Hadapi Singapura, Timnas Indonesia Diprediksi Menang 2-0
Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Simak kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi skor.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk membuat gambar, menulis teks, atau menjawab pertanyaan melalui chatbot.
Di smartphone dan laptop, AI mulai bekerja sebagai bagian dari berbagai fitur yang digunakan pengguna setiap hari. Bahkan, dalam sejumlah kondisi, pengguna tidak perlu membuka aplikasi AI secara khusus untuk mendapatkan bantuannya.
Mulai dari mencari informasi di layar, menerjemahkan percakapan, merangkum rekaman, memperbaiki tulisan hingga mengedit foto, sejumlah fungsi tersebut kini dapat dilakukan langsung melalui fitur bawaan perangkat.
Lantas, seperti apa AI bekerja di balik perangkat yang digunakan sehari-hari?
Smartphone menjadi salah satu perangkat yang paling cepat mengadopsi AI. Samsung, misalnya, mengintegrasikan Galaxy AI ke sejumlah fungsi komunikasi, pencarian, produktivitas dan pengolahan konten.
Salah satu contohnya adalah Circle to Search with Google. Pengguna cukup melingkari objek, gambar atau teks yang muncul di layar untuk melakukan pencarian tanpa harus mengetik ulang kata kunci.
Galaxy AI juga menawarkan fitur seperti Live Translate dan Interpreter untuk membantu menerjemahkan percakapan. Sementara itu, Writing Assist dapat membantu memeriksa tata bahasa, menyusun ulang kalimat, mengubah gaya tulisan hingga merangkum teks.
Pada perangkat Galaxy yang mendukung, AI juga digunakan dalam pengolahan foto melalui Photo Assist. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melakukan berbagai penyuntingan dengan bantuan AI tanpa harus selalu berpindah ke aplikasi editing khusus.
Apple mengembangkan pendekatan serupa melalui Apple Intelligence. Teknologi ini terintegrasi ke berbagai pengalaman pada iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods dan Apple Vision Pro.
Kemampuan yang tersedia mencakup penyuntingan foto, pencarian berbasis bahasa alami, Image Playground, Genmoji, alat penulisan hingga berbagai fitur penerjemahan dan peringkasan.
Apple juga memperkenalkan Siri AI, yang dirancang untuk memahami konteks personal, mengenali informasi yang tampil di layar dan menjalankan tindakan lintas aplikasi. Siri AI dapat mencari informasi dari pesan, email, foto dan berbagai konten lain yang tersedia pada perangkat.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak selalu harus membuka aplikasi tertentu untuk meminta bantuan AI. Perintah dapat diberikan berdasarkan konteks aktivitas yang sedang dilakukan.
Perkembangan serupa terjadi pada laptop. AI tidak hanya hadir sebagai aplikasi chatbot, tetapi mulai ditanamkan ke sistem operasi dan aplikasi yang digunakan untuk bekerja.
AI dapat membantu merangkum dokumen, menyusun atau memperbaiki tulisan, mencari informasi hingga memahami konten yang sedang tampil di layar.
Apple, misalnya, mengembangkan Apple Intelligence untuk Mac dengan kemampuan yang mencakup pemahaman konteks, kesadaran terhadap layar dan integrasi tindakan aplikasi. Pengembang juga dapat menghubungkan fungsi aplikasinya dengan Apple Intelligence sehingga pengguna bisa mengakses fitur tertentu melalui bahasa alami.
Artinya, komputer secara bertahap tidak hanya menjadi alat untuk menjalankan aplikasi. Perangkat juga dapat berperan sebagai asisten yang memahami konteks pekerjaan pengguna.
Perubahan paling menarik justru terjadi ketika AI tidak lagi terasa seperti sebuah fitur terpisah.
Pengguna cukup melakukan aktivitas biasa, seperti mengetik pesan, mengambil foto, membuka halaman web, mencari objek di layar atau merekam percakapan. Di balik aktivitas tersebut, sistem dapat menjalankan kemampuan AI yang tersedia pada perangkat.
Samsung, misalnya, menghadirkan fitur Now Nudge yang dapat membaca aktivitas pada layar untuk memberikan saran tindakan yang relevan. Ada pula Now Brief yang menyajikan rangkuman informasi seperti jadwal, berita, aktivitas dan rekomendasi yang dipersonalisasi.
Apple juga mengembangkan Visual Intelligence yang memungkinkan pengguna mencari informasi atau mengambil tindakan berdasarkan objek di sekitar maupun konten yang tampil di layar.
Meski semakin terintegrasi, kemampuan tersebut tetap memiliki batasan. Tidak semua fitur AI tersedia di setiap perangkat. Dukungan dapat bergantung pada model, sistem operasi, bahasa, wilayah dan pembaruan perangkat.
Samsung juga menyatakan bahwa ketersediaan fitur dapat berbeda berdasarkan negara, wilayah atau operator dan hasil AI tidak selalu dijamin akurat.
Karena itu, AI pada smartphone dan laptop saat ini bukan sekadar chatbot yang dibuka ketika pengguna membutuhkan jawaban. Teknologi tersebut perlahan berubah menjadi lapisan kecerdasan yang bekerja di berbagai bagian perangkat, sering kali tanpa terlihat secara langsung oleh penggunanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Simak kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi skor.
QJMotor X-Adventure 900 dikabarkan membawa mesin 904 cc bertenaga sekitar 95 HP. DCT, Brembo, Marzocchi, dan debut EICMA masih belum resmi
Pesan WhatsApp yang terhapus mungkin masih terlihat lewat Riwayat Notifikasi Android. Simak cara mengaktifkan fitur di Google Pixel dan Samsung.
Aturan tekanan ban MotoGP mewajibkan batas minimum 1,80 bar depan dan 1,68 bar belakang. Pelanggaran bisa berujung penalti 16 detik.
HP Android ini memiliki desain kamera horizontal yang sekilas mirip iPhone Air. Harganya beragam, mulai Rp1 jutaan hingga Rp12 jutaan.
Debut Juergen Klopp bersama Timnas Jerman berakhir imbang 1-1 melawan Belanda. Gakpo mencetak gol injury time, sementara Portugal dan Norwegia menang.