Setir Mobil Berat Saat Parkir? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jumali
Jumali Sabtu, 26 September 2026 17:37 WIB
Setir Mobil Berat Saat Parkir? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Setir mobil yang tiba-tiba terasa berat saat parkir atau melakukan manuver pada kecepatan rendah sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut memang dapat berkaitan dengan sistem power steering, tetapi belum tentu disebabkan kerusakan pada satu komponen tertentu.

Salah satu bagian yang perlu diperiksa adalah sistem rack steer, termasuk poros atau as yang bekerja dalam mekanisme kemudi. Pada sistem power steering hidrolik, kerja komponen kemudi dibantu tekanan fluida sehingga pengemudi dapat memutar roda kemudi dengan lebih ringan.

Ketika komponen dalam sistem kemudi mulai aus, mengalami kebocoran, atau mendapat beban berlebih, respons setir dapat berubah. Gejalanya bisa berupa kemudi yang lebih berat, muncul bunyi ketika setir diputar, hingga getaran yang tidak biasa.

Mengutip informasi Daihatsu, Sabtu (26/9/2026), kerusakan sistem kemudi dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang muncul selama pemakaian kendaraan.

Penyebab As Power Steering dan Sistem Kemudi Bermasalah

Berikut beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat mempercepat keausan atau menurunkan kinerja sistem power steering.

1. Oli Power Steering Kotor atau Berkurang

Pada mobil yang masih menggunakan power steering hidrolik, kondisi fluida perlu diperhatikan. Oli yang terkontaminasi atau volumenya berkurang dapat membuat sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Kebocoran juga perlu diwaspadai. Rembesan fluida di sekitar komponen power steering dapat menjadi tanda adanya masalah pada selang, seal, pompa, rack steer, atau bagian lainnya.

Karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada penambahan oli. Sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki.

2. Terlalu Lama Menahan Setir dalam Posisi Full Lock

Memutar setir hingga mentok merupakan hal yang umum dilakukan ketika parkir. Namun, sebaiknya posisi tersebut tidak dipertahankan terlalu lama.

Pada sistem power steering hidrolik, kondisi full lock dapat meningkatkan tekanan dalam sistem. Menahan setir pada posisi tersebut dalam waktu lama dapat menambah beban kerja pompa dan komponen pendukungnya.

Membiasakan memberi sedikit ruang sebelum posisi setir benar-benar mentok dapat membantu mengurangi beban sistem.

3. Sering Menghantam Lubang

Jalan berlubang juga dapat memberikan beban besar pada sistem kemudi dan kaki-kaki kendaraan.

Hantaman keras yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi berbagai komponen, seperti tie rod, ball joint, rack steer, serta bagian suspensi dan roda.

Karena itu, kurangi kecepatan ketika mendekati lubang atau permukaan jalan yang rusak. Selain menjaga sistem kemudi, kebiasaan tersebut membantu mengurangi risiko kerusakan pada kaki-kaki mobil.

4. Pompa atau Belt Power Steering Bermasalah

Setir berat tidak selalu berarti poros atau as power steering mengalami kerusakan.

Pada sistem hidrolik, pompa power steering yang melemah dapat membuat bantuan kemudi berkurang. Drive belt yang kendur atau bermasalah juga dapat memengaruhi kerja pompa.

Karena itu, ketika setir mulai terasa berat, teknisi perlu memeriksa sistem secara menyeluruh, termasuk pompa, belt, selang, fluida, rack steer, dan komponen kemudi lainnya.

Ciri-Ciri Sistem Power Steering Mulai Bermasalah

Ada beberapa gejala yang dapat menjadi tanda bahwa sistem kemudi perlu diperiksa, antara lain:

  • Setir terasa lebih berat, terutama ketika parkir atau melaju pada kecepatan rendah.

  • Putaran setir terasa tidak mulus atau seperti tersendat pada titik tertentu.

  • Muncul bunyi dengung, decit, atau bunyi ketukan ketika setir diputar.

  • Lingkar kemudi terasa bergetar dalam kondisi tertentu.

  • Terdapat rembesan fluida di sekitar komponen power steering atau bagian bawah mobil.

Namun, gejala tersebut tidak secara otomatis membuktikan as power steering rusak. Ban dengan tekanan yang tidak sesuai, pompa power steering, tie rod, ball joint, rack steer, bearing, hingga komponen suspensi juga dapat menimbulkan gejala yang mirip.

Diagnosis perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan langsung agar komponen yang diganti benar-benar menjadi sumber masalah.

Cara Merawat Sistem Power Steering

Pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk membantu menjaga sistem kemudi tetap bekerja dengan baik.

1. Periksa Kondisi Fluida

Untuk mobil yang menggunakan power steering hidrolik, periksa volume dan kondisi fluida sesuai petunjuk pabrikan. Gunakan jenis fluida yang direkomendasikan dan jangan sekadar menambahkan oli jika ditemukan kebocoran.

Mobil yang menggunakan electric power steering (EPS) memiliki sistem yang berbeda dan tidak menggunakan fluida hidrolik seperti sistem konvensional.

2. Jangan Menahan Setir Terlalu Lama Saat Mentok

Saat parkir atau melakukan putar balik, hindari mempertahankan setir pada posisi full lock terlalu lama. Setelah manuver selesai, kembalikan kemudi dari posisi mentok.

3. Perlambat Kendaraan di Jalan Rusak

Mengurangi kecepatan sebelum melewati lubang dapat mengurangi benturan pada roda, suspensi, dan komponen kemudi.

Jika lubang tidak dapat dihindari, jangan melindasnya dengan kecepatan tinggi. Pastikan pula tekanan ban selalu sesuai rekomendasi kendaraan.

4. Periksa Spooring dan Kaki-Kaki

Spooring membantu memastikan geometri roda berada dalam kondisi sesuai spesifikasi. Sementara itu, balancing berkaitan dengan keseimbangan putaran roda.

Jika mobil mulai menarik ke satu sisi, setir tidak kembali dengan normal, atau ban aus tidak merata, pemeriksaan spooring dan komponen kaki-kaki dapat membantu menemukan sumber masalah.

Jangan Menunda Pemeriksaan Setir Berat

Setir yang terasa berat, muncul bunyi tidak normal, bergetar, atau disertai kebocoran sebaiknya segera diperiksa.

Pasalnya, gejala tersebut dapat berasal dari lebih dari satu komponen. Semakin cepat sumber masalah ditemukan, semakin kecil risiko kerusakan berkembang ke bagian lain.

Pemilik mobil juga sebaiknya tidak langsung mengganti as power steering hanya berdasarkan satu gejala. Pemeriksaan terhadap pompa, fluida, belt, rack steer, ban, serta komponen kaki-kaki diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Perawatan sistem kemudi pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan. Kondisi kemudi yang baik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kendali kendaraan selama berkendara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online