5 Kerusakan Mobil Akibat Menghantam Lubang, Waspadai Kaki-Kaki

Jumali
Jumali Jum'at, 30 Oktober 2026 10:57 WIB
5 Kerusakan Mobil Akibat Menghantam Lubang, Waspadai Kaki-Kaki

Perbaikan Jalan Sambipitu - Tawang sudah dimulai dengan melebarkan bahu jalan sisi barat dimana masih bisa dilewati kendaraan, Jumat (7/7/2023). Harian Jogja/Triyo Handoko

Harianjogja.com, JOGJA—Pengemudi perlu waspada jika mobil terasa bergoyang atau setir bergetar setelah menghantam lubang di jalan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada ban, velg, hingga komponen kaki-kaki yang berpengaruh terhadap kestabilan kendaraan.

Lubang jalan kerap sulit dihindari, terutama ketika hujan, pencahayaan minim, atau kendaraan melaju pada kecepatan tertentu. Meski benturan terkadang terasa ringan, dampaknya tidak selalu langsung terlihat dan bisa baru dirasakan ketika mobil kembali berjalan.

Saat roda masuk ke lubang, benturan pertama kali diterima oleh ban dan velg sebelum diteruskan ke sistem suspensi. Tingkat kerusakan bergantung pada kedalaman lubang, kecepatan kendaraan, serta kondisi komponen yang terkena benturan.

Dilansir dari laman Suzuki, ada lima masalah yang perlu diwaspadai setelah mobil menghantam lubang.

1. Velg Penyok atau Berubah Bentuk

Velg menjadi salah satu komponen yang langsung menerima benturan ketika roda menghantam lubang. Jika benturannya cukup keras, velg berisiko penyok, retak, atau mengalami perubahan bentuk.

Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan putaran roda. Akibatnya, pengemudi mungkin merasakan getaran pada setir maupun bodi mobil, terutama ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu.

Jika gejala getaran muncul setelah mobil menghantam lubang, periksa kondisi velg untuk memastikan tidak ada perubahan bentuk yang mengganggu putaran roda.

2. Ban Benjol atau Mengalami Kerusakan

Selain velg, ban juga rentan rusak akibat benturan keras. Tekanan besar pada dinding ban dapat menyebabkan benjolan, sobekan, atau kerusakan pada struktur internalnya.

Kerusakan ban tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, perubahan bentuk pada ban dapat membuat mobil terasa bergetar atau bergoyang saat dikendarai.

Periksa permukaan ban, khususnya bagian dinding samping. Jika ditemukan benjolan atau indikasi kerusakan struktural, segera bawa kendaraan untuk diperiksa. Ban yang mengalami kerusakan struktural tidak boleh dipaksakan untuk perjalanan jauh.

3. Keseimbangan Roda Berubah

Keseimbangan roda atau wheel balancing berperan menjaga putaran roda tetap stabil. Benturan keras dapat merusak velg atau mengubah kondisi roda sehingga menimbulkan getaran ketika mobil melaju.

Gejala yang sering dirasakan adalah setir bergetar atau bodi kendaraan terasa kurang nyaman pada kecepatan tertentu.

Pemeriksaan balancing dapat membantu mengetahui apakah distribusi massa roda masih seimbang. Namun, apabila ban atau velg mengalami kerusakan, komponen tersebut perlu ditangani terlebih dahulu.

4. Spooring Bergeser

Benturan pada roda juga berpotensi memengaruhi keselarasan sudut roda atau wheel alignment, yang dikenal sebagai spooring.

Ketika sudut roda berubah, mobil dapat menarik ke kiri atau kanan meskipun sedang melaju di jalan lurus. Setir juga mungkin tidak lagi berada pada posisi lurus ketika kendaraan berjalan.

Selain mengurangi kestabilan, keselarasan roda yang tidak tepat dapat menyebabkan ban aus secara tidak merata. Jika gejala tersebut muncul setelah menghantam lubang, pemeriksaan spooring perlu dilakukan.

5. Komponen Kaki-Kaki Mengalami Kerusakan

Sistem kaki-kaki terdiri atas sejumlah komponen yang berfungsi menjaga kestabilan dan kenyamanan kendaraan. Benturan keras dapat memengaruhi komponen seperti tie rod, ball joint, bushing, control arm, serta bagian suspensi lainnya.

Kerusakan atau perubahan posisi pada komponen tersebut bisa membuat mobil terasa bergoyang, kurang stabil, atau mengeluarkan bunyi tidak biasa dari area roda.

Jika gejala tersebut muncul setelah kendaraan menghantam lubang, pemeriksaan sistem kaki-kaki dan kemudi sebaiknya tidak ditunda.

Tanda Kaki-Kaki Mobil Bermasalah

Mobil bergoyang bukan satu-satunya indikasi adanya gangguan pada roda atau kaki-kaki. Pengemudi juga perlu memperhatikan beberapa gejala berikut:

  1. Setir terasa bergetar atau tidak stabil ketika mobil melaju.

  2. Kendaraan cenderung menarik ke satu sisi meskipun berjalan di jalan lurus.

  3. Muncul bunyi ketukan, benturan, atau decitan dari bagian bawah mobil, terutama saat melewati jalan tidak rata atau setir dibelokkan.

  4. Ban menunjukkan pola keausan yang tidak merata.

Jika satu atau beberapa tanda tersebut muncul setelah mobil menghantam lubang, segera lakukan pemeriksaan di bengkel untuk mengetahui sumber masalah. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan bertambah parah sekaligus menjaga kendaraan tetap aman digunakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online