Kapal yang Bayar Tol Selat Hormuz Terancam Kehilangan Asuransi
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Simcard
Harianjogja.com, SOLO—Belum lama ini, Indonesia dikejutkan dengan kabar bocornya data SIM Card yang dijual di situs gelap. Bukan hanya sejuta atau dua juta, namun ada 1,3 miliar data yang diduga bocor.
Tentu saja kabar ini membuat waswas, sebab data SIM Card termasuk cukup lengkap. Saat mendaftarkan SIM Card, seseorang akan diminta mendaftakan data berupa No Induk Keluarga dan NIK pribadinya.
Itu artinya, baik nama, alamat, nama ibu dan berbagai informasi lainnya bisa dilihat jelas oleh hacker. Meski demikian, ada cara yang bisa digunakan untuk mengecek apakah nomor kamu termasuk ke dalam 1,3 miliar yang datanya tersebar atau tidak.
BACA JUGA: Rilis 7 September, Ada 3 Hal Baru di iPhone 14 Pro dan Pro Max
Begini caranya:
1. Buka situs https://periksadata.com/simcardkominfo/
2. Masukkan nomor HP di kolom yang disediakan
3. Setelahnya klik opsi 'Periksa Sekarang'
Jika nomor kamu tidak termasuk nomor ponsel yang datanta tersebar, maka akan keluar tulisan "WAH SELAMAT! Data kamu tidak termasuk di dalam sampel yang diberikan oleh pelaku sebanyak 2 juta data".
Meski demikian, situs ini hanya mampu mengenali 2 juta data simcard, padahal menurut dugaan ada 1,3 miliar data yang bocor.
BACA JUGA: Dibanderol Mulai Rp1 Jutaan, Kenali Spesifikasi Vivo Y16
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.
Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz. Kapal yang masuk kawasan tersebut akan dimasukkan daftar sanksi.
DPRD Kota Jogja menyoroti biaya listrik dan pemeliharaan balai RW yang masih ditanggung warga secara swadaya dan meminta Pemkot turun tangan.
BMKG menyebut abu vulkanis Anak Krakatau berpotensi bergerak ke Jawa tergantung perubahan arah dan kecepatan angin.