Investasi Komponen Otomotif Tembus Rp109 Triliun, Jepang Terbesar

Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra Rabu, 04 November 2026 22:07 WIB
Investasi Komponen Otomotif Tembus Rp109 Triliun, Jepang Terbesar

Aktivitas karyawan di salah satu pabrik pembuatan komponen otomotif yang ada di Jakarta, belum lama ini. Bisnis/Nurul Hidayat\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Investasi industri komponen otomotif kendaraan roda empat di Indonesia mencapai Rp109 triliun selama periode 2021 hingga September 2026. Dari total penanaman modal tersebut, investor asing mendominasi dengan kontribusi mencapai 87,7%, sementara Jepang menjadi negara penyumbang investasi terbesar.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menjelaskan realisasi investasi industri komponen otomotif berasal dari tiga kelompok usaha utama. Industri suku cadang menyerap porsi terbesar, disusul baterai listrik dan industri karoseri.

Berdasarkan rinciannya, investasi industri suku cadang otomotif mencapai Rp70,61 triliun atau setara 64,7% dari total investasi. Berikutnya, industri baterai listrik membukukan Rp35,75 triliun atau 32,8%, sedangkan industri karoseri memperoleh Rp2,73 triliun atau 2,5%.

Meski secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan rata-rata 51,9% sepanjang periode tersebut, perkembangan investasi tidak terjadi secara merata setiap tahun. Lonjakan paling tinggi berlangsung pada 2023 dengan kenaikan realisasi sebesar 110,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Nurul menjelaskan peningkatan tersebut terutama ditopang masuknya modal ke industri baterai kendaraan listrik. Investasi pada subsektor ini meningkat hingga 3,8 kali lipat dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri komponen otomotif nasional.

"Dari sisi asal modal, investasi industri komponen dan suku cadang otomotif masih didominasi oleh PMA dengan kontribusi 87,7%. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri [PMDN] menyumbang 12,3% dari total investasi," ujarnya kepada Bisnis, dikutip Rabu (4/11/2026).

Jepang Menjadi Investor Terbesar

Dari sisi negara asal penanaman modal asing (PMA), Jepang menempati posisi teratas dalam investasi industri komponen otomotif Indonesia. Negara tersebut menyumbangkan sekitar US$3 miliar atau 47,8% dari keseluruhan investasi asing di sektor ini.

Korea Selatan berada di posisi kedua dengan nilai investasi US$1,65 miliar atau 26,4%. Sementara itu, Singapura memberikan kontribusi US$907 juta atau setara 14,5%.

Besarnya kontribusi ketiga negara tersebut memperlihatkan dominasi investor Asia dalam pengembangan industri komponen dan suku cadang kendaraan roda empat di Indonesia.

Jawa Barat Menjadi Pusat Investasi Komponen Otomotif

Selain didominasi modal asing, persebaran investasi industri komponen otomotif juga masih terpusat di Pulau Jawa. Wilayah tersebut menampung 96,1% dari keseluruhan penanaman modal selama periode 2021 hingga September 2026.

Jawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp77,43 triliun atau 71% dari total investasi nasional. Jawa Timur menyusul dengan nilai Rp15,69 triliun atau 14,4%, sedangkan Jawa Tengah mencatatkan Rp6,97 triliun atau 6,4%.

Konsentrasi investasi di Jawa Barat juga terlihat dalam pembagian penanaman modal berdasarkan asal dana. Untuk investasi asing, provinsi tersebut menyerap Rp69,19 triliun atau 72,4% dari total PMA.

Jawa Timur berada di urutan berikutnya dengan kontribusi Rp13,76 triliun atau 14,6%. Adapun Jawa Tengah mencatatkan investasi asing sebesar Rp6,23 triliun atau 6,5%.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga masih terkonsentrasi di Jawa Barat. Nilainya mencapai Rp8,24 triliun atau 61,3% dari keseluruhan investasi domestik pada industri komponen otomotif.

Jawa Timur menyumbangkan Rp1,93 triliun atau 14,4% dari total PMDN. Di luar Pulau Jawa, Bali turut mencatatkan kontribusi investasi domestik sebesar Rp880 miliar atau 6,6%.

Besarnya porsi investasi asing dan dominasi wilayah Pulau Jawa menunjukkan pengembangan industri komponen otomotif Indonesia masih bertumpu pada kawasan yang memiliki basis manufaktur kuat. Jawa Barat menjadi pusat utama, baik dalam penyerapan modal asing maupun investasi domestik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online