AI Makin Canggih, Begini Cara Kerjanya di Smartphone dan Laptop

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 07:37 WIB
AI Makin Canggih, Begini Cara Kerjanya di Smartphone dan Laptop

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk membuat gambar, menulis teks, atau menjawab pertanyaan melalui chatbot.

Di smartphone dan laptop, AI mulai bekerja sebagai bagian dari berbagai fitur yang digunakan pengguna setiap hari. Bahkan, dalam sejumlah kondisi, pengguna tidak perlu membuka aplikasi AI secara khusus untuk mendapatkan bantuannya.

Mulai dari mencari informasi di layar, menerjemahkan percakapan, merangkum rekaman, memperbaiki tulisan hingga mengedit foto, sejumlah fungsi tersebut kini dapat dilakukan langsung melalui fitur bawaan perangkat.

Lantas, seperti apa AI bekerja di balik perangkat yang digunakan sehari-hari?

AI Mulai Menjadi Bagian dari Smartphone

Smartphone menjadi salah satu perangkat yang paling cepat mengadopsi AI. Samsung, misalnya, mengintegrasikan Galaxy AI ke sejumlah fungsi komunikasi, pencarian, produktivitas dan pengolahan konten.

Salah satu contohnya adalah Circle to Search with Google. Pengguna cukup melingkari objek, gambar atau teks yang muncul di layar untuk melakukan pencarian tanpa harus mengetik ulang kata kunci.

Galaxy AI juga menawarkan fitur seperti Live Translate dan Interpreter untuk membantu menerjemahkan percakapan. Sementara itu, Writing Assist dapat membantu memeriksa tata bahasa, menyusun ulang kalimat, mengubah gaya tulisan hingga merangkum teks.

Pada perangkat Galaxy yang mendukung, AI juga digunakan dalam pengolahan foto melalui Photo Assist. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melakukan berbagai penyuntingan dengan bantuan AI tanpa harus selalu berpindah ke aplikasi editing khusus.

Bukan Hanya Samsung, Apple Juga Membawa AI ke Banyak Fitur

Apple mengembangkan pendekatan serupa melalui Apple Intelligence. Teknologi ini terintegrasi ke berbagai pengalaman pada iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods dan Apple Vision Pro.

Kemampuan yang tersedia mencakup penyuntingan foto, pencarian berbasis bahasa alami, Image Playground, Genmoji, alat penulisan hingga berbagai fitur penerjemahan dan peringkasan.

Apple juga memperkenalkan Siri AI, yang dirancang untuk memahami konteks personal, mengenali informasi yang tampil di layar dan menjalankan tindakan lintas aplikasi. Siri AI dapat mencari informasi dari pesan, email, foto dan berbagai konten lain yang tersedia pada perangkat.

Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak selalu harus membuka aplikasi tertentu untuk meminta bantuan AI. Perintah dapat diberikan berdasarkan konteks aktivitas yang sedang dilakukan.

Laptop Mulai Memahami Konteks Pengguna

Perkembangan serupa terjadi pada laptop. AI tidak hanya hadir sebagai aplikasi chatbot, tetapi mulai ditanamkan ke sistem operasi dan aplikasi yang digunakan untuk bekerja.

AI dapat membantu merangkum dokumen, menyusun atau memperbaiki tulisan, mencari informasi hingga memahami konten yang sedang tampil di layar.

Apple, misalnya, mengembangkan Apple Intelligence untuk Mac dengan kemampuan yang mencakup pemahaman konteks, kesadaran terhadap layar dan integrasi tindakan aplikasi. Pengembang juga dapat menghubungkan fungsi aplikasinya dengan Apple Intelligence sehingga pengguna bisa mengakses fitur tertentu melalui bahasa alami.

Artinya, komputer secara bertahap tidak hanya menjadi alat untuk menjalankan aplikasi. Perangkat juga dapat berperan sebagai asisten yang memahami konteks pekerjaan pengguna.

AI Bekerja di Balik Layar

Perubahan paling menarik justru terjadi ketika AI tidak lagi terasa seperti sebuah fitur terpisah.

Pengguna cukup melakukan aktivitas biasa, seperti mengetik pesan, mengambil foto, membuka halaman web, mencari objek di layar atau merekam percakapan. Di balik aktivitas tersebut, sistem dapat menjalankan kemampuan AI yang tersedia pada perangkat.

Samsung, misalnya, menghadirkan fitur Now Nudge yang dapat membaca aktivitas pada layar untuk memberikan saran tindakan yang relevan. Ada pula Now Brief yang menyajikan rangkuman informasi seperti jadwal, berita, aktivitas dan rekomendasi yang dipersonalisasi.

Apple juga mengembangkan Visual Intelligence yang memungkinkan pengguna mencari informasi atau mengambil tindakan berdasarkan objek di sekitar maupun konten yang tampil di layar.

Meski semakin terintegrasi, kemampuan tersebut tetap memiliki batasan. Tidak semua fitur AI tersedia di setiap perangkat. Dukungan dapat bergantung pada model, sistem operasi, bahasa, wilayah dan pembaruan perangkat.

Samsung juga menyatakan bahwa ketersediaan fitur dapat berbeda berdasarkan negara, wilayah atau operator dan hasil AI tidak selalu dijamin akurat.

Karena itu, AI pada smartphone dan laptop saat ini bukan sekadar chatbot yang dibuka ketika pengguna membutuhkan jawaban. Teknologi tersebut perlahan berubah menjadi lapisan kecerdasan yang bekerja di berbagai bagian perangkat, sering kali tanpa terlihat secara langsung oleh penggunanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online