14 Klub Tertua di Liga Inggris, Ada Nottingham Forest hingga Chelsea
14 klub tertua di Liga Inggris yang masih aktif: Nottingham Forest (1865), Aston Villa, Chelsea, hingga Newcastle United. Simak sejarah panjang klub-klub legend
TitTok/Ist
Harianjogja.com, JOGJA — Aplikasi TikTok dikabarkan akan memaksimalkan TikTok Pulse yang akan diluncurkan pada Juni 2022.
Melalui TikTok Pulse untuk mentransfer pendapatan dari para pembuat konten yang menggunakan aplikasi TikTok.
Secara teknisnya, model pembayaran seperti ini hampir sama dengan yang dilakukan oleh YouTube. Di mana, video TikTok akan disisipkan iklan dan setiap iklan yang ditonton akan memberikan pendapatan bagi para pembuat konten. Namun tidak semua orang akan memiliki kesempatan untuk menghasilkan uang dari iklan. Hanya yang memenuhi syarat sajalah yang bisa.
Lalu syarat apa saja yang harus dimiliki oleh pembuat konten agar bisa mendapatkan uang dari cara baru ini? Pembuat konten harus memiliki setidaknya 100.000 subscriber. Mereka nantinya akan mendapat bagian sebanyak 50% dari pendapatan iklan.
"TikTok Pulse akan memberi merek alat dan kontrol untuk menjadi bagian dari momen dan tren sehari-hari yang melibatkan komunitas," tulis TikTok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : GizChina
14 klub tertua di Liga Inggris yang masih aktif: Nottingham Forest (1865), Aston Villa, Chelsea, hingga Newcastle United. Simak sejarah panjang klub-klub legend
Mobil memasuki usia lima tahun? Cek tujuh komponen penting mulai dari ban, oli, kaki-kaki, aki hingga timing belt dan V-belt.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.