Harga Emas Dubai Anjlok Drastis Akibat Konflik Iran dan AS-Israel
Harga emas di Dubai didiskon besar akibat konflik Iran vs AS-Israel. Simak dampak macetnya logistik terhadap pasokan emas global dan pasar India.
Logo Facebook dalam 3 dimensi/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Facebook Inc. tidak akan meluncurkan Libra, cryptocurrency kontroversial yang dikembangkan dengna sejumlah mitra, hingga kekhawatiran regulator sepenuhnya hilang, menurut pimpinan pada proyek tersebut.
David Marcus, yang akan tampil di hadapan anggota kedua majelis AS untuk membahas proyek minggu ini, mengatakan Facebook juga akan mendapatkan persetujuan yang sesuai sebelum meluncurkan Libra.
Dalam teks yang disiapkan untuk sidang 16 Juli di hadapan Komite Perbankan Senat, cryptocurrency ini tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan mata uang nasional negara dan tidak akan mengganggu kebijakan moneter bank sentral.
"Waktu antara sekarang dan peluncuran dirancang sebagai proses yang terbuka dan tunduk pada pengawasan dan tinjauan peraturan,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.
“Kami tahu kami perlu meluangkan waktu untuk melakukan ini dengan benar. Dan saya ingin menjadi jelas: Facebook tidak akan menawarkan mata uang digital Libra sampai kami sepenuhnya menangani masalah regulasi dan menerima persetujuan yang sesuai," lanjutnya.
Meski begitu, Facebook mengatakan akan menargetkan peluncuran Libra tahun depan. Proyek ini telah menarik perhatian dan kritik dari anggota parlemen, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell hingga Presiden Donald Trump.
Meskipun belum ada detail yang cukup, Facebook dan mitranya mengatakan Libra akan dibangun di atas infrastruktur Blockchain yang baru dan akan didukung oleh aset cadangan deposito bank dan sekuritas pemerintah jangka pendek.
Setelah sidang Komite Perbankan Senat pada hari Selasa, Marcus dijadwalkan untuk bersaksi pada hari berikutnya di depan Komite Jasa Keuangan DPR. Ketua komite Maxine Waters sebelumnya menyerukan moratorium proyek tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.
Presiden Prabowo melantik pimpinan Universitas Republik Indonesia. Lembaga baru ini disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa.
Bank Indonesia mencatat uang beredar M2 tumbuh 8,7 persen menjadi Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026, didorong penyaluran kredit.
IRGC mengklaim satu tanker meledak saat melintasi Selat Hormuz yang disebut telah dipasangi ranjau. Ketegangan Iran dan AS kembali meningkat.