Beli HP Bekas 2026? Cek Baterai, IMEI, dan Riwayat Servis Dulu

Jumali
Jumali Kamis, 13 Agustus 2026 08:37 WIB
Beli HP Bekas 2026? Cek Baterai, IMEI, dan Riwayat Servis Dulu

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik


Harianjogja.com, JOGJA—Minat masyarakat membeli HP bekas terus meningkat pada 2026. Harga yang lebih terjangkau membuat banyak orang memilih perangkat bekas untuk mendapatkan ponsel premium tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar membeli unit baru. Namun, tampilan fisik yang masih mulus ternyata belum cukup menjadi jaminan bahwa perangkat tersebut masih layak digunakan dalam jangka panjang.

Produsen teknologi seperti Apple dan Google bahkan menyediakan fitur pemeriksaan resmi yang memungkinkan calon pembeli mengetahui kondisi baterai, riwayat penggantian komponen, hingga status keamanan perangkat sebelum transaksi dilakukan. Karena itu, pemeriksaan HP bekas perlu dilakukan secara menyeluruh agar pembeli tidak hanya mendapatkan harga menarik, tetapi juga perangkat yang masih memiliki performa optimal.

Jangan Hanya Melihat Tampilan Fisik

Langkah pertama saat membeli HP bekas memang dimulai dari pemeriksaan kondisi fisik. Namun pemeriksaan ini perlu dilakukan secara detail, bukan sekadar memastikan layar menyala dan bodi terlihat mulus.

Periksa seluruh bagian perangkat, mulai dari layar, kamera, tombol, speaker, mikrofon, port pengisian daya, hingga bagian rangka dan penutup belakang. Pastikan tidak ada retakan, goresan berlebihan, layar mengalami burn-in, muncul garis-garis, atau layar sentuh yang tidak responsif.

Setelah pemeriksaan visual, lakukan pengujian fungsi dasar. Cobalah kamera depan dan belakang, lakukan perekaman video, putar audio melalui speaker, lakukan panggilan telepon, serta uji koneksi Wi-Fi dan Bluetooth.

Apple juga menyarankan pembeli iPhone bekas untuk memeriksa kondisi fisik perangkat secara langsung sebelum transaksi serta membeli dari penjual yang memiliki reputasi baik dan kebijakan pengembalian yang jelas.

Kesehatan Baterai Menjadi Faktor Penentu

Baterai merupakan salah satu komponen yang paling sering mengalami penurunan performa seiring bertambahnya usia perangkat. Karena itu, kondisi baterai menjadi aspek penting yang wajib diperiksa saat membeli HP bekas.

Pada iPhone, informasi kesehatan baterai dapat dilihat langsung melalui menu pengaturan. Apple juga menyediakan fitur Parts and Service History pada iPhone XR, iPhone XS, dan model yang lebih baru untuk menunjukkan riwayat penggantian komponen tertentu.

Apple mengingatkan bahwa baterai yang tidak dapat diverifikasi sebagai komponen asli berpotensi menampilkan informasi kesehatan baterai yang kurang akurat.

Sementara itu, pengguna Google Pixel 6 dan model yang lebih baru dapat memanfaatkan fitur Battery Diagnostics untuk memeriksa kondisi baterai serta mengetahui indikasi kapan baterai perlu diganti.

Selain melihat persentase kesehatan baterai, pembeli juga perlu memperhatikan apakah perangkat cepat panas, mengalami penurunan daya secara tidak normal, atau mati mendadak saat digunakan.

IMEI Harus Sesuai dan Terdaftar

Pemeriksaan IMEI menjadi langkah penting berikutnya sebelum membeli HP bekas. Nomor IMEI merupakan identitas resmi perangkat yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk layanan garansi dan verifikasi jaringan seluler.

Pastikan nomor IMEI yang muncul pada perangkat sesuai dengan informasi yang tertera pada kemasan atau dokumen pendukung apabila masih tersedia.

Untuk perangkat impor, pembeli juga perlu memastikan status jaringan selulernya dapat digunakan secara legal di Indonesia.

*Nomor IMEI dapat dicek melalui menu pengaturan, baki kartu SIM, kemasan perangkat, atau dengan mengetik kode #06# pada layar panggilan telepon.

