Robot Vacuum Bongkar Perselingkuhan, Suami di Taiwan Dipenjara
Suami di Taiwan menang gugatan perselingkuhan setelah merekam istri dengan robot vacuum, tetapi kemudian dihukum lima bulan karena melanggar privasi.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA— September 2026 membawa sejumlah fenomena langit yang menarik untuk diamati dari Indonesia. Pergerakan Bulan yang berdekatan dengan Mars, Jupiter dan Venus akan menjadi tontonan utama, disusul Bulan baru, Venus yang mencapai kecerlangan maksimum hingga purnama Harvest Moon di penghujung bulan.
Sebagian besar fenomena tersebut dapat diamati tanpa teleskop. Pengamat hanya perlu memilih waktu yang tepat, mencari lokasi dengan pandangan langit yang cukup terbuka dan, jika memungkinkan, menjauh dari sumber polusi cahaya.
Bagi pemburu langit malam, periode sekitar Bulan baru pada 11 September juga menjadi salah satu waktu terbaik untuk mencari objek redup seperti gugus bintang dan pusat Galaksi Bima Sakti. National Geographic menyebut September menjadi salah satu kesempatan terakhir pada 2026 untuk mengamati pusat Bima Sakti dari belahan Bumi utara sebelum semakin sulit terlihat pada bulan-bulan berikutnya.
Berikut sejumlah fenomena langit yang dapat menjadi agenda pengamatan sepanjang September 2026.
1. Bulan Bertemu Mars pada 6-7 September
September dibuka dengan pertemuan semu antara Bulan sabit dan Mars.
Pada 6 dan 7 September, keduanya akan tampak berdekatan di langit menjelang fajar. National Geographic memperkirakan jaraknya hanya sekitar tiga derajat dan dapat dicari di atas ufuk timur sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Dari Indonesia, fenomena ini juga dapat diamati. Pengamatan paling baik dilakukan ketika langit masih gelap sebelum cahaya Matahari mulai muncul.
Jupiter kemudian akan ikut terlihat lebih rendah atau berada dalam rangkaian posisi diagonal dengan objek-objek tersebut. Saturnus juga dapat ditemukan di bagian langit lainnya.
2. Bulan dan Jupiter Berdekatan pada 8-9 September
Setelah meninggalkan Mars, Bulan akan bergerak mendekati Jupiter.
Keduanya dapat dicari di arah timur beberapa jam sebelum Matahari terbit. National Geographic merekomendasikan pengamatan sekitar pukul 04.00 waktu setempat pada 8 September.
Namun, tanggal pengamatan dari Indonesia perlu diperhatikan karena perbedaan zona waktu. Sumber astronomi lokal ITERA mencatat fenomena kedekatan Bulan dan Jupiter berlangsung pada 8-9 September dan tetap dapat diamati dari Indonesia.
Di sejumlah wilayah dunia, peristiwa ini bahkan akan menjadi okultasi, ketika Bulan tampak melintas di depan Jupiter. Fenomena tersebut tidak terlihat dari seluruh lokasi sehingga pengamat Indonesia perlu memperhatikan posisi geografis masing-masing.
3. Bulan Baru Jadi Waktu Terbaik Berburu Bima Sakti
Pada 11 September, Bulan memasuki fase baru. Dalam kondisi ini, cahaya Bulan hampir tidak mengganggu langit malam sehingga objek-objek redup lebih mudah ditemukan.
Inilah waktu yang cocok bagi penggemar astrofotografi maupun pengamat yang ingin mencari gugus bintang, nebula dan bagian terang Galaksi Bima Sakti.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, pilih lokasi yang jauh dari lampu kota. Kawasan pedesaan atau tempat dengan tingkat polusi cahaya rendah akan memberikan langit yang jauh lebih gelap.
Fase Bulan baru terjadi pada 11 September pukul 10.27 WIB menurut data fase Bulan untuk Yogyakarta.
4. Bulan Sabit dan Venus Menghiasi Langit Sore
Pengamat tidak harus bangun dini hari untuk menikmati fenomena langit September.
Pada 14 September, Bulan sabit tipis akan berada dekat dengan Venus di langit barat setelah Matahari terbenam. National Geographic memperkirakan keduanya dapat terlihat sekitar satu jam setelah Matahari terbenam.
Venus yang sangat terang membuat pasangan ini relatif mudah ditemukan. Dari sebagian wilayah dunia, kedekatan tersebut bahkan menghasilkan fenomena okultasi Venus oleh Bulan. Di Indonesia, tingkat keterlihatannya bergantung pada lokasi pengamat.
5. Venus Mencapai Kecerlangan Maksimum pada 18 September
Venus menjadi salah satu objek paling menarik pada pertengahan September.
Pada 18 September, planet tersebut mencapai kecerlangan maksimum untuk kemunculannya sebagai objek sore pada 2026, dengan magnitudo sekitar -4,8.
