TREN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR : Sepeda Motor Bermesin 125-150 cc Paling Banyak Dibeli

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Kamis, 21 Januari 2016 07:35 WIB
TREN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR : Sepeda Motor Bermesin 125-150 cc Paling Banyak Dibeli

Tren pembelian sepeda motor dengan mesin 125-150 cc mengalami peningkatan. Sepeda motor dengan kapasitas mesin tersebut paling banyak dibeli.

 
Harianjogja.com, JAKARTA — Sepanjang tahun lalu penjualan sepeda motor di pasar domestik Indonesia mencapai 6.480.155 unit. Dari jumlah itu, motor bermesin 125 – 150 cc paling banyak dibeli.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)  menunjukan, penjualan motor kategori itu mencapai 3.215.331 unit. Sementara, motor bermesin kurang dari 125 cc mencapai 3.137.662 unit, dan motor bermesin di atas 150 cc sebanyak 127.162 unit.

"Bagi konsumen, selain untuk memenuhi kebutuhan transportasi harian juga tidak sedikit untuk menunjang kegiatan usaha," papar Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, Rabu (20/1/2016).

Dengan motif kebutuhan yang seperti itu, ada beberapa hal yang diperhatikan oleh konsumen sebelum membeli motor selain faktor desain. Faktor-faktor itu antara lain, tingkat konsumsi bahan bakar, tenaga, kenyamanan untuk berkendara jarak jauh, serta harga.

Motor 125-150 cc dinilai memiliki tenaga yang cukup untuk menempuh perjalanan dan melintasi medan yang ada. Tingkat konsumsi bahan bakarnya pun dirasa cukup rasional bagi mereka.

"Begitu pun dengan harga, yang dirasa masih cukup terjangkau bagi rata-rata masyarakat," kata Sigit.

Motor dengan besaran mesin seperti itu, terdiri dari skuter matik, bebek, dan sport. Namun untuk motor bermesin 150 cc yang banyak dipilih masyarakat adalah varian sport.

Hanya, untuk konsumsi bahan bakar yang irit, dalam kenyataannya relatif. Meski secara teknologi dan teori pabrikan telah merancangnya irit bahan bakar, namun dalam kenyataannya tergantung cara berkendara penggunannya.

Cara berkendara yang agresif yakni menggeber motor atau sering menarik tuas gas dan kemudian banyak mengerem menjadikan motor boros bahan bakar. Begitu pun dengan tingkat tekanan angin ban yang kurang dari yang batasan yang direkomendasikan pabrikan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis