FC Seoul vs Persib: Beda Nilai Skuad Cuma Rp27,5 Miliar
Nilai pasaran FC Seoul mencapai Rp209,6 miliar, sedangkan Persib Rp182,1 miliar. Cek selisih keduanya jelang ACL 2.
All New Jimny/Suzuki
Harianjogja.com, JOGJA — Sebanyak 30 orang di Australia dilaporkan telah mengeluarkan uang untuk memesan Suzuki Jimny 5 pintu yang saat ini belum diproduksi. Langkah itu diambil sebagai antisipasi jika Suzuki Jimny 5 pintu jadi diproduksi dan dikapalkan ke Australia.
“Mereka telah memesan dan berjaga-jaga jika mobil ini dibuat dan dikirim kesini,” kata General Manager of Suzuki Australia, Michael Pachota.
Konsumen di Australia memang menginginkan untuk menjadi orang pertama yang mendapatkan Suzuki Jimny 5 pintu, sehingga berani membayar di depan, meski Suzuki Jimny 5 pintu belum diproduksi. Padahal, Suzuki Jimny 3 pintu yang telah dipasarkan di Australia memiliki waktu inden satu tahun. Dan, saat ini konsumen telah inden selama 6 bulan sebelum mendapatkan Suzuki Jimny 3 pintu.
Suzuki Jimny 5 pintu diperkirakan akan diluncurkan tahun depan di India. Mobil itu akan diproduksi di pabrik Maruti Suzuki di Gurugram, India. Suzuki Jimny 5 pintu akan menggendong mesin baru K15C. Mesin tersebut mampu menghasilkan daya maksimal 115 PS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Carsguide, India Car News
Nilai pasaran FC Seoul mencapai Rp209,6 miliar, sedangkan Persib Rp182,1 miliar. Cek selisih keduanya jelang ACL 2.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.
Bagnaia mengakui levelnya kini di posisi 9-10 setelah gagal finis di San Marino. Ia menyoroti masalah pengereman dan menikung.