Perpanjangan SIM Gunungkidul: Malam Ini di Taman Parkir Pasar Argosari
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Porsche Taycan/Porsche
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar mengejutkan datang dari pabrikan mobil sport asal Jerman, Porsche. Model listrik perdana mereka, Taycan, dikabarkan bakal mengakhiri masa produksinya pada tahun 2030.
Rencana ini dilaporkan oleh media Jerman, WirtschaftsWoche, yang menyebut bahwa manajemen Porsche dan dewan pekerja telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menghentikan produksi mobil listrik tersebut.
Namun, kabar ini kontras dengan pernyataan CEO Porsche, Michael Leiters, hanya sebulan sebelumnya. Dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung pada Juli 2026, Leiters menegaskan bahwa masa depan Taycan masih panjang dan perusahaan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
"Kami tidak berencana menghentikan Taycan dalam jangka pendek," ujar Leiters saat itu.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar Porsche?
Antara Pernyataan CEO dan Laporan Media
Laporan WirtschaftsWoche mengklaim bahwa kesepakatan untuk menghentikan produksi Taycan pada 2030 telah disetujui secara prinsip, namun belum dituangkan secara tertulis. Sebelum mengambil keputusan final, Porsche disebut telah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk memindahkan produksi Taycan dari pabrik utama di Zuffenhausen ke pabrik lain.
Keputusan untuk tetap mempertahankan produksi di Zuffenhausen hingga 2030 menunjukkan bahwa Porsche masih memberikan "masa hidup" bagi model listrik perdananya, meskipun dengan batas waktu yang jelas.
Penjualan Taycan yang Terus Merosot
Di balik kabar ini, terdapat realitas bisnis yang tak terelakkan: penjualan Taycan terus menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa Porsche mengirimkan 40.629 unit Taycan pada 2023, namun angka tersebut hampir turun setengahnya menjadi 20.836 unit pada 2024, dan terus merosot 22% menjadi 16.339 unit pada 2025.
Penurunan ini berlanjut hingga 2026. Pada kuartal pertama 2026, penjualan Taycan turun 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan hanya 3.420 unit yang terjual. Bahkan di pasar China, penjualan Taycan pada kuartal pertama 2026 hanya mencapai 372 unit—rata-rata kurang dari 4 unit per hari.
Penurunan penjualan yang signifikan ini menjadi faktor utama yang mendorong Porsche untuk mempertimbangkan penghentian produksi Taycan.
Porsche Macan EV: "Kakak" yang Mencuri Perhatian
Salah satu faktor yang disebut-sebut mempercepat penurunan popularitas Taycan adalah kehadiran Porsche Macan EV. Mobil listrik berbentuk SUV ini diklaim mendapat respons pasar yang jauh lebih kuat, seiring dengan tren konsumen kelas atas yang semakin menyukai SUV.
Taycan, yang merupakan mobil listrik pertama Porsche yang diperkenalkan tujuh tahun silam, kini harus bersaing dengan "adik"nya sendiri yang lebih sesuai dengan selera pasar saat ini. Porsche sendiri telah mengeluarkan biaya besar untuk mengembangkan Taycan, dengan investasi sekitar 10 miliar euro untuk platform J1—yang menjadi fondasi bagi Taycan dan kemudian dipinjamkan ke Audi untuk e-tron GT. Namun, dengan total penjualan kumulatif hingga 2025 yang kurang dari 180.000 unit, mengembalikan investasi tersebut terbukti menjadi tantangan besar.
E-Shift 2027: Inovasi Terakhir Sebelum Pensiun?
Ironisnya, Porsche masih terus mengembangkan Taycan. Pada 2027, Taycan digadang-gadang akan mendapatkan fitur E-Shift—sebuah teknologi yang dirancang untuk memberikan sensasi berkendara dan suara seperti mobil bensin dengan transmisi manual.
Fitur ini memungkinkan pengemudi merasakan simulasi perpindahan gigi dengan delapan gigi virtual, lengkap dengan tachometer digital dan rev limiter pada 7.300 rpm. Namun, di tengah kabar penghentian produksi, kehadiran E-Shift pada 2027 justru terasa seperti "lagu angsa" terakhir bagi Taycan.
Nasib Taycan Belum Final
Meskipun laporan dari WirtschaftsWoche cukup kuat, Porsche sendiri belum memberikan komentar resmi terkait kabar tersebut. Dengan demikian, nasib Taycan masih belum benar-benar final.
Jika benar dihentikan pada 2030, Taycan akan menutup perjalanan 11 tahun sebagai pionir mobil listrik Porsche, menyisakan pertanyaan besar: apakah ini awal dari akhir era mobil sport listrik murni, atau justru langkah strategis Porsche untuk fokus pada model-model yang lebih menguntungkan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b