Honda dan Nissan Siapkan Software Mobil Baru Mulai 2029

Jumali
Jumali Senin, 31 Agustus 2026 11:07 WIB
Honda dan Nissan Siapkan Software Mobil Baru Mulai 2029

Ilustrasi Kantor Nissan. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Honda Motor dan Nissan Motor dikabarkan tengah menjajaki kerja sama baru di bidang teknologi kendaraan. Kedua produsen otomotif Jepang tersebut disebut akan mengembangkan perangkat lunak dan komputer terintegrasi untuk digunakan pada mobil-mobil baru mulai 2029.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Honda dan Nissan tidak sepenuhnya berhenti setelah pembicaraan merger kedua perusahaan berakhir pada Februari 2025.

Menurut laporan Nikkei, Honda dan Nissan diperkirakan dapat mencapai kesepakatan mengenai kerja sama tersebut paling cepat pada Senin (31/8/2026).

Fokus kerja sama kali ini bukan penggabungan perusahaan, melainkan pengembangan teknologi yang menjadi bagian penting dari kendaraan generasi baru.

Kembangkan Sistem Operasi Mobil

Honda dan Nissan disebut akan mengembangkan sistem operasi kendaraan serta komputer terintegrasi atau onboard computer.

Teknologi tersebut dirancang untuk digunakan pada mobil-mobil baru kedua perusahaan mulai 2029.

Perangkat lunak yang dikembangkan bersama juga berpotensi diterapkan pada kendaraan elektrifikasi yang diproduksi Honda maupun Nissan.

Pengembangan sistem perangkat lunak menjadi semakin penting seiring perubahan industri otomotif. Mobil modern tidak hanya mengandalkan mesin, baterai, atau sistem mekanis, tetapi juga semakin bergantung pada komputer dan perangkat lunak untuk menjalankan berbagai fungsi kendaraan.

Karena itu, kemampuan mengembangkan sistem elektronik dan perangkat lunak menjadi salah satu bagian penting dalam persaingan industri otomotif masa depan.

Honda Belum Pastikan Kesepakatan

Meski laporan mengenai rencana kerja sama tersebut telah muncul, Honda belum memastikan adanya kesepakatan final.

Honda menyampaikan kepada Reuters bahwa perusahaan sedang mendiskusikan "potensi bidang kerja sama" dengan Nissan dan Mitsubishi Motors dalam kerangka kemitraan strategis mereka.

Namun, Honda menegaskan bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait bidang kerja sama tersebut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan teknologi antara ketiga produsen otomotif Jepang masih berada dalam tahap penjajakan.

Nissan juga memberikan pernyataan serupa. Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa Nissan sedang mengeksplorasi berbagai kemungkinan dan akan memberikan informasi lebih lanjut.

Kelanjutan Kerja Sama Setelah Gagal Merger

Rencana pengembangan perangkat lunak ini menjadi perhatian karena Honda dan Nissan sebelumnya sempat membahas kemungkinan merger.

Pembicaraan tersebut dimulai pada pertengahan Desember 2024 dengan tujuan membentuk perusahaan otomotif dengan nilai sekitar US$60 miliar.

Namun, rencana tersebut akhirnya berakhir pada Februari 2025.

Lebih dari setahun setelah pembicaraan merger dihentikan, kedua perusahaan justru kembali dikaitkan dengan rencana kerja sama dalam bidang teknologi.

Reuters mengungkapkan, kerja sama seperti ini memungkinkan produsen otomotif berbagi pengembangan teknologi tanpa harus menggabungkan seluruh kegiatan bisnis mereka.

Bagi industri otomotif, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menghadapi kebutuhan investasi teknologi yang semakin besar.

Nissan Sudah Membahas Kerja Sama Software

CEO Nissan Ivan Espinosa sebelumnya juga mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mendiskusikan kemungkinan kerja sama perangkat lunak dengan Honda.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Agustus 2026 ketika pembahasan mengenai kolaborasi teknologi kedua perusahaan mulai mencuat.

Jika kesepakatan akhirnya tercapai, sistem operasi dan komputer kendaraan yang dikembangkan bersama dapat menjadi salah satu fondasi teknologi mobil Honda dan Nissan pada masa mendatang.

Namun, hingga ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan, rincian teknologi, model kendaraan yang akan menggunakannya, serta bentuk kerja sama kedua perusahaan masih belum diketahui.

Bagi konsumen, perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan otomotif semakin bergeser. Selain desain, performa mesin, efisiensi bahan bakar, dan kapasitas baterai, perangkat lunak serta kemampuan komputer kendaraan akan menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan mobil.

Honda dan Nissan kini memiliki peluang untuk memperkuat posisi mereka dalam perkembangan tersebut melalui kerja sama teknologi, meski keputusan final mengenai kolaborasi itu masih dinantikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online