Guru dan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Rekrutmen ASN 2022
Prioritas pengadaan ASN 2022 adalah pelayanan dasar seperti guru. tenaga kesehatan, termasuk tenaga honorer.
UMKM Binaan Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) Juga Memproduksi Komponen Otomotif. Ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelaku industri komponen skala usaha kecil menengah mengaku bakal kesulitan menghadapi era automasi. Semangat yang diusung revolusi industri 4.0 ini automasi menuntut investasi baru dengan jumlah besar.
Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia Wan Fauzi mengatakan revolusi industri 4.0 merupakan suatu yang niscaya karena tren global bergerak ke arah automasi. Investasi yang cukup besar membuat pelaku komponen otomotif usaha kecil menengah (UKM) masih menunggu perkembangan permintaan komponen dari pabrikan.
"UKM belum banyak yang masuk ke industri 4.0. Dilema juga di investasi karena cukup besar. UKM belum mau karena merasa kalau permintaan meningkat masih bisa tingkatkan kapasitas produksi," ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.
Wan Fauzi menjelaskan investasi untuk menggunakan satu robot yang menggantikan tenaga manusia sekitar Rp500 juta. Dari sisi kualitas, untuk produksi masal, penggunaan robot membuat kualitas dan produktivitas lebih baik.
Pertimbangan lain UKM belum masuk ke automasi ialah permintaan dari pabrikan otomotif yang diproyeksi masih akan sama dengan tahun lalu. Tambah lagi, harga komponen yang dipasok ke pabrikan saat ini makin kompetitif dengan kehadiran pelaku komponen otomotif asal Tiongkok.
"Kalau kami memang lihat dulu, tetapi memang tuntutan lari ke automasi. Pengerjaan manual pelan-pelan ditinggalkan. Tergantung teman-teman UKM mau investasi atau tidak," tambahnya.
Seperti diketahui otomotif menjadi salah satu sektor yang didorong oleh Kementerian Perindustrian untuk menerapkan Revolusi Industri 4.0. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan produksi otomotif yang kemudian bisa bersaing untuk ekspor.
Wan Fauzi menambahkan, sangat sulit untuk berbicara komponen lokal dengan material lokal. Pasalnya, UKM juga harus melakukan menggunakan material impor untuk beberapa komponen yang tidak diproduksi di dalam negeri ataupun produk dalam negeri tidak memenuhi standar yang diminta pabrikan.
Tambah lagi, anggota PIKKO juga belum banyak menyadari pentingnya menyatukan data kebutuhan sehingga bisa diimpor dalam skala besar. Impor dalam skala cukup besar lebih menguntungkan karena telah terdapat ketetapan bea masuk 0% untuk komponen kendaraan bermotor.
Menurutnya, kesempatan yang cukup terbuka bagi UKM komponen otomotif ialah kehadiran banyak pemain baru pada kendaraan listrik khususnya pemain lokal. Pasalnya, selain baterai dan sistem penggerak, hampir semua komponen kendaraan sudah bisa diproduksi di dalam negeri.
"Kalau mobil konvensional kan mesin, kalau listrik itu baterai dan semua yang lain di dalam negeri sudah bisa buat. Tinggal pemerintah dukung untuk penyediaan alat pengisian daya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prioritas pengadaan ASN 2022 adalah pelayanan dasar seperti guru. tenaga kesehatan, termasuk tenaga honorer.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.