Ilustrasi pemain gim mobile./Samsung.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Gim Indonesia mulai diterima pasar global. Operational Manager Asosiasi Game Indonesia (AGI) Jan Faris Majd mengatakan perkembangan gim di Indonesia mulai terlihat sejak tiga tahun terakhir. Gim tersebut bahkan mudah diterima oleh masyarakat luar negeri termasuk Eropa dan Amerika.
Jan menyebutkan tren positif ini disebabkan semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai permainan, termasuk melalui ponsel pintar di samping melalui personal komputer.
Selama ini, para pengembang gim di Indonesia banyak menciptakan permainan penuh edukasi. Sementara itu di Indonesia masih cukup tertarik pada gim level tinggi seperti mobile legend.
Dari segi usia, pengembang gim Tanah Air masih berusaha untuk menciptakan permainan dengan rentang usia 6 – 8 tahun. Melihat usia tersebut, developer memang menyasar gim dengan edukasi tinggi kepada anak.
“Di Indonesia paling banyak mengembangkan gim mobile sekitar sebesar 60% dari anggota AGI. Kalau di AGI cukup berimbang antara gim di platform mobile dengan platform lainnya,” katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, akhir pekan lalu.
Dengan perkembangan signifikan, Jan Faris mengaku para pengembang masih bermasalah dengan investor yang masih belum terlalu melirik industri tersebut. padahal dengan investasi akan melahirkan sumber daya melimpah dan gim berkualitas semakin baik.
Hal lainnnya yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah talenta yang masih kurang, sehingga membutuhkan pendidikan lebih untuk mengembangkan permainan edukasi lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia