Indonesia Masuk Top 10 Pengguna ChatGPT Dunia

Newswire
Newswire Kamis, 03 September 2026 21:47 WIB
Indonesia Masuk Top 10 Pengguna ChatGPT Dunia

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Indonesia tercatat masuk jajaran 10 besar negara dengan pengguna aktif mingguan ChatGPT terbanyak di dunia. OpenAI menyebut posisi tersebut menunjukkan tingginya tingkat adopsi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia, sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan ekosistem AI nasional.

Head of Policy OpenAI Southeast Asia Sandy Kunvatanagarn mengatakan tingginya pemanfaatan AI di Indonesia perlu diikuti dengan pengembangan kemampuan masyarakat agar penggunaan teknologi tersebut tidak hanya sebatas fungsi dasar.

Menurut dia, kolaborasi antara penyedia teknologi global, pemerintah, industri, dan masyarakat sipil menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekosistem AI di Indonesia.

"Kuncinya adalah membangun kemitraan yang kuat antara penyedia teknologi global, pemerintah, industri, dan masyarakat sipil. Kita perlu memastikan pemanfaatan AI tidak berhenti pada penggunaan dasar, tetapi bergerak ke pemanfaatan canggih (advanced) yang dipadukan dengan konteks dan kearifan lokal," ujar Sandy.

Lebih dari Separuh Masyarakat Gunakan AI

Untuk memahami perkembangan pemanfaatan AI di Indonesia, OpenAI melakukan studi mendalam dan menghadirkan laporan bertajuk "Menutup Kesenjangan Kapabilitas Kecerdasan Artifisial di Indonesia".

Studi tersebut dinilai strategis bagi OpenAI. Meski perusahaan telah beroperasi secara global, pemahaman mengenai lanskap pengembangan AI di tingkat regional tetap dibutuhkan.

Melalui studi tersebut, OpenAI juga berharap dapat mendorong lahirnya kolaborasi konkret bersama para pemangku kebijakan di Indonesia.

Berdasarkan data internal OpenAI mengenai pemanfaatan AI di Indonesia, lebih dari 50 persen masyarakat telah menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas harian maupun mingguan mereka.

Angka tersebut menunjukkan sekitar 1 dari 5 orang di Indonesia telah mengintegrasikan AI dalam aktivitas harian.

Tidak hanya dalam penggunaan AI generatif secara umum, masyarakat Indonesia juga tercatat cukup aktif menggunakan fitur dengan kemampuan penalaran yang lebih kompleks.

Indonesia Masuk Top 5 Persen untuk Reasoning Tokens

OpenAI mencatat Indonesia berada dalam top 5 persen secara global dalam pemanfaatan fitur token penalaran atau reasoning tokens.

Fitur tersebut digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan kompleks dan melakukan analisis mendalam pada layanan ChatGPT. Pemanfaatannya berada di luar penggunaan AI generatif biasa.

Tren penggunaan AI di Indonesia juga mulai bergeser menuju teknologi yang lebih canggih, termasuk agen AI atau agentic AI seperti Codex.

Codex pada awalnya dikembangkan untuk kebutuhan penulisan kode komputer atau coding. Namun, pemanfaatannya di Indonesia menunjukkan pola yang berbeda.

Lebih dari 50 persen penggunaan Codex di Indonesia justru berasal dari kalangan profesional nonteknis. Mereka antara lain berasal dari divisi hukum (legal), riset, hingga pemasaran.

Perkembangan tersebut membuat Indonesia masuk dalam jajaran lima besar global pengguna Codex.

Tantangan Ekosistem AI Indonesia

Di balik tingginya penggunaan AI tersebut, OpenAI melihat masih terdapat tantangan berupa kesenjangan kapabilitas atau capability gap.

Sebagian besar pelaku usaha dan masyarakat dinilai masih berada pada tahap penggunaan dasar atau basic usage. Pemanfaatan AI untuk fungsi-fungsi bernilai tinggi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dinilai masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, pengembangan ekosistem AI Indonesia tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah pengguna. Kemampuan memanfaatkan AI secara lebih maju menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi tersebut memberikan dampak yang lebih besar.

Untuk membantu mengatasi kesenjangan tersebut, OpenAI menggandeng lembaga riset kebijakan publik Southeast Asia Policy Institute (SEAPPI).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memformulasikan rekomendasi kebijakan strategis yang tepat bagi pemerintah dalam mengoptimalkan ekosistem AI Indonesia.

OpenAI Buka Peluang Kolaborasi

Langkah OpenAI menggandeng pemangku kebijakan di Indonesia bukan merupakan model kerja sama pertama yang dilakukan perusahaan tersebut di Asia Tenggara.

Sebelumnya, OpenAI telah menjalankan model kemitraan strategis serupa bersama Pemerintah Thailand melalui National Innovation Agency (NIA), jaringan venture capital, serta institusi pendidikan tinggi setempat.

Melalui kolaborasi tersebut, OpenAI menghadirkan program akselerator AI yang berfokus pada pelatihan teknis, penyediaan insentif komputasi, hingga dukungan pendanaan bagi startup dan pengembang lokal.

Sandy mengatakan skema kolaborasi strategis tersebut terbuka untuk direplikasi di Indonesia.

Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempersempit kesenjangan kapabilitas AI, tetapi juga membuka peluang munculnya berbagai solusi AI lokal yang dapat bersaing di tingkat regional.

"Kami sangat bersemangat untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah Indonesia, pemimpin industri, dan masyarakat sipil guna membangun ekosistem AI yang inklusif dan berdampak tinggi," pungkas Sandy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online