HP Android Ini Punya Desain Kamera Mirip iPhone Air

Jumali
Jumali Jum'at, 25 September 2026 10:17 WIB
HP Android Ini Punya Desain Kamera Mirip iPhone Air

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Desain iPhone Air yang mengandalkan bodi tipis dan modul kamera horizontal di bagian belakang ternyata bukan satu-satunya konsep yang tersedia di pasar smartphone.

Sejumlah produsen Android juga menggunakan desain camera bar atau modul kamera memanjang di bagian atas punggung perangkat. Modelnya beragam, mulai dari ponsel murah sekitar Rp1 jutaan hingga perangkat yang menyasar kelas menengah dan premium.

Desain tersebut membuat sejumlah HP Android sekilas mengingatkan pada iPhone Air. Namun, spesifikasi, ukuran bodi, konfigurasi kamera, dan harganya berbeda-beda.

Berikut delapan HP Android yang memiliki desain kamera belakang horizontal yang serupa secara visual dengan iPhone Air.

1. Vivo V80 Lite 5G

Vivo V80 Lite 5G menjadi salah satu perangkat yang mengusung modul kamera belakang berbentuk memanjang di bagian atas bodi.

Modul tersebut menampung dua sensor kamera yang ditempatkan berdampingan. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony IMX852 dengan resolusi 50 MP, sedangkan kamera pendampingnya memiliki resolusi 2 MP untuk kebutuhan bokeh.

Di pasar Pakistan, Vivo V80 Lite 5G ditawarkan dalam pilihan RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB dan 256 GB. Harganya masing-masing sekitar 124.990 dan 145.999 rupee Pakistan.

Jika dikonversikan, harganya berada di kisaran Rp7,9 juta hingga Rp9,3 juta. Harga tersebut merupakan konversi dari pasar Pakistan sehingga belum tentu sama dengan harga jual di Indonesia.

2. Sony Xperia 10 VIII

Sony Xperia 10 VIII juga menggunakan modul kamera belakang yang memanjang secara horizontal.

Selain desain kamera, ponsel ini mengusung bodi yang relatif ramping dan layar tanpa notch maupun lubang kamera di bagian depan.

Xperia 10 VIII dibekali layar LTPS OLED berukuran 6,1 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz. Sony juga membekalinya dengan baterai 5.000 mAh.

Harga perangkat ini berada di kisaran 599 euro atau sekitar Rp12 jutaan jika dikonversikan ke rupiah.

3. Tecno Spark 50 5G

Dari kelas harga yang lebih terjangkau ada Tecno Spark 50 5G.

Smartphone tersebut menggunakan modul kamera belakang horizontal yang membentang di bagian atas punggung. Di dalamnya terdapat kamera utama 50 MP dan lampu LED.

Layar Tecno Spark 50 5G berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan layarnya mencapai 560 nits.

Di India, perangkat ini dibanderol mulai 16.999 rupee atau sekitar Rp3 jutaan untuk konfigurasi RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB. Varian RAM 6 GB/128 GB dijual sekitar 18.999 rupee atau Rp3,4 jutaan.

4. Honor Magic8 Pro Air

Honor Magic8 Pro Air hadir dengan konsep desain yang juga mengedepankan bodi tipis serta modul kamera horizontal.

Ponsel tersebut diluncurkan di China pada Januari 2026. Ketebalannya mencapai 6,1 mm dengan bobot sekitar 155 gram.

Honor Magic8 Pro Air dipasarkan mulai 4.999 yuan atau sekitar Rp12 jutaan. Banderol tersebut masih berada jauh di bawah harga awal iPhone Air di Indonesia.

5. Tecno Pova Slim

Tecno Pova Slim menjadi pilihan lain bagi pengguna yang mencari smartphone dengan bodi tipis dan desain kamera horizontal.

Ketebalan perangkat ini sekitar 5,95 mm. Modul kameranya berbentuk kapsul memanjang di bagian atas punggung dan memuat dua kamera, dengan kamera utama beresolusi 50 MP.

Di pasar India, Tecno Pova Slim dipasarkan mulai 19.999 rupee atau sekitar Rp3,6 jutaan.

Desain kamera tersebut membuatnya sekilas memiliki bahasa desain yang serupa dengan iPhone Air, meskipun spesifikasi dan kelas produknya berbeda.

6. Nubia Air

Nubia Air juga mengandalkan bodi tipis dengan modul kamera memanjang di bagian belakang.

Perangkat ini memiliki ketebalan 6,7 mm dengan bobot sekitar 172 gram. Modul kameranya memuat kamera utama 50 MP dan sensor kedalaman 2 MP. Layar yang digunakan adalah AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz.

Nubia Air pertama kali dipasarkan di Eropa dengan harga sekitar 250 euro atau Rp4,8 jutaan berdasarkan konversi.

Harga dan ketersediaan tersebut merupakan acuan pasar Eropa sehingga belum dapat dianggap sebagai harga resmi Indonesia.

7. Tecno Spark Go 5G

Tecno Spark Go 5G membawa konsep camera bar horizontal yang memanjang di bagian atas bodi.

Kamera utamanya memiliki resolusi 50 MP. Ponsel ini dipasarkan di India dengan harga mulai 9.999 rupee atau sekitar Rp1,8 jutaan untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB.

Dengan harga tersebut, Spark Go 5G menjadi salah satu perangkat dalam daftar ini yang berada di kelas paling terjangkau.

8. Realme 16 5G

Realme 16 5G menjadi salah satu perangkat yang secara resmi menggunakan istilah Air Design. Realme juga menyebut desain kamera belakangnya sebagai Camera Bar horizontal.

Di sektor fotografi, perangkat ini membawa kamera belakang Sony IMX852 50 MP dan kamera depan 50 MP. Sistem kameranya didukung teknologi LumaColor IMAGE untuk pemrosesan foto potret.

Realme 16 5G resmi diluncurkan di Indonesia pada Maret 2026. Saat peluncuran, varian RAM 8 GB/256 GB dibanderol Rp5.499.000, sedangkan RAM 12 GB/256 GB dipasarkan Rp5.999.000.

Menariknya, Realme juga menyematkan Selfie Mirror pada bagian modul kamera belakang. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menggunakan kamera belakang untuk mengambil foto selfie dengan bantuan cermin kecil pada modul kamera.

Harga Berbeda, Bahasa Desain Serupa

Kedelapan perangkat tersebut menunjukkan bahwa modul kamera horizontal kini digunakan pada smartphone dari berbagai segmen harga.

Ada Tecno Spark Go 5G yang berada di kisaran Rp1 jutaan, sementara Sony Xperia 10 VIII dan Honor Magic8 Pro Air berada di kelas harga yang lebih tinggi.

Realme 16 5G sendiri menjadi salah satu pilihan yang sudah tersedia resmi di Indonesia. Perangkat tersebut tidak hanya mengandalkan tampilan Air Design, tetapi juga membawa kamera 50 MP, baterai 7.000 mAh, dan fitur Selfie Mirror.

Perlu dicatat, harga yang disebutkan untuk sejumlah perangkat dalam daftar merupakan harga pasar negara lain atau hasil konversi mata uang. Karena itu, angka tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai harga resmi di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online