Google Discover Kini Bisa Diatur dengan Prompt, Pengguna Lebih Kuasa
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
Booth Vinfast di IIMS 2025. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Mobil listrik semakin mudah dijangkau konsumen Indonesia pada 2026. Sejumlah model kini masuk ke rentang harga yang sebelumnya menjadi wilayah utama mobil LCGC dan city car bermesin bensin, sehingga pilihan kendaraan listrik untuk penggunaan harian semakin beragam.
Perkembangan tersebut terlihat dari hadirnya mobil listrik berukuran kompak hingga crossover dengan harga mulai sekitar Rp150 juta. Selain harga pembelian, efisiensi biaya energi dan kebutuhan perawatan juga menjadi pertimbangan bagi konsumen yang ingin beralih dari mobil konvensional.
Lantas, apa saja mobil listrik dengan harga relatif terjangkau yang tersedia di pasar Indonesia pada 2026? Berikut sejumlah pilihannya.
1. VinFast VF 3
VinFast VF 3 menjadi salah satu mobil listrik dengan harga paling terjangkau. Mobil listrik asal Vietnam ini ditawarkan mulai Rp156 juta hingga Rp230 juta, tergantung skema baterai.
Model ini mengusung desain mini SUV dengan ground clearance 175 mm dan mampu menempuh jarak sekitar 215 kilometer dalam sekali pengisian baterai.
Ukuran yang kompak membuat VF 3 menarik bagi pengguna perkotaan. Ground clearance yang cukup tinggi juga dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang sering melewati jalan dengan kondisi permukaan kurang rata.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perkembangan infrastruktur pengisian daya mandiri VinFast di Indonesia.
2. DFSK Seres E1
DFSK Seres E1 juga bermain di segmen mobil listrik dengan harga relatif terjangkau. Mobil ini dipasarkan pada kisaran Rp189 juta-Rp219 juta.
Jarak tempuhnya berada di kisaran 180-220 kilometer, tergantung varian. Dimensi yang kompak membuat Seres E1 lebih mudah digunakan untuk aktivitas di kawasan perkotaan.
Model ini dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang lebih mengutamakan harga pembelian dan kelincahan daripada kebutuhan perjalanan jarak jauh.
3. BYD Atto 1
Bagi konsumen yang mencari kombinasi teknologi, fitur, dan jarak tempuh, BYD Atto 1 menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Harga BYD Atto 1 dimulai dari sekitar Rp199 juta untuk varian STD, Rp205 juta untuk varian Dynamic, dan Rp245 juta untuk varian Premium.
Mobil ini menggunakan Blade Battery dan menawarkan jarak tempuh sekitar 300-380 kilometer, tergantung varian.
Selain teknologi baterai, desain interior dan kelengkapan fitur menjadi daya tarik Atto 1. Dimensinya yang tetap kompak membuatnya relevan untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.
4. Wuling Air EV Lite
Wuling Air EV Lite merupakan salah satu model yang sudah lebih dahulu memperkenalkan mobil listrik kompak kepada konsumen Indonesia.
Varian Standard Range dibanderol sekitar Rp214 juta, sedangkan Long Range berada di kisaran Rp251 juta.
Keunggulan utama Air EV Lite terletak pada ukurannya yang ringkas. Mobil ini relatif mudah diparkir dan cocok digunakan sebagai kendaraan komuter di kawasan perkotaan dengan lalu lintas padat.
Jaringan purnajual Wuling yang telah berkembang di Indonesia juga menjadi salah satu pertimbangan konsumen.
Namun, dimensi kompak membuat kapasitas kabin dan bagasi Air EV Lite terbatas. Model ini lebih cocok untuk penggunaan dalam kota atau sebagai kendaraan kedua bagi keluarga.
5. Changan Lumin EV
Changan Lumin EV menawarkan pendekatan berbeda melalui desain yang kecil dan unik. Mobil ini dibanderol sekitar Rp205 juta-Rp222 juta dan memiliki jarak tempuh hingga 301 kilometer.
Lumin EV mengusung konsep desain "Seriously Playful". Salah satu ciri khasnya adalah lampu LED bergaya Moon Eye yang memberikan tampilan berbeda dibandingkan mobil listrik kompak lainnya.
Dengan ukuran yang ringkas dan harga yang agresif, Lumin EV menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari di perkotaan.
6. Geely EX2
Geely EX2 menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan bentuk crossover.
Varian Pro dipasarkan dengan harga sekitar Rp239,9 juta, sedangkan varian Max mencapai Rp269,9 juta.
