100 Mercedes-Benz W202 Berkumpul di Jogja, Pesonanya Tak Pudar

Sunartono
Sunartono Senin, 17 Agustus 2026 21:17 WIB
100 Mercedes-Benz W202 Berkumpul di Jogja, Pesonanya Tak Pudar

Sebanyak 100 Mercedes-Benz W202 dari 9 daerah berkumpul di Jogja dalam Grand Manohara, membuktikan sedan lawas itu masih digemari. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Mercedes-Benz W202 membuktikan pesonanya belum habis meski usianya telah lebih dari 25 tahun. Sebanyak 100 unit sedan asal Jerman tersebut berkumpul di Tasneem Hotel, Jogja, dalam acara Grand Manohara yang diikuti pecinta Mercedes-Benz W202 dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (16/8/2026).

Deretan Mercedes-Benz W202 dengan beragam warna memenuhi lokasi acara. Sedan yang pernah berjaya pada era 1990 hingga 2000-an itu kembali menjadi pusat perhatian para penggemar otomotif yang datang dalam pertemuan komunitas tersebut.

Founder Mercedes-Benz W202 Club Indonesia, Rusdi Harahap, menilai W202 merupakan salah satu karya terbaik Mercedes-Benz. Menurut dia, mobil tersebut memiliki perpaduan teknologi, ketahanan komponen mekanis, dan karakter berkendara yang membuatnya tetap menarik hingga sekarang.

Tipe W202 ini dinilai seimbang. Teknologinya terukur, tidak berlebihan. Selain itu komponen mekanisnya awet dan tangguh hingga saat ini. Rusdi juga menepis anggapan bahwa mobil Eropa selalu membutuhkan biaya perawatan mahal. Ia menyebut biaya perawatan berkala Mercedes-Benz W202 justru dapat lebih murah dibandingkan mobil Jepang di kelas yang sama.

"Selain itu onderdil masih mudah didapat, apalagi jika bergabung dengan komunitas. Mobilnya masih asyik, dan walaupun harganya murah, orang masih punya respek terhadap mobilnya,” Rusdi Minggu (17/8/2026).

100 W202 dari 9 Daerah

Grand Manohara menjadi ajang berkumpulnya anggota Mercedes-Benz W202 Club Indonesia dari berbagai wilayah. Presiden Mercedes-Benz W202 Club Indonesia, Hamzah Abdan, mengatakan kegiatan di Jogja tersebut diikuti peserta dari sembilan daerah.

Peserta datang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Pekalongan-Pemalang, Solo, Medan, hingga Jogja yang menjadi tuan rumah.

“Ini kali kedua Jogja jadi tuan rumah setelah 2018. Grand Manohara adalah ajang akbar yang menggabungkan seluruh perwakilan wilayah di Indonesia,” jelas Hamzah.

Kehadiran 100 unit W202 sekaligus memperlihatkan bagaimana mobil yang diproduksi dan populer pada era 1990 hingga 2000-an tersebut masih memiliki tempat di kalangan pencinta otomotif.

Bagi komunitas, pertemuan tersebut bukan hanya kesempatan untuk memamerkan kendaraan. Grand Manohara juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarpengurus dan anggota Mercedes-Benz W202 Club Indonesia dari berbagai daerah.

Bukan Sekadar Kopdar

Ketua Panitia Grand Manohara Yogyakarta, Agus Susanto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang lebih luas daripada pertemuan komunitas biasa.

Grand Manohara menghadirkan penghargaan bagi pengurus daerah paling aktif, pengenalan anggota baru, hingga peluncuran situs web resmi klub.

Agenda tersebut membuat pertemuan para pemilik dan penggemar W202 tidak berhenti pada aktivitas otomotif. Komunitas juga memasukkan kegiatan sosial dalam rangkaian acara.

“Kami juga mengadakan charity. Harapannya, selain bisa kumpul bareng, kami juga bisa berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama,” tegas Agus.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas untuk memberikan manfaat yang lebih luas di luar aktivitas berkumpul dan berbagi kecintaan terhadap Mercedes-Benz W202.

Dengan usia kendaraan yang telah melewati seperempat abad, Mercedes-Benz W202 masih mampu mempertemukan ratusan penggemarnya dari berbagai penjuru Indonesia. Grand Manohara di Jogja menjadi salah satu bukti bahwa sedan lawas tersebut tetap memiliki daya tarik di tengah dominasi mobil-mobil modern.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online