60 Pelajar Ikuti Inkubasi Saka Wirausaha DIY, Seleksi Berlanjut
Diskop UKM DIY membuka Inkubasi Saka Wirausaha Tahun Ketiga yang diikuti 60 peserta untuk membentuk mental dan bisnis wirausaha berkelanjutan.
Logo Apple berada di sebelah lambang hati dan titik merah menggambarkan karya seniman lokal di fasad toko Apple Singapura pertama, Jumat (5/5/2017)./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Apple Inc mengeluarkan perangkat online untuk melihat, mengunduh, mengubah bahkan menghapus data-data pengguna yang mereka kumpulkan.
Perangkat ini tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.
Apple semula membuat perangkat ini untuk mematuhi peraturan perlindungan data General Data Protection Regulation atau GDPR yang berlaku di Uni Eropa.
Apple kemudian memperluas perangakt ini untuk AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru, seperti dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia dari Reuters, Jumat (19/10/2018).
Pengguna bisa mengubah data yang mereka berikan pada Apple, menangguhkan akun Apple atau menghapusnya secara permanen.
Perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut merencanakan memperluas jangkauan perangkat ini ke negara-negara lainnya pada akhir tahun ini.
Perangkat buatan Apple mengumpulkan data-data penggunanya, mulai dari siapa yang mereka kirimi email, telepon atau pesan singkat.
Mereka juga mengumpulkan data biometrik misalnya detak jantung dan sidik jari. Data-data ini disimpan di perangkat dan diberi perlindungan berupa enkripsi menggunakan kata kunci dari pengguna.
Apple, menurut Reuters, tidak memiliki data tersebut dan tidak dapat memberikannya kepada penegak hukum, jika diminta.
Tapi, tidak semua data hanya disimpan di perangkat, Apple juga menyimpan sejumlah data konsumen, misalnya kebiasaan membaca untuk memperbaiki kualitas aplikasi Apple News.
Untuk data seperti itu, Apple mengaku data yang dihimpun diidentifikasi sebagai anonim, bukan profil pribadi. Data tersebut tidak terhubung ke perangkat lain dan dapat diatur ulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Diskop UKM DIY membuka Inkubasi Saka Wirausaha Tahun Ketiga yang diikuti 60 peserta untuk membentuk mental dan bisnis wirausaha berkelanjutan.
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.
Presiden Prabowo melantik pimpinan Universitas Republik Indonesia. Lembaga baru ini disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa.
Bank Indonesia mencatat uang beredar M2 tumbuh 8,7 persen menjadi Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026, didorong penyaluran kredit.
IRGC mengklaim satu tanker meledak saat melintasi Selat Hormuz yang disebut telah dipasangi ranjau. Ketegangan Iran dan AS kembali meningkat.