Google Perbarui Gemini, Bisa Bantu Atur Rapat hingga Olah Data

Newswire
Newswire Jum'at, 09 Oktober 2026 23:37 WIB
Google Perbarui Gemini, Bisa Bantu Atur Rapat hingga Olah Data

Ilustrasi logo Gemini at Work resmi dari Google./Antara-Google\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Google Cloud memperkenalkan versi baru Gemini berupa agen kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu pengguna menyelesaikan beragam pekerjaan melalui satu kolom prompt. Kemampuannya mencakup pengolahan informasi, menjawab pertanyaan, pembuatan konten, hingga pemrograman atau coding.

CEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan Gemini dirancang untuk memahami konteks bisnis dan mendukung berbagai kebutuhan pekerjaan dalam satu antarmuka.

“Gemini memahami konteks bisnis dan mendukung beragam kebutuhan, mulai dari mengolah informasi dan menjawab pertanyaan hingga membuat konten dan coding, semuanya melalui satu kolom prompt,” kata Thomas dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut Thomas, Gemini dapat merencanakan pekerjaan, memanfaatkan keterampilan atau skills dan perangkat pendukung (tools), serta terhubung dengan sistem perusahaan. Dengan kemampuan tersebut, Gemini dapat membantu menghasilkan pekerjaan di dalam dokumen, kotak masuk email, dan lingkungan pengembangan yang digunakan pengguna.

Pengguna cukup menjelaskan tujuan yang ingin dicapai tanpa harus merinci setiap tahapan pengerjaan.

Gemini Punya Fitur untuk Menjalankan Tugas secara Mandiri

Salah satu kemampuan yang diperkenalkan adalah Unified Agent, yang menggabungkan percakapan, penyelesaian tugas secara mandiri, dan pembuatan kode dalam satu antarmuka.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memberikan tugas, menjadwalkan pekerjaan, atau mengatur Gemini agar merespons peristiwa tertentu.

Selanjutnya, Omnipresent Access memungkinkan Gemini diakses melalui berbagai perangkat dan kanal. Pengguna dapat memanfaatkan layanan ini melalui web, ponsel iOS dan Android, komputer Windows dan Mac, serta kanal seperti command line, Google Workspace, Microsoft 365, dan Slack.

Adapun fitur Persistent Execution memungkinkan tugas yang membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari tetap berjalan di cloud meskipun laptop pengguna ditutup.

Thomas juga menyebut Gemini dapat membentuk tim agen sementara untuk menangani bagian-bagian pekerjaan tertentu secara paralel maupun berurutan. Setiap agen memiliki identitas sendiri dengan akses yang dibatasi berdasarkan konteks yang diberikan pengguna atau anggota tim.

Gemini Bisa Memanfaatkan Konteks dan Memilih Model AI

Gemini juga dibekali kemampuan Deeply Contextual untuk memanfaatkan konteks dari perangkat kerja, data, dan riwayat pekerjaan pengguna.

Sementara itu, fitur Choice Flexibility memungkinkan Gemini memilih model yang sesuai untuk setiap tugas. Dengan mekanisme tersebut, pekerjaan kompleks dapat memperoleh akurasi yang lebih baik, sedangkan tugas sederhana bisa menggunakan model yang lebih efisien.

Integrasi dengan berbagai layanan produktivitas Google juga menjadi bagian dari pengembangan Gemini. Layanan ini terhubung dengan Gmail, Drive, Docs, Slides, Sheets, Chat, dan Calendar.

Sebagai asisten pribadi, Gemini dapat memanfaatkan konteks jadwal, tim, proyek, serta dokumen untuk membantu pekerjaan, termasuk mengatur rapat.

Fitur delegasi proaktif juga dapat menyarankan pekerjaan yang bisa didelegasikan dan membantu pengguna memprioritaskan email berdasarkan tingkat kepentingannya.

Gemini Dukung Pengolahan Data hingga Machine Learning

Di bidang data dan machine learning, Gemini dapat membantu menghasilkan kode PySpark serta menyediakan notebook untuk menguji kode, melatih model, dan mendiagnosis maupun memperbaiki masalah pada pipeline.

Pengguna bisnis juga dapat membuat laporan operasional secara real-time yang terintegrasi dengan BigQuery dan Knowledge Catalog.

Kemampuan tersebut ditujukan untuk mendukung pekerjaan yang melibatkan pengolahan data, pengembangan model, serta pemantauan operasional perusahaan.

Google Perkuat Keamanan Agen AI Gemini

Selain kemampuan produktivitas, Google Cloud turut menyoroti aspek keamanan dalam penggunaan agen AI.

Setiap agen memiliki identitas tersendiri dan aktivitasnya tercatat dalam log. Administrator dapat menetapkan izin akses berbasis peran, sedangkan aktivitas Gemini bisa dipantau melalui jejak audit.

Gemini juga menjalankan tugas di Agent Sandbox, sementara lalu lintas data melewati Agent Gateway yang menerapkan kebijakan organisasi secara real-time.

Melalui berbagai kemampuan tersebut, Gemini dikembangkan untuk membantu pengguna menangani pekerjaan sehari-hari hingga tugas teknis yang lebih kompleks, sekaligus mendukung pengelolaan akses dan pemantauan aktivitas dalam lingkungan perusahaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online