Alwi Farhan Lolos 16 Besar Denmark Open 2026, Tekuk Ayush Shetty Tiga Gim
Alwi Farhan mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 13-21, 21-10 untuk lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.
Ilustrasi server internet - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kecepatan internet di Indonesia masih tertinggal dari sebagian besar negara Asia Tenggara. Kondisi ini terlihat dari laporan Speedtest Global Index edisi Agustus 2026 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-70 dunia untuk internet mobile dan ke-113 untuk fixed broadband.
Data yang dirilis Ookla itu menunjukkan kecepatan unduh internet mobile Indonesia mencapai 66,34 Mbps, dengan kecepatan unggah 19,80 Mbps dan latensi 20 milidetik (ms). Meski naik dua peringkat dibandingkan bulan sebelumnya, posisi Indonesia masih berada di bawah Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.
Kecepatan unduh menjadi salah satu indikator yang bisa membantu pengguna membandingkan performa koneksi, misalnya ketika mengunduh berkas, membuka situs, atau memuat konten video. Namun, pengalaman internet sehari-hari juga ditentukan oleh kestabilan jaringan, latensi, dan kondisi koneksi di lokasi pengguna.
Di kawasan Asia Tenggara, Vietnam mencatat kecepatan unduh internet mobile tertinggi dalam daftar tersebut, yakni 219,93 Mbps dan menempati peringkat kesembilan dunia.
Malaysia berada di posisi berikutnya dengan 165,32 Mbps di peringkat ke-14 dunia. Singapura menyusul dengan 164,35 Mbps di peringkat ke-16, sedangkan Thailand mencatat 143,45 Mbps di peringkat ke-26.
Kamboja berada di peringkat ke-43 dunia dengan kecepatan unduh 111,90 Mbps. Indonesia menyusul di posisi ke-70 dengan 66,34 Mbps.
Capaian Indonesia hanya terpaut 0,01 Mbps dari Filipina yang membukukan 66,33 Mbps di peringkat ke-71. Sementara itu, Laos mencatat 44,62 Mbps di peringkat ke-84 dunia.
Berikut peringkat kecepatan internet mobile negara-negara Asia Tenggara dalam Speedtest Global Index edisi Agustus 2026:
Vietnam: 219,93 Mbps (peringkat dunia ke-9)
Malaysia: 165,32 Mbps (peringkat dunia ke-14)
Singapura: 164,35 Mbps (peringkat dunia ke-16)
Thailand: 143,45 Mbps (peringkat dunia ke-26)
Kamboja: 111,90 Mbps (peringkat dunia ke-43)
Indonesia: 66,34 Mbps (peringkat dunia ke-70)
Filipina: 66,33 Mbps (peringkat dunia ke-71)
Laos: 44,62 Mbps (peringkat dunia ke-84)
Kondisi serupa terlihat pada layanan fixed broadband atau internet tetap, yang umumnya digunakan melalui jaringan kabel maupun serat optik di rumah dan kantor.
Indonesia mencatat kecepatan unduh 51,40 Mbps, kecepatan unggah 36,23 Mbps, dan latensi 8 ms. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-113 dari 149 negara atau wilayah yang masuk pemeringkatan.
Singapura menjadi yang tercepat di dunia sekaligus di Asia Tenggara, dengan kecepatan unduh 462,50 Mbps. Capaian itu sekitar sembilan kali kecepatan unduh fixed broadband Indonesia.
Vietnam dan Thailand juga masuk jajaran 10 besar dunia. Vietnam mencatat 301,48 Mbps di peringkat kedelapan, sedangkan Thailand mencapai 298,92 Mbps di peringkat kesembilan.
Di bawah ketiga negara tersebut, Malaysia membukukan kecepatan 179,32 Mbps di peringkat ke-44 dunia. Filipina berada di posisi ke-62 dengan 114,34 Mbps, sedangkan Brunei Darussalam mencatat 86,45 Mbps di peringkat ke-93.
Laos dan Kamboja masing-masing membukukan 59,97 Mbps dan 54,74 Mbps. Keduanya berada di peringkat ke-103 dan ke-108 dunia, masih di atas Indonesia. Myanmar berada di posisi terbawah dalam daftar Asia Tenggara ini dengan 24,64 Mbps di peringkat ke-138.
Berikut peringkat fixed broadband negara-negara Asia Tenggara dalam Speedtest Global Index edisi Agustus 2026:
Singapura: 462,50 Mbps (peringkat dunia ke-1)
Vietnam: 301,48 Mbps (peringkat dunia ke-8)
Thailand: 298,92 Mbps (peringkat dunia ke-9)
Malaysia: 179,32 Mbps (peringkat dunia ke-44)
Filipina: 114,34 Mbps (peringkat dunia ke-62)
Brunei Darussalam: 86,45 Mbps (peringkat dunia ke-93)
Laos: 59,97 Mbps (peringkat dunia ke-103)
Kamboja: 54,74 Mbps (peringkat dunia ke-108)
Indonesia: 51,40 Mbps (peringkat dunia ke-113)
Myanmar: 24,64 Mbps (peringkat dunia ke-138)
Perbedaan kecepatan tersebut memperlihatkan bahwa posisi Indonesia masih tertinggal, khususnya pada layanan internet tetap. Bagi masyarakat, angka ini dapat menjadi salah satu bahan untuk menilai perkembangan konektivitas digital, meski tidak bisa digunakan sendirian untuk menyimpulkan kualitas layanan dari setiap penyedia internet.
Perbandingan tersebut juga perlu dibaca sesuai konteks pengukuran. Hasil Speedtest Global Index merupakan gambaran performa koneksi berdasarkan data pengujian, bukan jaminan bahwa semua pengguna di suatu negara memperoleh kecepatan yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alwi Farhan mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 13-21, 21-10 untuk lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Kenali lima keterampilan mengemudi mobil, mulai dari parkir di ruang sempit, menghadapi tanjakan, menjaga jarak, memeriksa blind spot, hingga menangani ban boco