Advertisement
Cegah Konflik Media Sosial dengan Etika Berinternet "Netiket"
Ilustrasi bermedia sosial. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Etika dalam berinternet sangat penting diterapkan untuk mencegah timbulnya konflik atau drama di media sosial.
Dikutip dari Antara, dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Albertus Magnus Prestianta mengatakan konflik atau drama di media sosial kerap terjadi dan dipicu oleh sejumlah hal, seperti informasi hoaks atau pesan menyinggung SARA yang menyulut emosi.
Advertisement
“Dalam situasi itu, dibutuhkan apa yang namanya netiket,” ujar Albertus.
Netiket adalah seperangkat cara tentang perilaku dan tata krama saat berkomunikasi dengan orang lain lewat internet.
Prinsip tersebut, kata dia, ibarat pepatah yang berbunyi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, di mana pun seseorang berada, orang tersebut harus tetap menghormati aturan yang berlaku.
Untuk mencegah terjadinya drama atau konflik di media sosial, Albertus menyarankan untuk menerapkan prinsip saring sebelum berbagi. Selain itu, perlu pula pemahaman netiket untuk membentengi diri dan mengendalikan diri.
"Kuasai keterampilan menyeleksi dan menganalisis informasi saat berkomunikasi di platform digital,” ucap Albertus.
Hal itu disampaikannya dalam sesi penjabaran materi dalam program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kemenkominfo belum lama ini.
Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Bone Nur Aisyah Rusnali menambahkan beberapa jenis informasi yang patut diwaspadai agar tidak terperangkap informasi hoaks, di antaranya berhati-hati dengan judul berita yang provokatif.
“Perhatikan kalimat yang merendahkan harga diri atau melecehkan orang lain, kelompok, maupun suku. Jika mendapati informasi hoaks, stop untuk tidak meneruskan ke orang lain. Ingat, jejak digital itu abadi,” ucap Nur Aisyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
MA Minta Aparat Ingatkan Korban TPPO Soal Restitusi, Ini Tujuannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Jadwal KRL Jogja Solo 25 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
- Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak
- AHY Tinjau Mrican, Penataan Kawasan Kumuh Tekan Risiko Banjir
Advertisement
Advertisement