Varian Max menggunakan baterai LFP berkapasitas 30,12 kWh dengan jarak tempuh hingga 310 kilometer berdasarkan pengujian CLTC. Sementara itu, varian Pro menggunakan baterai LFP 40,16 kWh dengan jarak tempuh hingga 410 kilometer berdasarkan standar yang sama.
EX2 juga mampu mencapai kecepatan maksimum 130 km/jam. Desain crossover menjadi salah satu keunggulan model ini bagi konsumen yang menginginkan tampilan mobil yang lebih besar dibandingkan city car listrik.
Biaya Operasional Bisa Lebih Rendah
Selain harga pembelian, biaya penggunaan menjadi salah satu alasan konsumen mempertimbangkan mobil listrik.
Sebagai gambaran, apabila kendaraan listrik menggunakan energi sekitar 150 kWh untuk pemakaian 1.000 kilometer per bulan dengan tarif Rp1.500 per kWh, kebutuhan listriknya sekitar Rp225.000 per bulan.
Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan konsumsi 12 kilometer per liter membutuhkan sekitar 83 liter bahan bakar untuk jarak yang sama. Dengan asumsi harga bensin Rp13.000 per liter, biaya bahan bakarnya sekitar Rp1,079 juta per bulan.
Artinya, berdasarkan asumsi tersebut, selisih biaya energi mencapai sekitar Rp854.000 per bulan atau lebih dari Rp10 juta dalam setahun.
Namun, angka tersebut merupakan simulasi dan biaya aktual dapat berbeda tergantung konsumsi kendaraan, tarif listrik, harga bahan bakar, kondisi jalan, gaya berkendara, serta pola pengisian daya.
Jangan Hanya Melihat Harga Mobil
Harga murah bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil listrik. Konsumen juga perlu melihat garansi baterai, ketersediaan layanan purnajual, infrastruktur pengisian daya, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Kapasitas listrik rumah juga perlu diperhitungkan jika konsumen berencana memasang perangkat pengisian daya di rumah. Kebutuhan daya dapat berbeda sesuai jenis pengisi daya dan model kendaraan.
Kapasitas kabin juga penting bagi calon pembeli. Model ultra-kompak seperti Air EV Lite atau Seres E1 lebih sesuai untuk mobilitas perkotaan, sedangkan model seperti BYD Atto 1 dan Geely EX2 menawarkan ruang yang lebih sesuai untuk kebutuhan keluarga kecil.
Dengan semakin banyaknya pilihan, konsumen kini memiliki alternatif yang lebih luas untuk masuk ke ekosistem kendaraan listrik tanpa harus langsung membeli mobil dengan harga sangat tinggi.
Pilihan Berdasarkan Kebutuhan
Jika harga pembelian menjadi prioritas utama, VinFast VF 3 dan DFSK Seres E1 menjadi pilihan yang patut diperhitungkan.
Untuk konsumen yang mengutamakan teknologi dan jarak tempuh, BYD Atto 1 menawarkan kombinasi fitur dan kemampuan jelajah yang menarik.
Sementara itu, Wuling Air EV Lite lebih cocok bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan kompak untuk aktivitas perkotaan dan mempertimbangkan dukungan jaringan purnajual.
Bagi konsumen yang menginginkan desain crossover, Geely EX2 dapat masuk dalam daftar pertimbangan. Adapun Changan Lumin EV menawarkan alternatif bagi pembeli yang mencari mobil listrik berukuran kecil dengan desain yang berbeda.
Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan, jarak tempuh harian, kapasitas rumah, jumlah penumpang, serta ketersediaan fasilitas pengisian daya di sekitar tempat tinggal dan tujuan perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
29 klub sudah lolos Liga Champions 2026/27. Simak tujuh tiket tersisa, daftar peserta, jadwal play-off, dan format fase liga.
KPK menyegel ruang rektor dan wakil rektor Unsoed. Kampus menyebut belum mendapat informasi resmi terkait perkara yang ditangani KPK.
Skandal KFA dan dugaan layanan seksual untuk wasit asing kembali mencuat. Polisi Korea Selatan menyebut perkara telah kedaluwarsa.
Pemegang paspor Indonesia bisa menikmati fasilitas Visa on Arrival di puluhan negara. Berikut daftar negara VoA untuk WNI berdasarkan Passport Index 2026.
KPK meralat nama wakil rektor Unsoed yang terjaring OTT. Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno disebut ikut diamankan.