BMKG Mulai OMC Oktober, Cegah Kekeringan di Pulau Jawa
BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca pada awal Oktober untuk menjaga pasokan air waduk dan mengantisipasi kekeringan di Pulau Jawa.
Pengumuman yang dilakukan oleh Apple / Apple.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan teknologi, Apple, dikabarkan tengah membuka posisi lebih banyak dalam perekrutan karyawan untuk mengembangkan produk-produk berbasis Artificial Intelligence (AI) buatannya sendiri.
Dilaporkan GSM Arena, Sabtu (20/5), Apple membuka hingga 176 posisi baru terkait dengan pembelajaran mesin (Machine Learning) hingga kecerdasan buatan.
Langkah itu nampaknya diambil Apple mengikuti jejak perusahaan-perusahaan teknologi lainnya yang kini memang berfokus pada pengembangan produk AI.
BACA JUGA : Produk Apple yang Ditunggu di 2022
Secara lebih rinci, dari 176 posisi yang ditawarkan nantinya para karyawan yang diterima akan disebar ke tiga divisi yaitu Siri, iOS, serta macOS.
Sebanyak 68 dari posisi tersebut berada dalam departemen Siri, 52 akan bekerja dengan iOS, dan 46 terkait dengan macOS. Fakta bahwa Apple berfokus pada pengembangan AI, bukanlah rahasia lagi.
Dalam pernyataan terbaru, Juru Bicara Apple mengatakan bahwa perusahaannya memang saat ini memakai pendekatan AI dengan cara yang disesuaikan dan bijaksana.
Dalam agenda terbaru Apple yaitu WWDC 2023, mungkin produk yang dinantikan ialah produk AR dan VR namun tidak menutup kemungkinan Apple akan mengumumkan hal menarik tentang produk AI-nya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca pada awal Oktober untuk menjaga pasokan air waduk dan mengantisipasi kekeringan di Pulau Jawa.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..