Dengan tingkat kecerlangan tersebut, Venus relatif mudah dikenali bahkan dari wilayah perkotaan yang memiliki polusi cahaya.
Cari Venus di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam. Namun, posisinya cukup rendah di atas horizon sehingga pengamatan akan lebih mudah jika arah barat tidak terhalang gedung atau pepohonan.
6. Ekuinoks September dan Peluang Aurora
Ekuinoks September menandai pergantian musim di belahan Bumi utara.
Dalam kalender astronomi Indonesia, ekuinoks September 2026 terjadi pada 23 September. Peristiwa ini bukan fenomena yang dapat dilihat seperti purnama atau konjungsi planet, tetapi menjadi penanda penting dalam kalender astronomi.
Di sekitar periode ekuinoks, aktivitas aurora di lintang tinggi secara statistik dapat meningkat. Karena itu, wilayah dekat lingkar Arktik berpotensi menjadi lokasi menarik bagi pemburu aurora. National Geographic juga menyebut ekuinoks sebagai salah satu periode yang dikenal memiliki aktivitas aurora lebih tinggi.
Fenomena aurora tersebut tentu tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia.
7. Mars Bertemu Rasi Gemini
Menjelang akhir September, Mars kembali menjadi salah satu objek yang menarik perhatian.
Pada pagi 25 September, Mars akan tampak berada di kawasan rasi Gemini, berdekatan dengan dua bintang terang, Castor dan Pollux.
Pemandangan ini dapat dicari di langit timur sebelum Matahari terbit. Jupiter juga masih menjadi bagian dari pemandangan langit pagi pada periode tersebut.
Karena posisi planet dan bintang berubah terhadap waktu serta lokasi pengamat, aplikasi peta langit dapat membantu menemukan posisi ketiganya dengan lebih akurat.
8. Harvest Moon dan Saturnus pada 26 September
Salah satu penutup paling menarik September adalah Bulan purnama pada 26 September.
Purnama ini dikenal sebagai Harvest Moon, karena merupakan purnama yang paling dekat dengan ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara. Puncak purnama terjadi pada 26 September pukul 16.49 UTC atau 23.49 WIB.
Di Indonesia, Bulan akan tampak penuh pada malam 26 September dan dapat diamati dengan mata telanjang.
Saturnus juga akan berada dekat dengan Bulan. Keduanya dapat terlihat bersama sepanjang malam setelah Bulan terbit.
Jika Bulan tampak lebih besar dan berwarna kekuningan atau jingga ketika berada dekat horizon, efek tersebut bukan berarti ukuran fisiknya berubah. Kesan tersebut terutama berkaitan dengan ilusi Bulan dan kondisi atmosfer di dekat horizon.
9. Galaksi Andromeda Bisa Diburu Sepanjang September
September juga menjadi waktu yang menarik untuk mencari Galaksi Andromeda.
Galaksi spiral tersebut merupakan galaksi besar terdekat dengan Bima Sakti dan berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi. Dalam kondisi langit sangat gelap, Andromeda bahkan dapat terlihat sebagai bercak cahaya samar tanpa alat bantu.
Untuk melihat detail yang lebih baik, pengamat dapat menggunakan binokular atau teleskop kecil.
Waktu terbaik adalah ketika Andromeda berada cukup tinggi di langit, sekitar tengah malam hingga pukul 01.00 waktu setempat. Lokasi dengan polusi cahaya rendah akan memberikan peluang pengamatan yang jauh lebih baik.
Dengan begitu, September 2026 menawarkan banyak pilihan bagi penggemar astronomi, baik yang baru mencoba mengamati langit maupun pemburu astrofotografi.
Dari pertemuan Bulan dengan planet pada awal bulan hingga Harvest Moon dan Saturnus di penghujung September, sebagian besar fenomena dapat dinikmati tanpa peralatan astronomi khusus.
Yang terpenting, pilih waktu pengamatan yang tepat dan cari lokasi dengan pandangan langit terbuka. Untuk pengamatan objek redup seperti Bima Sakti dan Andromeda, semakin gelap lokasi yang dipilih, semakin besar pula peluang melihat detail langit malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suami di Taiwan menang gugatan perselingkuhan setelah merekam istri dengan robot vacuum, tetapi kemudian dihukum lima bulan karena melanggar privasi.
Daihatsu kembali menghadirkan keseruan Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 di Batam. Berlangsung pada 2–6 September 2026 di Mega Mall Batam Centre
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Demo mahasiswa UGM digelar sore ini. Simpang Gramedia direkayasa situasional, berikut titik pengalihan dan rute alternatif bagi pengendara.
Jonatan Christie menang dua gim langsung atas Leong Jun Hao pada babak 32 besar China Masters 2026 dengan skor 21-17, 21-19.
Berikut 9 fenomena langit September 2026 yang menarik diamati dari Indonesia, mulai pertemuan Bulan dan Mars hingga Harvest Moon.