Daftar Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Jadi yang ke-26
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna WhatsApp kini bisa memperketat keamanan akun melalui fitur Strict Account Settings. Fitur ini bekerja seperti mode perlindungan berlapis dengan mengunci sejumlah pengaturan privasi ke level yang lebih ketat dan membatasi interaksi dari nomor yang tidak dikenal.
WhatsApp memperkenalkan Strict Account Settings pada 27 Januari 2026. Fitur tersebut dirancang terutama untuk pengguna yang menghadapi risiko serangan siber langka dan sangat canggih, seperti jurnalis dan tokoh publik. Namun, WhatsApp menyediakannya sebagai fitur opsional sehingga dapat digunakan oleh pengguna lain yang menginginkan perlindungan tambahan.
Ketika diaktifkan, Strict Account Settings membuat sejumlah fungsi WhatsApp bekerja lebih terbatas. Tujuannya adalah mengurangi jalur yang dapat dimanfaatkan pihak tidak dikenal untuk mengirim konten berbahaya, melakukan phishing, atau mencoba mengakses akun pengguna.
Strict Account Settings merupakan pengaturan keamanan dengan pendekatan “lockdown”. WhatsApp akan mengunci sejumlah pengaturan akun ke konfigurasi yang lebih ketat setelah pengguna menyalakannya.
Salah satu perubahan yang langsung terasa adalah pembatasan terhadap media dan lampiran dari pengirim yang tidak tersimpan dalam kontak. Pengguna juga mendapatkan perlindungan tambahan terhadap panggilan dan tautan dari nomor yang tidak dikenal.
Berikut beberapa perlindungan yang diaktifkan melalui Strict Account Settings:
Lampiran dan media, termasuk foto dan video, dari pengirim yang tidak dikenal diblokir.
Panggilan dari nomor yang tidak dikenal dibisukan.
Pratinjau tautan dinonaktifkan untuk mengurangi risiko pengguna diarahkan ke situs berbahaya.
Pesan dalam jumlah tinggi dari pengirim tidak dikenal dapat diblokir.
Alamat IP pengguna disembunyikan saat melakukan panggilan.
Pembatasan tersebut membuat pengguna tidak mendapatkan pengalaman WhatsApp yang sama seperti ketika pengaturan keamanan biasa digunakan. Sebagai konsekuensinya, interaksi dengan orang yang belum tersimpan sebagai kontak juga menjadi lebih terbatas.
Strict Account Settings tidak hanya menyaring komunikasi masuk. Pengaturan tersebut juga memperketat informasi profil yang dapat dilihat oleh orang di luar daftar kontak pengguna.
Informasi seperti status terakhir dilihat, status online, foto profil, dan keterangan “tentang” dibatasi sehingga tidak dapat dilihat secara bebas oleh orang yang tidak termasuk dalam kontak atau kelompok yang telah ditentukan.
Pengaturan grup juga diperketat. Hanya kontak atau orang dari kelompok yang telah ditentukan sebelumnya yang dapat menambahkan pengguna ke grup WhatsApp ketika perlindungan ini aktif.
WhatsApp juga mengaktifkan verifikasi dua langkah secara default ketika Strict Account Settings dinyalakan. Selain itu, notifikasi keamanan akan memberi tahu pengguna ketika kode keamanan kontak berubah, misalnya karena kontak mengganti perangkat atau memasang ulang WhatsApp.
Di sisi teknologi, WhatsApp juga menyebut penggunaan bahasa pemrograman Rust di balik sistemnya untuk membantu menjaga foto, video, dan pesan dari ancaman seperti spyware. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya WhatsApp meningkatkan keamanan aplikasinya.
Pengguna dapat mengaktifkan Strict Account Settings melalui perangkat utama yang digunakan untuk akun WhatsApp. Berikut langkah-langkahnya:
Buka aplikasi WhatsApp.
Pilih Settings atau Pengaturan.
Ketuk Privacy atau Privasi.
Pilih Advanced atau Lanjutan.
Cari Strict Account Settings.
Ikuti petunjuk yang muncul untuk mengaktifkannya.
WhatsApp menyebut pengaturan tersebut hanya dapat diubah dari perangkat utama. Artinya, pengguna tidak dapat mengubah Strict Account Settings melalui WhatsApp Web atau platform pendamping seperti aplikasi desktop Windows.
Fitur ini bersifat opsional sehingga pengguna tetap dapat memilih apakah ingin mengaktifkannya. Karena sejumlah fungsi komunikasi akan dibuat lebih ketat, pengguna yang mengaktifkannya perlu memahami bahwa pesan, panggilan, lampiran, dan interaksi dengan nomor yang belum dikenal dapat mengalami pembatasan.
Bagi pengguna yang menghadapi risiko keamanan digital lebih tinggi, Strict Account Settings dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan tambahan di WhatsApp. Fitur ini tidak menggantikan kebiasaan keamanan dasar seperti menjaga kode verifikasi, PIN, dan kredensial akun agar tidak diberikan kepada pihak lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.
Kejagung menetapkan 3 tersangka baru korupsi pengadaan motor MBG dengan nilai anggaran Rp1,2 triliun.