dan Turun Motor

Momen naik dan turun motor adalah saat paling rawan terjadi kecelakaan. Sebelum perjalanan dimulai, pastikan anak sudah mampu naik dan turun sepeda motor dengan aman dalam pengawasan orang tua.

Kebiasaan naik dari sisi kiri bukan tanpa alasan. Sisi kiri adalah area yang relatif aman karena jauh dari lalu lintas kendaraan lain yang melintas. Pastikan juga motor dalam kondisi benar-benar berhenti dan standar samping telah dipasang sebelum anak mulai menaiki atau turun dari motor.

4. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Lengkap

Keselamatan anak tidak bisa ditawar. Orang tua wajib memastikan anak menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap dan sesuai standar. Helm adalah prioritas utama—pastikan helm berukuran sesuai dengan lingkar kepala anak dan telah berstandar SNI.

Selain helm, lengkapi dengan jaket, celana panjang, serta sepatu tertutup. Perlengkapan ini memberikan perlindungan yang lebih optimal saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan pernah mengorbankan keselamatan demi kepraktisan atau alasan "jalan dekat."

Keselamatan Anak adalah Prioritas Utama

Membonceng anak naik motor memang praktis dan efisien. Namun, praktis tidak boleh mengorbankan keselamatan. Pastikan keempat syarat di atas terpenuhi sebelum Anda membawa si kecil berkeliling dengan motor. Ingat, perjalanan yang aman adalah perjalanan yang sampai di tujuan dengan selamat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online