Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Kawasaki KLX masih menjadi produk andalan
Harianjogja.com, JOGJA-Penjualan produk sepeda motor Kawasaki pada 2017 kemarin mengalami penurunan hingga 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pihak diler optimis kondisi tahun ini bakal jauh lebih baik.
Marketing Manager PT Sumber Baru Motor R Satya Swadaru Wibowo mengatakan, bisnis otomotif memang agak lesu tahun lalu. Hal tersebut tidak hanya dialami Kawasaki tetapi juga merek lain. Namun, penurunan angka penjualan produk Kawasaki disebut tidak terlalu signifikan. Hal itu karena pangsa pasar Kawasaki memang kalangan menengah ke atas.
“Penurunan itu karena tingkat perekonomiannya memang agak melemah. Kawasaki turunnya agak lumayan, sekitar 15 persen. Itu sebenarnya tidak terlalu signifikan karena konsumen kami kelasnya menengah ke atas ,” ujar Satya, Selasa (23/1/2018).
Satya memaparkan, pihaknya bakal berusaha kembali mengangkat angka penjualan di tahun 2018 ini. Menurutnya, tidak ada perbedaan mencolok dalam strategi pemasaran yang dipakai karena mereka masih mengandalkan pameran-pameran. Namun, PT Sumber Baru Motor tidak lagi berencana menggelar pameran semi permanen di mal atau pusat perbelanjaan lain. “Kita akan lebih mobile, jadi keliling dari mal ke mal,” kata dia.
Satya menambahkan, pihaknya juga berencana mendatangi sejumlah sekolah. Sasarannya adalah para pengguna baru sepeda motor dari kalangan pelajar. Mereka dianggap sebagai pasar yang potensial untuk mendongkrak angka penjualan. Satya mengungkapkan, Kawasaki KLX masih menjadi produk andalan. Volume penjualannya mencapai 30% dari total penjualan tahun lalu. Menurut Satya, Kawasaki KLX tetap bakal jadi primadona tahun ini.
Meski begitu, kehadiran produk baru juga diperkirakan berkontribusi cukup signifikan bagi angka penjualan tahun 2018. “Akhir 2017 kemarin kami meluncurkan Kawasaki W175 dan Ninja 250. Ini akan ada satu lagi yang masih dirahasiakan. Jadi 2018 ini ada tiga produk baru yang sudah pasti itu massal, bukan hanya kalangan tertentu seperti biasanya,” ucap Satya.
Satya berpendapat, produk-produk Kawasaki memang cenderung tidak mengikuti tren di pasaran. Kawasaki memiliki pangsa pasar sendiri dengan menyasar kalangan tertentu saja. “Misalnya Kawasaki W175 itu sebenarnya tidak didesain untuk diproduksi massal tapi ternyata banyak yang minta. Banyak sekali yang inden, sampai ratusan. Itu di luar dugaan kami, sampai kewalahan memenuhi permintaan pasar,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.