Pemerintah Perketat Larangan Bakar Lahan, Pelanggar Terancam Pidana
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp dikabarkan sedang mendesain ulang tampilan antamuka aplikasi. Di mana, WhatApp berupaya menghadirkan navigasi versi Android serupa dengan tampilan WhatsApp di iOS.
BACA JUGA: WhatsApp Tak Bisa Dibuka, Ini Cara Atasinya
Gadgetsnow mengungkapkan aplikasi perpesanan instan milik Meta tersebut tengah mengerjakan desain ulang. Hal itu diperkuat dengan laporan dari WA Betainfo yang menyatakan WhatsApp berencana untuk mengubah antarmuka aplikasi. Tujuannya, agar lebih mudah bagi pengguna untuk mengakses berbagai fitur, seperti obrolan, panggilan, komunitas, dan lainnya dengan cepat.
"Antarmuka pengguna tweak yang menyertakan bilah navigasi bawah sedang dalam pengembangan dan akan dirilis dalam waktu dekat," tulis laporan tersebut dikutip dari Gadgetsnow, Kamis (6/4/2023).
Sebelum mendesain ulang, WhatsApp telah melakukan berbagai inovasi dan melakukan pembaruan ke banyak fitur yang dimiliki. Termasuk di dalamnya adalah fitur Disappearing Messages dengan menambah pilihan durasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.