BRIN Percepat Ekosistem Hidrogen untuk Dukung Transisi Energi
BRIN memperkuat ekosistem riset hidrogen melalui kolaborasi dengan industri untuk mempercepat hilirisasi dan transisi energi nasional.
Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Harianjogja.com, JAKARTA - Badai matahari sedang menuju bumi menurut peramal cuaca, dan bagaimana pengaruhnya terhadap bumi dan kehidupan manusia?
Badai matahari besar bisa menghantam bumi hanya dalam hitungan hari menurut para ilmuwan. Para peramal sedang bersiap untuk awan plasma panas dan medan magnet dari Matahari untuk mencapai planet kita yang berpotensi mengganggu.
Badai matahari adalah istilah yang digunakan untuk efek atmosfer yang dirasakan di bumi ketika matahari memancarkan ledakan energi yang sangat besar.
Menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa AS, suar itu berasal dari belahan bumi selatan matahari.
SWPC menjelaskan: "Badai geomagnetik adalah gangguan utama magnetosfer Bumi yang terjadi ketika ada pertukaran energi yang sangat efisien dari angin matahari ke lingkungan luar angkasa di sekitar Bumi.
"Badai ini dihasilkan dari variasi angin matahari yang menghasilkan perubahan besar dalam arus, plasma, dan medan magnetosfer Bumi." ujarna dilansir dari Express.
Semburan ini dapat mengirimkan aliran muatan listrik dan medan magnet sejauh bumi, bergerak secepat tiga juta mil per jam.
Ketika badai matahari mencapai planet kita, itu dapat menghasilkan fenomena seperti Cahaya Utara, serta mengganggu satelit dan terkadang komunikasi elektronik.
Badai matahari bisa sekuat miliaran bom nuklir.
Suar yang akan datang, karena menghantam bumi dalam hitungan hari, disebut ejeksi massa koronal, yang merupakan pengusiran besar partikel bermuatan.
Ketika CME menghantam Bumi, itu dapat menyebabkan badai geomagnetik yang mengganggu magnetosfer planet, transmisi radio, dan saluran listrik.
CME cenderung menghasilkan jenis badai matahari terkuat, yang berarti efeknya dapat dirasakan di bumi akhir pekan ini - tetapi para ilmuwan tidak mengharapkan adanya efek besar di bumi.
Para ilmuwan akan memberi peringkat hasil pada skala, dengan yang terlemah adalah G1 Minor dan yang paling mengganggu adalah G5 Extreme.
Para astronom di SpaceWeather.com telah memperingatkan CME kemarin bisa mencapai planet ini pada hari Sabtu 28 November 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
BRIN memperkuat ekosistem riset hidrogen melalui kolaborasi dengan industri untuk mempercepat hilirisasi dan transisi energi nasional.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.