Pesan Selamat Pagi WhatsApp Pernah Bikin HP India Kehabisan Memori

Jumali
Jumali Jum'at, 04 September 2026 09:07 WIB
Pesan Selamat Pagi WhatsApp Pernah Bikin HP India Kehabisan Memori

Whatsapp - Foto ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Mengirim ucapan “selamat pagi” lewat WhatsApp mungkin terdengar seperti kebiasaan sederhana. Namun, di India, tradisi digital tersebut pernah berkembang sedemikian besar hingga ikut memicu persoalan penyimpanan pada ponsel.

Pada periode 2017–2018, jutaan pengguna internet di India terbiasa mengawali hari dengan mengirim gambar, video, atau GIF berisi ucapan selamat pagi kepada teman, keluarga, bahkan orang yang tidak terlalu mereka kenal.

Kontennya pun beragam. Ada gambar bunga, matahari terbit, burung, bayi, hingga kalimat motivasi yang ditempelkan pada gambar. Sebagian lainnya berupa video pendek dengan pesan penyemangat.

Masalah muncul karena konten semacam itu tidak hanya dikirim sekali. Satu gambar dapat diteruskan ke banyak kontak dan grup. Dalam hitungan hari, kumpulan file tersebut bisa memenuhi ruang penyimpanan, terutama pada ponsel kelas bawah dengan kapasitas memori terbatas.

Fenomena itu sampai menarik perhatian Google.

Pada saat tersebut, satu dari tiga pengguna smartphone di India dilaporkan kehabisan ruang penyimpanan setiap hari. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di kisaran satu dari 10 pengguna. Data tersebut berasal dari survei perusahaan penyimpanan data Western Digital yang dikutip dalam laporan mengenai kebiasaan pengguna smartphone di India.

Google kemudian mencoba mencari tahu jenis file apa yang paling banyak memenuhi perangkat pengguna.

Hasil pengamatan menunjukkan banyak ponsel menyimpan tumpukan gambar “Good Morning” yang diterima dan diteruskan melalui WhatsApp. Persoalan ini semakin terasa karena pada masa tersebut banyak pengguna India memakai smartphone murah dengan kapasitas penyimpanan relatif kecil.

Google Ikut Memburu Gambar Selamat Pagi

Persoalan tersebut ikut mendorong Google menghadirkan Files Go, aplikasi yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola penyimpanan ponsel.

Files Go diperkenalkan Google di India pada Desember 2017. Aplikasi tersebut memberikan rekomendasi file yang bisa dihapus, termasuk file berukuran besar, file duplikat, aplikasi yang jarang digunakan, serta berbagai konten multimedia.

Yang menarik, Google secara khusus mengembangkan kemampuan untuk mengenali gambar-gambar yang biasa digunakan dalam pesan “Good Morning”.

Tim Google memanfaatkan basis data gambar dan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu sistem mengenali pola konten tersebut. Salah satu pendekatannya adalah melihat karakteristik tertentu dari file, termasuk jenis dan ukurannya.

Josh Woodward, Google Product Manager yang terlibat dalam pengembangan fitur tersebut, mengatakan timnya bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memahami karakteristik pesan “Good Morning”.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna menemukan file yang dianggap tidak lagi diperlukan sehingga ruang penyimpanan dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

Pada awal 2018, Files Go telah mencatat lebih dari 10 juta unduhan. Google juga menyebut pengguna rata-rata berhasil mengosongkan sekitar 1 GB ruang penyimpanan melalui aplikasi tersebut.

Demam Ucapan Selamat Pagi di India

Besarnya fenomena tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan pengguna internet di India. Banyak masyarakat pada masa itu baru pertama kali terhubung ke internet melalui smartphone.

WhatsApp kemudian menjadi salah satu sarana utama untuk berkomunikasi. Bagi sebagian pengguna, aplikasi tersebut bukan sekadar layanan pesan singkat, tetapi juga menjadi tempat berbagi foto, video, lelucon, ucapan, dan berbagai konten lain.

Kebiasaan mengirim ucapan selamat pagi pun berkembang menjadi rutinitas harian.

Laporan yang dikutip berbagai media pada Januari 2018 menyebut pencarian Google untuk “Good Morning images” di India meningkat 10 kali lipat dalam lima tahun. Pinterest juga mengalami peningkatan besar dalam jumlah pengguna India yang mengunduh gambar-gambar semacam itu.

WhatsApp bahkan disebut telah menyediakan fitur status yang memungkinkan pengguna menyampaikan pesan kepada seluruh kontak secara lebih praktis. Pada periode tersebut, WhatsApp memiliki sekitar 200 juta pengguna aktif bulanan di India, menjadikannya salah satu pasar terbesar layanan tersebut.

Fenomena itu juga menyentuh kalangan pejabat. Perdana Menteri India Narendra Modi pernah diberitakan rutin mengirim ucapan selamat pagi dan bahkan mengeluhkan koleganya yang tidak membalas pesan tersebut.

Pada akhirnya, persoalan “Good Morning” di India menjadi contoh menarik tentang bagaimana kebiasaan digital yang terlihat sepele dapat menciptakan persoalan teknis dalam skala besar.

Satu gambar mungkin tidak terasa membebani penyimpanan. Namun, jika gambar serupa diterima setiap pagi dari puluhan kontak dan terus tersimpan selama berbulan-bulan, ruang penyimpanan ponsel dapat terkuras tanpa disadari.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi ketika jutaan pengguna baru mulai masuk ke dunia digital. Bagi Google, persoalannya bukan sekadar membuat sistem operasi dan aplikasi berjalan lebih baik, tetapi juga memahami kebiasaan lokal pengguna hingga ke hal sesederhana gambar ucapan selamat pagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online