Benarkah Baterai Mobil Listrik Hanya Bertahan 10 Tahun? Ini Faktanya

Jumali
Jumali Selasa, 13 Oktober 2026 16:47 WIB
Benarkah Baterai Mobil Listrik Hanya Bertahan 10 Tahun? Ini Faktanya

Ilustrasi mobil listrik

Harianjogja.com, JOGJA—Anggapan bahwa baterai mobil listrik hanya mampu bertahan sekitar 10 tahun masih menjadi pertimbangan bagi calon pembeli kendaraan listrik. Padahal, usia pakai baterai tidak ditentukan oleh umur kendaraan semata, tetapi juga dipengaruhi teknologi baterai, suhu, pola pengisian daya, dan cara kendaraan digunakan.

Seiring perkembangan teknologi, daya tahan kendaraan listrik generasi terbaru semakin membaik. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Energy menunjukkan bahwa usia pakai kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) kini semakin mendekati kendaraan bermesin pembakaran internal.

Penelitian berjudul The Closing Longevity Gap Between Battery Electric Vehicles and Internal Combustion Vehicles in Great Britain tersebut menganalisis sekitar 30 juta kendaraan dan hampir 300 juta hasil uji kendaraan di Inggris. Hasilnya menunjukkan perkembangan teknologi telah membantu kendaraan listrik generasi baru mencapai usia pakai yang sebanding dengan mobil bermesin konvensional, termasuk dalam penggunaan yang lebih intensif.

Meski demikian, penelitian tersebut membahas usia pakai kendaraan secara keseluruhan, bukan menetapkan bahwa setiap baterai mobil listrik dapat bertahan selama periode tertentu. Daya tahan baterai tetap bergantung pada kondisi kendaraan dan karakteristik teknologinya.

Apa yang Terjadi Ketika Baterai Mobil Listrik Menua?

Seiring bertambahnya usia dan penggunaan, kapasitas baterai mobil listrik dapat menurun secara bertahap. Dampaknya, jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengisian daya bisa berkurang dibandingkan ketika mobil masih baru.

Penurunan kapasitas tersebut tidak otomatis membuat mobil listrik berhenti berfungsi. Kendaraan masih dapat digunakan selama baterai dan sistem kelistrikannya berada dalam kondisi layak serta aman.

Karena itu, usia kendaraan, kapasitas baterai yang tersisa, dan masa garansi merupakan tiga hal berbeda. Masa garansi menunjukkan periode perlindungan yang diberikan sesuai ketentuan produsen, bukan batas pasti usia baterai.

Pemilik juga perlu memperhatikan ketentuan garansi masing-masing merek. Syaratnya dapat berbeda berdasarkan model, tahun produksi, jarak tempuh, serta kondisi kapasitas baterai yang dijamin.

Suhu Berpengaruh terhadap Ketahanan Baterai

Salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan baterai adalah suhu operasional. Paparan panas berlebihan dapat mempercepat proses degradasi, terutama jika baterai terus berada dalam kondisi yang tidak ideal.

Di Indonesia, kendaraan listrik kerap digunakan dalam kondisi lalu lintas padat dan cuaca panas. Oleh karena itu, sistem pengelolaan suhu baterai menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan ketika memilih kendaraan listrik.

Sejumlah mobil listrik menggunakan sistem pendingin cair atau liquid cooling untuk membantu menjaga suhu baterai tetap dalam rentang operasional yang ditentukan. Namun, teknologi pengelolaan suhu tidak sama pada setiap model kendaraan.

Pemilik disarankan mengikuti petunjuk penggunaan dari produsen dan menghindari membiarkan kendaraan terlalu lama terpapar panas ekstrem jika tersedia tempat parkir yang lebih teduh.

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Lebih Awet

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan baterai mobil listrik. Langkah-langkah berikut bersifat umum, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan dan jenis baterai yang digunakan.

1. Jaga kapasitas baterai untuk penggunaan harian

Untuk banyak mobil listrik, menjaga kapasitas baterai di kisaran 20–80 persen dapat membantu mengurangi tekanan pada sel baterai dalam penggunaan sehari-hari.

Namun, kisaran tersebut bukan aturan mutlak untuk semua kendaraan. Beberapa jenis baterai memiliki rekomendasi pengisian berbeda, termasuk kebutuhan pengisian hingga 100 persen secara berkala. Karena itu, buku manual kendaraan tetap menjadi acuan utama.

2. Hindari membiarkan baterai terlalu lama dalam kondisi kosong atau penuh

Membiarkan baterai berada pada tingkat pengisian sangat rendah dalam waktu lama sebaiknya dihindari. Begitu pula dengan kebiasaan membiarkan baterai terus berada pada kapasitas penuh selama berhari-hari apabila produsen tidak merekomendasikannya.

Jika kendaraan tidak akan digunakan dalam waktu lama, periksa petunjuk penyimpanan dari produsen agar kapasitas baterai tetap berada pada tingkat yang sesuai.

3. Gunakan pengisian daya sesuai kebutuhan

Pengisian daya AC di rumah dapat menjadi pilihan praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, pengisian cepat DC berguna ketika pemilik membutuhkan waktu pengisian lebih singkat, misalnya saat perjalanan jauh.

Pengisian cepat tidak otomatis merusak baterai. Kendaraan modern dilengkapi sistem pengelolaan baterai yang mengatur proses pengisian sesuai kondisi baterai. Meski demikian, suhu, tingkat pengisian, dan frekuensi penggunaan tetap dapat memengaruhi degradasi dalam jangka panjang.

4. Perhatikan kondisi baterai dan sistem kendaraan

Lakukan pemeriksaan berkala sesuai jadwal servis. Jika muncul peringatan pada sistem baterai, jarak tempuh menurun secara tidak wajar, atau pengisian daya mengalami gangguan, pemilik sebaiknya meminta pemeriksaan teknisi resmi.

Pembaruan perangkat lunak juga perlu dilakukan sesuai arahan produsen karena sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) berperan mengawasi kondisi dan pengoperasian baterai.

Periksa Garansi Sebelum Membeli Mobil Listrik

Bagi calon pembeli, garansi baterai menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa sebelum menentukan pilihan. Jangan hanya melihat lamanya masa garansi, tetapi baca pula batas jarak tempuh, persyaratan klaim, dan ketentuan kapasitas baterai yang ditanggung.

Informasi tersebut penting karena setiap produsen dapat menerapkan kebijakan berbeda. Garansi juga tidak selalu berarti baterai akan diganti ketika kapasitasnya mulai menurun; keputusan penggantian mengikuti ketentuan yang tercantum dalam dokumen garansi.

Pada akhirnya, tidak tepat menyimpulkan bahwa semua baterai mobil listrik hanya bertahan 10 tahun. Teknologi kendaraan listrik terus berkembang, sementara usia pakai baterai dipengaruhi kombinasi faktor teknis dan kebiasaan penggunaan.

Dengan memahami karakteristik baterai, mengikuti rekomendasi produsen, dan melakukan perawatan yang sesuai, pemilik dapat menjaga performa kendaraan sekaligus membuat keputusan yang lebih terukur mengenai biaya kepemilikan jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online