India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Kehilangan Rival
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
Ford Ranger/Ford
Harianjogja.com, JOGJA— Ford Australia baru saja mengguncang pasar otomotif Negeri Kanguru dengan pengumuman penarikan massal terhadap kendaraan terlarisnya.
Sebanyak 13.907 unit Ford Ranger harus ditarik kembali menyusul temuan masalah serius pada sistem keselamatan penumpang. Langkah ini sekaligus menghentikan sementara pengiriman unit baru ke konsumen dan aktivitas test drive di jaringan diler.
Dilansir dari Drive, penarikan sukarela (voluntary safety recall) ini menyasar unit Ford Ranger yang diproduksi dalam rentang waktu 26 November 2025 hingga 10 Juli 2026, mencakup model tahun 2026 (Model Year 2026) serta varian pembaruan Model Year 2026.5.
Akar Masalah: Side Curtain Airbag vs Pilar B
Berdasarkan hasil investigasi internal Ford, akar permasalahan terletak pada sistem side curtain airbag atau kantong udara samping. Dalam pernyataan resminya, juru bicara Ford Australia memaparkan bahwa kantong udara samping berpotensi bergesekan atau berinteraksi secara tidak normal dengan lapisan pilar B mobil—bagian yang menjadi tempat sabuk pengaman pengemudi dan penumpang depan terpasang.
Dampaknya fatal jika diabaikan
Gesekan pada pilar B trim berpotensi membuat kantong udara pelindung kepala gagal mengembang secara sempurna. Lebih buruk lagi, tekanan saat pengembangan bisa menyebabkan komponen penopang pilar B terlepas dan berisiko melukai pengemudi maupun penumpang di dalam kabin.
Belum Ada Laporan Kecelakaan, Langkah Preventif Murni
Meski potensi bahayanya nyata, Ford menegaskan bahwa cacat produksi ini pertama kali terdeteksi melalui rangkaian pengujian rutin internal perusahaan. Hingga pengumuman resmi ini dikeluarkan, Ford mengonfirmasi belum menerima laporan insiden kecelakaan maupun cedera dari konsumen yang berkaitan langsung dengan kondisi tersebut.
Langkah ini murni diambil sebagai bentuk pencegahan untuk menjaga standar keselamatan tertinggi bagi para pengguna. Menariknya, ini merupakan recall ke-17 Ford di Australia sepanjang 2026, dan yang kelima untuk model Ranger—sebuah catatan yang menunjukkan betapa seriusnya pabrikan asal Amerika Serikat itu dalam menangani isu keselamatan.
8.000 Unit Sudah di Tangan Konsumen
Dari total 13.907 unit yang terdampak, sekitar 8.000 unit Ford Ranger diketahui sudah diserahkan dan berada di tangan konsumen. Ford memastikan bahwa ribuan kendaraan milik konsumen tersebut akan mendapatkan prioritas utama dalam proses perbaikan di bengkel resmi.
Sisa unit lainnya yang juga terindikasi mengalami masalah masih tertahan di jaringan diler resmi sebagai stok penjualan. Kendaraan-kendaraan ini ditempatkan dalam status "temporary delivery and demonstration hold"—artinya pengiriman dan test drive dihentikan sementara hingga perbaikan selesai.
Cara Cek dan Jadwal Perbaikan
Bagi para pemilik Ford Ranger yang merasa cemas, Ford telah menyediakan fasilitas pengecekan mandiri secara daring. Konsumen cukup mengunjungi laman resmi Ford Australia dan mengakses bagian Recall and Service Action, lalu memasukkan Nomor Rangka atau Vehicle Identification Number (VIN) untuk memastikan apakah unit mereka termasuk dalam daftar penarikan.
Perbaikan menyeluruh diperkirakan baru bisa dilakukan pada pertengahan September 2026. Proses perbaikan komponen pilar B dan modul airbag ini akan dilakukan oleh teknisi diler resmi Ford secara cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun dari konsumen.
Ford Australia berkomitmen untuk menghubungi seluruh pemilik kendaraan yang terdampak secara langsung demi memberikan instruksi dan informasi lanjutan.
Kasus recall akibat kantong udara samping ini bukan pertama kalinya terjadi. Tahun lalu, lebih dari 100.000 unit Ford Ranger rakitan Amerika Serikat juga sempat ditarik akibat masalah serupa—kantong udara samping yang robek saat mengembang. Kali ini, masalahnya sedikit berbeda: interaksi dengan pilar B trim yang berpotensi menghambat pengembangan airbag.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.