Meta Akui AI Belum Mampu Bendung Banjir Spam Judol
Meta mengakui AI belum mampu sepenuhnya membendung spam judi online di Facebook dan Instagram karena modus pelaku terus berubah.
Ilustrasi/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA –Menjelang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sengketa hasil pemilihan presiden 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam posisi siaga untuk membatasi akses internet.
Pelaksana Tugas Kepala Humas Kementerian Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengatakan jika situasi memperlihatkan kondisi perpecahan seperti saat kerusuhan 21–22 Mei 2019, tidak menutup kemungkinan Kemenkominfo akan melakukan pembatasan akses internet.
“Kalau banyak konten yang menghasut, memecah belah, maka akan kami batasi tetapi itu pihan terakhir,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (12/6/2019).
Ferdinandus menambahkan dalam melakukan pembatasan tidak akan memberi pemberitahuan di awal atau sehari sebelum dilakukan pembatasan disebabkan pembatasan bersifat situasional tergantung kondisi yang terjadi.
Disamping itu, sambungnya, jika pemberitahuan dilakukan sehari sebelumnya, dikhawatirkan orang yang berniat menyebar konten provokatif dan hoaks segera mengantisipasi.
“Sangat kondisional sekali, jadi kita lihat konten, jumlah baru kita tutup,” kata Ferdinandus.
Disamping itu, sambungnya, pembatasan akan dilakukan jika sebaran hoaks atau berita bohong masif sekitar 600—700 konten per menit.
Adapun skema pembatasan akses internet yang dilakukan nantinya sama seperti 21—22 Mei lalu, yaitu hanya untuk fitur video dan gambar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Meta mengakui AI belum mampu sepenuhnya membendung spam judi online di Facebook dan Instagram karena modus pelaku terus berubah.
Kilang Jazan Saudi Aramco diserang Houthi menggunakan drone. Fasilitas ini berkapasitas 400.000 barel per hari dan berada di pesisir Laut Merah.
Kopi Sapuangin Klaten kembali menggeliat. Permintaan mencapai 10 ton, tetapi petani baru mampu memenuhi kurang dari 10 persen.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II 2026. Pemerintah menyebut pertumbuhan makin berkualitas karena kemiskinan dan pengangguran turun.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.