Berapa Lama Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Masuk Rekening?
Simak estimasi waktu pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan saldo, dokumen persyaratan, cara klaim online, dan langkah mengecek status pengajuan.
Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Kota Kediri melakukan perawatan mesin Mobil Esemka tipe sport utility vechile (SUV) Rajawali di bengkel perawatan mobil Esemka di SMK Negeri 1 Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (11/2/2015). SMKN 1 Kota Kediri disiapkan sebagai salah satu tempat perakitan dan pusat perawatan (bengkel resmi) mobil Esemka yang sempat diproyeksikan Joko Widodo sebagai mobil nasional sebelum akhirnya ia alihkan ke Proton bikinan Malaysia. (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya)
Pengen mobil Anda awet dan tidak banyak mengalami kerusakan? sebaiknya Anda hindari lima kebiasaan buruk di bawah ini.
Harianjogja.com, JAKARTA — Sebagai alat transportasi yang sangat diandalkan untuk mendukung kegiatan keseharian dari satu tempat menuju tempat lainnya, mobil juga membutuhkan perhatian khusus. Merawatnya merupakan salah satu bentuk perhatian yang dibutuhkan untuk dapat terus beroperasi dengan baik.
Jika terlalu sibuk, hal ini kerap terabaikan oleh pemilik mobil. Jikalau tidak, kebiasaan buruk yang dilakukan pemilik terhadap mobilnya juga dapat membawa masalah kedepannya. Untuk itu pemilik mobil perlu mengetahui beberapa hal yang perlu dihindari dalam menjaga kondisi kendaraan andalannya. Berikut ini adalah 5 kebiasaan buruk yang mempengaruhi kondisi mobil, seperti dilansir dari laman ACC, Selasa (19/1/2016) :
1. Menginjak-injak Gas Saat Memanaskan Mesin di Pagi Hari
Mobil modern pada umumnya telah dilengkapi dengan pengatur putaran mesin otomatis. Ketika mesin pertama kali dihidupkan, putaran mesin akan lebih tinggi hingga mencapai suhu ideal dan ketika suhu tersebut tercapai maka kemudian akan kembali ke putaran normal.
Menginjak-injak pedal gas, baik hanya sekedar iseng atau berharap bahwa suhu ideal mesin akan lebih cepat tercapai hanya akan menimbulkan efek buruk bagi mesin. Pasalnya pelumas yang ditujukan untuk mengurangi efek gesekan belum sepenuhnya melumuri komponen mesin yang bergesekan. Jika dipaksakan maka lambat laun akan membuat umur mesin lebih pendek.
2. Memaksa AC Terus Bekerja Pada RPM Tinggi
Biasakan menghidupkan AC mobil ketika Rotation Per Minute (RPM) rendah atau pada saat mesin idle ketika pedal gas tidak diinjak. Jangan menyalakan AC ketika mobil tengah melaju kencang hingga mencapai RPM tinggi dalam jangka waktu yang lama, seperti di jalan tol. Cara itu ditujukan untuk menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate pada kompresor AC, serta membuat kerja mesin lebih berat.
3. Jarang Melakukan Service Rutin Selain Ganti Oli
Banyak pemilik mobil hanya melakukan pergantian oli mobil, perseneling dan gardan, tetapi langkah tersebut tidak dibarengi dengan servis rutin demi menekan budget. kebiasaan tersebut perlu dihindari, karena mesin akan bekerja optimal jika mendapatkan perhatian sepenuhnya. Dengan begitu performa mobil akan tetap terjaga, sehingga akan tetap awet dan nyaman ketika digunakan.
4. Balancing & Spooring Seingatnya
Selain mengganti oli, melakukan balancing & spooring masih jarang dilakukan oleh sebagian besar pemilik mobil. Kebanyakan aktivitas tersebut hanya dilakukan pada saat ingat, atau saat mobil ada keluhan. Sebaiknya lakukanlah balancing dan spooring secara berkala, setiap 10.000 atau 20.000 km. Balancing & Spooring juga dapat menekan konsumsi BBM agar lebih rendah, ban pun tidak cepat menjadi gundul.
5. Mencuci Lantai Kabin Dengan Air
Sistem audio mungkin yang paling rentan akibat perlakuan ini. Sistem audio bisa rusak bila air mengenai komponen kelistrikan. Kemungkinan paling fatal adalah timbulnya karat pada bagian bawah mobil. Cukup gunakan penyedot debua dan lap lembab untuk membersihkan lantai kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak estimasi waktu pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan saldo, dokumen persyaratan, cara klaim online, dan langkah mengecek status pengajuan.
Polda DIY menyatakan 34 orang yang mendapat perlindungan saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput keluarga.
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.
DPRD Bantul meminta KDMP mengembangkan produk unggulan sesuai potensi kalurahan agar tak sekadar menjadi toko dan mampu menggerakkan ekonomi warga.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Finlandia menghentikan sementara pekerjaan proyek pusat data Google di Muhos dan Kajaani setelah muncul dugaan pembukaan hutan tanpa penilaian dampak lingkungan