Riwayat Servis Bisa Memengaruhi Nilai Perangkat

Dua unit HP bekas dengan tipe yang sama belum tentu memiliki nilai dan kondisi yang setara. Salah satu faktor pembeda utamanya adalah riwayat perbaikan atau penggantian komponen.

Perangkat yang pernah mengalami penggantian layar, baterai, kamera, atau komponen lain perlu diperiksa lebih detail. Pada perangkat iPhone tertentu, informasi tersebut dapat dilihat melalui fitur Parts and Service History.

Apple menggunakan label Genuine Apple Part untuk menunjukkan bahwa komponen pengganti menggunakan suku cadang resmi dan proses pemasangan sesuai standar perusahaan. Sebaliknya, label Unknown dapat muncul apabila komponen tidak dapat diverifikasi sebagai komponen resmi atau terdapat kondisi tertentu pada proses penggantiannya.

Riwayat servis bukan berarti membuat perangkat otomatis tidak layak dibeli. Informasi tersebut justru membantu pembeli memahami kondisi sebenarnya sebelum melakukan transaksi.

Pastikan Status Perangkat Aman

Status keamanan perangkat menjadi pemeriksaan yang tidak boleh dilewatkan, terutama pada perangkat yang memiliki sistem perlindungan anti-pencurian.

Apple secara tegas menyarankan pembeli menghindari iPhone yang masih berada dalam kondisi Activation Locked. Jika muncul pesan "iPhone Locked to Owner", pembeli sebaiknya tidak melanjutkan transaksi sebelum status tersebut dinonaktifkan oleh pemilik sebelumnya.

Pada perangkat Android, pembeli juga perlu memastikan akun Google milik pemilik lama telah dikeluarkan dari perangkat. Proses factory reset idealnya dilakukan langsung oleh penjual di hadapan pembeli untuk menghindari kendala verifikasi akun setelah transaksi selesai.

Dukungan Software Masih Penting pada 2026

Harga murah sering kali menjadi daya tarik utama HP bekas. Namun, perangkat yang sudah mendekati akhir masa dukungan software dapat menimbulkan keterbatasan penggunaan di masa depan.

Karena itu, pembeli sebaiknya memeriksa tahun peluncuran perangkat, versi sistem operasi yang digunakan, serta kebijakan pembaruan keamanan dan software dari produsennya.

Apple menyebut dukungan software jangka panjang menjadi salah satu faktor yang membuat iPhone memiliki masa pakai relatif panjang. Perangkat yang masih mendapatkan pembaruan keamanan selama beberapa tahun ke depan tentu menjadi pilihan yang lebih menarik.

Lakukan Uji Fungsi Hardware Secara Menyeluruh

Sebelum transaksi diselesaikan, luangkan waktu untuk menguji seluruh fungsi utama perangkat. Pemeriksaan ini dapat membantu menghindari kerusakan yang tidak terlihat dari luar.

Fitur yang perlu diuji meliputi:

  • Kamera depan dan belakang
  • Speaker dan mikrofon
  • Layar dan touchscreen
  • Fingerprint atau Face ID
  • Wi-Fi dan Bluetooth
  • GPS
  • Jaringan seluler
  • Port USB atau Lightning
  • Pengisian daya
  • Sensor proximity dan accelerometer

Apabila penjual tidak memberikan kesempatan melakukan pengujian secara memadai, kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum melanjutkan pembelian.

Harga Terlalu Murah Patut Diwaspadai

Harga yang jauh di bawah pasaran memang terlihat menarik, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berarti peluang mendapatkan barang murah.

Perangkat dengan harga terlalu rendah bisa saja memiliki masalah tersembunyi seperti baterai yang sudah menurun drastis, layar pengganti berkualitas rendah, kerusakan akibat cairan, riwayat servis berat, kendala jaringan, atau status kepemilikan yang belum jelas.

Untuk transaksi daring, Apple juga menyarankan pembeli memilih penjual terpercaya, memahami kebijakan pengembalian barang, serta memastikan apakah perangkat memiliki sertifikasi pre-owned dan telah melalui proses pemeriksaan tertentu.

Membeli HP bekas pada 2026 dapat menjadi solusi mendapatkan perangkat berkualitas dengan biaya lebih terjangkau. Namun sebelum memutuskan transaksi, pembeli perlu memastikan kondisi fisik, kesehatan baterai, IMEI, riwayat servis, status keamanan perangkat, hingga dukungan software masih memenuhi kebutuhan penggunaan sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online