Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — WhatsApp telah meluncurkan tiga fitur baru, yakni reaksi emoji, kirim file berukuran besar hingga 2 GB, dan peningkatan ukuran grup hingga dua kali lipat.
Sebelum diluncurkan, WhatsApp sejatinya telah memperkenalkan fitur tersebut sejak April lalu. Saat ini fitur-baru tersebut mulai diluncurkan secara bertahap.
Juru bicara Meta Vispi Bhopti mengatakan fitur reaksi akan diluncurkan ke semua orang dalam sepekan ke depan. Meski diakuinya, saat ini beberapa pengguna sudah memiliki fitur tersebut.
Untuk fitur reaksi emoji, Meta menyebut pengguna dapat menggunakan beberapa emoji pada awal peluncuran. Tetapi, semua emoji dan warna kulit akan ditambahkan secara bertahap di kemudian hari.
Fitur reaksi sangat berguna bagi pengguna yang ingin menunjukkan ekspresinya pada sebuah pesan tanpa mengganggu obrolan di grup. Sedangkan untuk fitur pengiriman, kini pengguna WhatsApp dapat mengirim file besar hingga yang berukuran 2 GB.
Tak sampai disitu, WhatsApp juga meningkatkan kapasitas grup menjadi dua kali lipat. Khusus peningkatan kapasitas grup akan diluncurkan secara bertahap, sedangkan reaksi emoji dan pengiriman file besar 2 GB akan segera tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Verge
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.