Gerakan Kecoak Picu Gelombang Protes Besar di India
Ribuan anak muda India berdemo menuntut reformasi pendidikan. Cockroach Janta Party menjadi simbol perlawanan pasca polemik ujian NEET.
Logo Facebook dalam 3 dimensi/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Facebook Inc. tidak akan meluncurkan Libra, cryptocurrency kontroversial yang dikembangkan dengna sejumlah mitra, hingga kekhawatiran regulator sepenuhnya hilang, menurut pimpinan pada proyek tersebut.
David Marcus, yang akan tampil di hadapan anggota kedua majelis AS untuk membahas proyek minggu ini, mengatakan Facebook juga akan mendapatkan persetujuan yang sesuai sebelum meluncurkan Libra.
Dalam teks yang disiapkan untuk sidang 16 Juli di hadapan Komite Perbankan Senat, cryptocurrency ini tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan mata uang nasional negara dan tidak akan mengganggu kebijakan moneter bank sentral.
"Waktu antara sekarang dan peluncuran dirancang sebagai proses yang terbuka dan tunduk pada pengawasan dan tinjauan peraturan,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.
“Kami tahu kami perlu meluangkan waktu untuk melakukan ini dengan benar. Dan saya ingin menjadi jelas: Facebook tidak akan menawarkan mata uang digital Libra sampai kami sepenuhnya menangani masalah regulasi dan menerima persetujuan yang sesuai," lanjutnya.
Meski begitu, Facebook mengatakan akan menargetkan peluncuran Libra tahun depan. Proyek ini telah menarik perhatian dan kritik dari anggota parlemen, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell hingga Presiden Donald Trump.
Meskipun belum ada detail yang cukup, Facebook dan mitranya mengatakan Libra akan dibangun di atas infrastruktur Blockchain yang baru dan akan didukung oleh aset cadangan deposito bank dan sekuritas pemerintah jangka pendek.
Setelah sidang Komite Perbankan Senat pada hari Selasa, Marcus dijadwalkan untuk bersaksi pada hari berikutnya di depan Komite Jasa Keuangan DPR. Ketua komite Maxine Waters sebelumnya menyerukan moratorium proyek tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Ribuan anak muda India berdemo menuntut reformasi pendidikan. Cockroach Janta Party menjadi simbol perlawanan pasca polemik ujian NEET.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.