Tarif Trans Jogja 2026 Mulai Rp500, Ini Daftar Rutenya Hari Ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Aplikasi Hornet/Hornet
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengambil langkah tegas terhadap aplikasi Hornet dengan meminta Google dan Apple menghapus platform tersebut dari layanan distribusi aplikasi digital yang dapat diakses pengguna di Indonesia.
Keputusan itu diambil setelah Kemkomdigi menerima laporan dan aduan masyarakat mengenai keterkaitan platform tersebut dengan kampanye LGBTIQ+ serta menemukan persoalan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan aduan yang masuk menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut nilai, norma, dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Komdigi menerima aduan dari masyarakat mengenai keterkaitan platform Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Hal ini menjadi perhatian karena ada nilai, norma, dan ketentuan hukum yang harus dihormati oleh setiap platform yang beroperasi di Indonesia,” kata Alexander dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Dinilai Tidak Memenuhi Kewajiban PSE
Selain terkait aduan masyarakat, Kemkomdigi menyoroti status Hornet yang disebut belum memenuhi kewajiban sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.
Menurut Alexander, platform tersebut tidak pernah melakukan pendaftaran sebagai PSE sebagaimana diwajibkan dalam regulasi yang mengatur penyelenggaraan layanan digital di Indonesia.
“Dari awal Hornet tidak pernah mendaftarkan diri sebagai PSE di Indonesia. Ini merupakan persoalan kepatuhan yang harus kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Kemkomdigi menilai kepatuhan terhadap aturan PSE merupakan syarat mendasar bagi setiap platform digital yang ingin menyediakan layanan kepada masyarakat Indonesia.
Minta Delisting dari Play Store dan App Store
Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi telah menyampaikan permintaan kepada Google dan Apple agar aplikasi Hornet segera dihapus dari toko aplikasi digital masing-masing.
Jika permintaan tersebut dipenuhi, pengguna di Indonesia tidak lagi dapat mengunduh aplikasi tersebut melalui Play Store maupun App Store.
“Kami sudah minta App Store dan Play Store agar aplikasi tersebut segera di-delisting. Ini bagian dari penegakan aturan terhadap platform yang tidak memenuhi kewajibannya di Indonesia,” kata Alexander.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menegakkan tata kelola ruang digital yang sesuai dengan regulasi nasional.
Pengawasan Tidak Hanya Soal Konten
Kemkomdigi menegaskan pengawasan ruang digital tidak hanya berfokus pada konten yang beredar di internet, tetapi juga mencakup kepatuhan penyelenggara platform terhadap aturan yang berlaku.
Pemerintah menilai setiap penyedia layanan digital memiliki tanggung jawab untuk mematuhi regulasi dan menghormati norma yang berlaku di negara tempat mereka beroperasi.
Menurut Alexander, prinsip tersebut berlaku bagi seluruh platform digital tanpa pengecualian.
“Prinsipnya sederhana, siapa pun yang ingin menyediakan layanan digital bagi masyarakat Indonesia harus hadir secara bertanggung jawab dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Komitmen Menjaga Ruang Digital
Kemkomdigi menyatakan akan terus menindaklanjuti laporan dan aduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran ketentuan penyelenggaraan platform digital.
Pemerintah menilai pengawasan yang konsisten diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum nasional.
Melalui langkah tersebut, Kemkomdigi berharap seluruh penyelenggara layanan digital yang beroperasi di Indonesia dapat meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus menjalankan tanggung jawabnya kepada pengguna.
Apa itu Hornet?
Disarikan dari berbagai sumber, Hornet adalah aplikasi jejaring sosial dan kencan daring yang ditujukan terutama bagi komunitas LGBTQ+ (khususnya gay, biseksual, transgender, dan queer). Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengobrol, mencari teman atau pasangan, berbagi foto/video, serta mengakses konten komunitas seperti berita LGBTQ+ dan panduan kota.
Hornet diluncurkan pada 2011 dan memposisikan diri sebagai “jejaring sosial gay premier di dunia”. Selain fitur kencan berbasis lokasi seperti Grindr, Hornet menambahkan dimensi komunitas dengan feed berita, artikel, dan fitur live streaming. Aplikasi ini tersedia untuk Android dan iOS, serta dapat diakses via browser di hornet.com.
Pendiri & CEO Hornet adalah Christof Wittig. Ia juga CEO dari Queer Networks, Inc., perusahaan induk di balik Hornet.
Saat ini jumlah Pengguna di Indonesia, berdasarkan data resmi per negara (termasuk Indonesia) tidak dipublikasikan secara terbuka oleh Hornet. Namun, beberapa sumber memberikan gambaran:
Secara global, Hornet mengklaim memiliki lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia.
play.google.
Di Google Play Store versi Indonesia, Hornet disebut sebagai “gay dating app #1 di Indonesia”, meskipun angka pasti pengguna Indonesia tidak disebutkan.
Analisis trafik web (Januari 2026) menunjukkan bahwa 7,2% pengunjung hornetapp.com berasal dari Indonesia, dengan mayoritas akses via perangkat mobile.
Hornet juga disebut tersedia dan aktif di Indonesia dalam beberapa laporan analitik aplikasi, meskipun tidak ada angka absolut yang dirilis.
Jadi, meskipun Hornet populer dan disebut sebagai aplikasi kencan gay nomor satu di Indonesia, jumlah pasti pengguna di Indonesia tidak dipublikasikan secara resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.