Data Pribadi hingga Rekening Bank Ada di Ponsel, Ini Cara Melindungi

Jumali
Jumali Rabu, 12 Agustus 2026 10:47 WIB
Data Pribadi hingga Rekening Bank Ada di Ponsel, Ini Cara Melindungi

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Ponsel pintar kini tidak lagi sekadar alat komunikasi. Perangkat yang selalu berada dalam genggaman tersebut telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas digital masyarakat, mulai dari menyimpan foto keluarga, dokumen identitas, hingga mengakses layanan perbankan dan pekerjaan.

Namun di balik kemudahan itu, terdapat risiko keamanan yang semakin besar. Ketergantungan tinggi terhadap smartphone tidak selalu diimbangi dengan kesadaran untuk melindungi data pribadi yang tersimpan di dalamnya.

Temuan tersebut terungkap dalam survei terbaru perusahaan keamanan siber global Kaspersky yang menunjukkan perangkat seluler kini telah melampaui komputer pribadi (PC) sebagai sarana utama masyarakat mengakses internet.

Sebanyak 72% responden di kawasan Asia Pasifik mengaku menggunakan smartphone sebagai perangkat utama untuk terhubung ke dunia maya. Di Indonesia, angkanya bahkan mencapai 77%, yang berarti hampir delapan dari sepuluh pengguna internet mengandalkan ponsel dalam aktivitas digital sehari-hari.

Ponsel Menjadi Pusat Penyimpanan Data Penting

Tingginya penggunaan smartphone juga diikuti dengan semakin banyaknya data sensitif yang disimpan di dalam perangkat tersebut.

Survei Kaspersky menunjukkan foto dan video pribadi menjadi jenis data yang paling banyak tersimpan di ponsel. Sebanyak 65% responden di Asia Pasifik mengaku menyimpan dokumentasi pribadi mereka dalam smartphone.

Selain itu, 57% responden Indonesia menyimpan dokumen penting seperti KTP, paspor, maupun dokumen asuransi di ponsel. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan Asia Pasifik yang mencapai 49%.

Data lainnya menunjukkan 57% responden Indonesia menyimpan email pekerjaan di smartphone, sementara rata-rata regional hanya 47%.

Yang lebih mengkhawatirkan, sebanyak 47% responden Indonesia juga menyimpan kata sandi dan detail login berbagai akun penting di perangkat seluler mereka. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik yang berada di level 34%.

Kondisi ini membuat ponsel tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi pusat identitas digital dan akses berbagai layanan penting.

"Pertanyaan utamanya bukan lagi apa yang kita simpan, tetapi bagaimana kita melindunginya. Keamanan harus menjadi bagian integral dari perangkat seperti halnya data yang dibawanya," kata Pakar Keamanan Siber Kaspersky, Anton Kivva.

Risiko Kehilangan Ponsel Kian Besar

Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, menilai ketergantungan masyarakat terhadap smartphone membuat dampak kehilangan perangkat menjadi jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, kehilangan satu ponsel saat ini dapat berarti hilangnya akses terhadap berbagai layanan digital penting, termasuk data pribadi, akun media sosial, hingga layanan keuangan.

"Melindungi ponsel saat ini sama saja dengan melindungi kehidupan digital yang dibawa di saku setiap hari," ujarnya.

Meski demikian, banyak pengguna masih menganggap perlindungan keamanan pada ponsel tidak sepenting komputer atau laptop. Padahal ancaman siber seperti phishing, malware, hingga tautan berbahaya terus menyasar pengguna perangkat seluler.

Tiga Langkah Melindungi Brankas Digital

Untuk mengurangi risiko tersebut, Kaspersky merekomendasikan sejumlah langkah perlindungan yang dapat diterapkan pengguna smartphone.

Pertama, jangan menjadikan ponsel sebagai satu-satunya tempat penyimpanan data penting. Pengguna disarankan memanfaatkan layanan penyimpanan terenkripsi atau password manager yang dapat diakses dari berbagai perangkat.

Kedua, gunakan solusi keamanan siber yang mampu memindai aplikasi berbahaya dan mendeteksi tautan mencurigakan secara otomatis sebelum mengancam data pengguna.

Ketiga, siapkan rencana cadangan apabila ponsel hilang atau rusak. Langkah ini meliputi aktivasi fitur pelacakan perangkat, pencadangan data secara berkala, penggunaan penguncian layar otomatis, serta menjaga keamanan fisik perangkat saat berada di ruang publik.

Anton Kivva mengingatkan pengguna untuk mulai mengevaluasi kesiapan mereka menghadapi risiko kehilangan perangkat.

"Sudah saatnya memberikan perlindungan siber yang sama kuatnya kepada pendamping digital sehari-hari Anda," ujarnya.

Di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap smartphone, kesadaran menjaga keamanan digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi diabaikan. Sebab ketika hampir seluruh aktivitas penting tersimpan dalam satu genggaman, perlindungan data pribadi menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online